Banyak PNS Heboh Ceritakan Nenek Aneh Rumah Dinas Gubsu


sumber : Pos Metro Medan

Selasa, 8 Desember 2009
CERITA nenek misterius bertongkat yang membobol barisan penjagaan ketat rumah dinas Gubsu H. Syamsul Arifin di Jl. Sudirman, Medan, hingga kemarin masih jadi obrolan heboh kalangan pegawai jajaran Pemprovsu.

Karena sama-sama mengambil korban nyawa orang-orang di sekitar Gubsu, kisah 2 kali kemunculannya sejak akhir Agustus 2005 lalu diyakini pertanda terjadinya 2 insiden maut amuk api di Medan. Itulah tragedi Mandala jatuh di Padang Bulan, pada September 2005, dan teranyar : kebakaran hebat gedung M-City, Jl. Gatot Subroto.

“Ia datang jam 4 dini hari, saat ditemukan ia sempat mengentuk (pintu) rumah ajudan Gubsu, yang di sampingnya pas kamar tidur Pak Gubsu (Syamsul),” seru AK, 1 dari 16 personil Satpol PP (Pamong Praja) yang lokasi tugas jaga mereka kontan dimutasi karena kebobolan kehadiran sang nenek aneh itu. Menurut AK, begitu ditemukan berhasil masuk ke rumah dinas Gubsu, saat ditanya, logat bahasa Indonesia nenek itu terdengar patah-patah.

Setelah kemunculannya di rumah uzur itu pada ambang tragedy Gubsu Rizal Nurdin saat Mandala jatuh di Padang Bulan, kehadirannya beberapa hari sebelum insiden M-City yang turut menewaskan 4 ajudan pribadi Gubsu Syamsul Arifin, dinilai sangat aneh bin ajaib. Menurut AK, di malam aneh itu, rumah dinas dijaga 2 pleton petugas Satpol PP atau 16 personil dengan ANR sebagai komandan regu.

“Herannya kami, tidak diketahui dari mana dia masuk dan bisa mengetuk kamar ajudan. Padahal orang yang sekali dua kali masuk ke rumah dinas itu saja, tidak mengetahui itu kamar ajudan, karena jalan ke kamar itu liku-likunya banyak,” terang AK.

Nenek itu terdeteksi petugas akibat tongkatnya terdengar berbunyi di lantai. “Kami mendengar suara tak-tik-tuk, kami lihat ternyata seorang nenek-nenek.

Setelah diamankan,” lanjut AK, “nenek tua itu kami bawa ke pos lalu kami tanyai apa maksudnya (datang), tapi dia tidak mau menjawab banyak. Bahasa Indonesia nya tidak sempurna. Saya hanya bisa memahami perkataannya soal ia mengaku mau bertemu Gubsu (Syamsul). ‘Saya mau ketemu bapak (Gubsu)’.” AK mengulang perminataan nenek itu.

Karena niatnya mau menemui Gubsu tengah malam mengada-ada, nenek itu kemudian digotong ke luar oleh para petugas. “Kami tidak tahu ke mana ia selanjutnya.” DL, petugas Satpol yang juga dimutasi sejak kehadiran nenek itu, juga bercerita dengan versi tak jauh beda seperti AK. Anehnya, “Setelah peristiwa (kemunculannya) itu, rawut wajah nenek tua itu sekarang ini tidak bisa lagi kubayangkan, kek mana persisnya,” kata DL.

“Mari kita merenung. Mudah-mudahan ini bisa jadi bahan pelajaran bagi kita,” sambung Pak Kumis, PNS kantor Gubsu, yang memercayai sosok nenek, yang kemunculannya sebelum insiden jatuhnya Merpati juga menewaskan 4 ajudan Gubsu Rizal Nurdin, sama jumlah dengan insiden para pengawal Gubsu Syamsul di M-city. (kali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: