Pasca KPK Periksa Syamsul, Kantor Gubsu Tegang, Pejabat Puasa Ngomong


Sumber : Pos Metro Medan


PEMBERITAAN soal pemeriksaan Syamsul Arifin di KPK, membuat suasana kantor Gubsu hingga kemarin tampak berubah. Tak seperti biasa, raut wajah puluhan bawahan Syamsul terlihat berubah asal bos mereka ditanyai POSMETRO MEDAN. Kantor Gubsu memang tampak tegang.

Para SKPD Pemprovsu wara-wiri, silih berganti naik ke ruangan Sekda Provsu. Namun tidak satu pun pejabat yang mau mengomentari pemanggilan Gubsu ke KPK. Sekda Provsu RE. Nainggolan, misalnya. Dia hanya melempar senyum pada wartawan sembari buru-buru masuk ke mobilnya.

Anehnya, Humas Pemprovsu, E Hasibuan, tetap bersikukuh kepergian Syamsul ke Jakarta untuk menghadiri rapat antara tokoh politik asal Sumut di hotel Arya Duta Jakarta membahas pembagian bagi hasil kelapa sawit. Setelah itu, hari ini (3/12), dijadwalkan Gubsu sampai ke Sumut sebagai keynot spaker dalam acara seminar pemberantasan korupsi yang diadakan KPK, di aula Martabe Lantai II kantor Gubsu yang dimulai pukul 12.00 WIB- sampai pukul 16.00 WIB.

Secara terpisah, Wakil Ketua KPK, Waluyo, meminta masyarakat Sumut, khususnya Medan, agar menyikapi pemeriksaan Gubernur Sumut Syamsul Arifin sebagai sesuatu yang wajar. Masyarakat diminta tetap tenang dan para pegawai di jajaran Pemprov Sumut agar tetap bekerja sebagaimana biasa.

Waluyo menjelaskan, kasus dugaan korupsi dana kas di APBD Kabupaten Langkat tahun 2000-2007 masih dalam tahap penyelidikan. Dengan demikian, masyarakat harus tetap menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah. “Kalau dipanggil, itu bisa salah, bisa tidak salah. Pemanggilan pada tahap penyelidikan itu hanya untuk klarifikasi dan mengumpulkan informasi,” ujar Waluyo kepada koran ini di Jakarta, kemarin (2/12).

Lebih lanjut dia berharap agar masyarakat tidak berprasangka buruk mengenai nasib Syamsul. “Selama belum terbukti bersalah, jangan ada prasangka buruk,” ujar Waluyo. Senada juga diucapkan Ketua PPP Sumut, Fadly Nurzal Sag via ponselnya.

“Kehadiran Syamsul harus diapresiasi, itu artinya dia menunjukkan taat hukum. Pemanggilan KPK ini adalah hal yang bisa. Siapa saja bisa dipanggil,”terangnya. Begitu juga dengan Ketua Fraksi PKS Sumut, Timbas Tarigan. “Langkah yang diambil Gubsu, sudah pas sebagai seorang pejabat yang taat hukum dan mengerti bahwa di negara ini hukum adalah sebagai panglima, Kehadiran Syamsul ke KPK harus di apresiasi, itu artinya menunjukkan dia taat hukum,” terang Timbas menimpali.(sam/kali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: