Nenek Misterius Bobol Penjagaan Rumah Dinas Syamsul Arifin, 2 Pleton Satpol PP Dimutasi, 4 Ajudan Diisukan Tumbal


sumber : Pos Metro Medan

MEDAN-Heboh kebakaran hebat gedung M-City yang menewaskan 4 ajudan Ring-1 Gubsu (Gubernur Sumatera Utara) H. Syamsul Arifin, kemarin membongkar fakta keseraman rumah dinas sang Gubsu di Jl. Sudirman No.41 Medan. Siapa nenek aneh yang selalu ditemukan membobol penjagaan ketat rumah Sumut-1 itu? Mengapa sejak zaman Gubsu Rizal Nurdin, kemunculan nenek misterius itu selalu ‘membawa’ berita besar?

kematian 4 ajudan Gubsu Syamsul Arifin dalam tragedy maut M City, diisukan sebagai tumbal seorang nenek misterius itu. Ceritanya, berkisar 2 minggu lalu, pengamanan di rumah dinas Syamsul jebol. Sekitar pukul 04.00 WIB dinihari, seorang nenek misterius berhasil masuk. Anehnya, semua pagar di rumah yang terletak di Jl.Sudirman No.41 Medan itu telah dikunci.

Bahkan tak satu pun tim pengaman yang tau darimana si nenek bisa masuk. “Keamanan baru tahu setelah nenek tua itu berada di tangga rumah Gubernuran, mau masuk ke dalam,” ujar seorang penjaga rumah dinas yang enggan namanya dicatut.

Melihat itu, tim pengamanan mengusir paksa si nenek dan memperingatkannya tak kembali lagi. Walau si nenek bersikeras berkata mau menemui Gubsu, tim pengamanan tak mengizinkan dan mengusir nenek tua itu. Akibat insiden itu, 2 pleton Satpol PP yang menjaga rumah dinas Gubsu, langsung dimutasi karena dianggap lalai. Diyakini, si nenek mau memperingatkan ajudan gubsu namun dihalangi.

Kisah nenek tua misterius, ternyata tak hanya terjadi pada masa pemerintahan Syamsul Arifin. Semasa mendiang T Rizal Nurdin menjabat, tepatnya 28 Agustus 2005 lalu, seorang nenek tua misterius juga dihalangi bertemu Rizal Nurdin. Ini diutarakan seorang PNS yang akrab disapa Pak Kumis.

Kala itu, si nenek datang ke Kantor Gubernur dan berniat menemui Rizal Nurdin. Namun dia dihalangi Satpol PP. Pasalnya, gubernur waktu itu masih menerima tamu yakni Menristek dan pelantikan ibu-ibu PKK. Setelah itu, lanjut Pak Kumis, nenek tua itu sangat kesal.

“Saya hanya menyampaikan pesan dan saya tidak mau minta uang,” tiru Pak Kumis mengulang ucapan si nenek. Meski berulangkali berkata hanya ingin menyampaikan pesan, tim keamanan tetap tak mengijinkan. Si nenek malah disuruh pulang.Karena putus asa, nenek tua itu akhirnya mengucapkan pesan. “Okelah kalau gitu. Dalam seminggu ini, kalau gak aku yang mati, dia (Rizal Nurdin) duluan,”ujar Pak Kumis menirukan ucapan nenek tua misterius itu.

Dan benar saja, seminggu kemudian, Rizal Nurdin tewas dalam tragedi pesawat Mandala jatuh di Padang Bulan. “Tapi saya masih ragu apakah karena perkataan nenek tua itu ada hubungannya dengan Pak Nurdin meninggal,”jelas Pak Kumis. Terpisah, Ka Satpol PP Provsu, Anggiat Hutagalung yang dikonfirmasi persoalan kedatangan nenek tua renta jam empat pagi yang diusir itu, enggan berkomentar.

Sementara, Humas Pemrovsu, E. Hasibuan, membenarkan pergantian 2 pleton Satpol PP baru-baru ini dari rumah dinas Gubsu. “Saya belum mendengar cerita nenek tua yang mendatangi rumah dinas gubernur, apa lagi kabarnya diusir paksa. Tetapi kalau pergantian penjagaan benar,”katanya.

Sementara, sejumlah orang dari 2 pleton yang baru dipindahkan karena cerita nenek tua itu bisa nyelonong, enggan berkomentar. “Gak usah tanya sama kami persoalan itu Lae, karena ujungnya kami yang salah,”ucap seorang dari mereka yang enggan namanya dicatut dengan mimik heran karena soal nenek itu diketahui POSMETRO MEDAN.(kali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: