Fauziansyah Lubis, Anak Selesai Pengawal Syamsul Arifin Hingga Akhir Hayat, Ada 9 Orang di Dalam KTV 305, 4 Cewek 5 Cowok, Termasuk 4 Ajudan Gubsu


sumber : Pos Metro Medan

Deni . Photo : Pos Metro


DEMI kekasih tercinta, Deni (24) menerobos kobaran api yang menjilat gedung M-City. Tak gentar dia merangsek ke lantai 3. Kepulan asap tebal panas disibaknya. Dan di KTV 305, Deni menemukan si cantik Yesi Karlina alias Nona (21), terkapar di sofa bersama 4 mayat ajudan pribadi Gubsu Syamsul Arifin.

Deni mengulang hari manis terakhirnya dengan Nona, gadis SPG sebuah perusahaan rokok. Jumat (4/12) pagi itu, Deni dan Nona dapat surprise kecil. Bukan dari orang lain. Kejutan tak diduga datang dari mereka sendiri. Hari itu, 18 hari menjelang peringatan setahun umur kasih mereka, Deni dan Nona kaget karena memakai warna baju yang sama.

Padahal, “Kami nggak ada janjian (pakai baju warna sama), tapi ketepatan baju kami merah-merah. Jum’at itu dia ceria sekali, lain seperti biasanya,” kenang Deni pada Reza dari POSMETRO MEDAN yang kemarin mendatangi rumahnya di Gg. Persatuan, Jl. Titi Papan, Kel. Babura, Medan.

Tak lama pertemuan mereka di pagi romans itu. Seperti biasa, usai mengantar Nona ke tempatnya bekerja, lelaki bernama lengkap Hardeni itu pun masuk kampus (USU). “Jangan lama-lama pulang,” demikian pesan Deni pada gadis yang tinggal di Sei Mencirim, Sunggal itu.

Sorenya, sekira pukul 18, sebuah pesan masuk ke HP Deni yang telah berada di rumah. Nona ternyata minta ijin pulang agak malam karena senja itu dia diajak cewek teman-teman sekerjanya, menghadiri sebuah party di M-City. Dalam pesan singkatnya, Nona mengaku akan pulang sekitar pukul 21.

Deni memberi ijin. Malam itu, dia membunuh waktu dengan menonton siaran tivi di rumah. HP tak pernah jauh darinya. Sekira pukul 20.30, ponsel itu berdering. Nona menghubungi dan mengabarkan kepanikan: gedung M-City terbakar.

Tanpa pikir panjang, Deni segera melesat. Tak sampai 10 menit, dia tiba di lokasi amuk api. Yose, abang Nona, juga turut serta. Barisan rapat polisi dan sibuknya petugas memadamkam api, tak membuat Deni hanya menonton seperti banyak orang yang tumpah di sekitar bundaran Majestik, Jl. Gatot Subroto, depan gedung M-City yang tengah dilahap api. Deni tak mau menyerahkan nasib kekasihnya pada petugas-petugas itu. Andai pun minta ijin permisi masuk ke dalam gedung, tentu tak dikasih.

Mahasiswa ini cari akal agar bisa masuk ke dalam gedung 3 lantai yang hanya punya 1 pintu masuk itu. Untung seorang karyawan M-City membantu ‘menyelundupkannya’ masuk. Sebelum menerobos kobaran api dari lantai bawah hingga 3, Deni melindungi diri dengan menutup wajah dan tubuhnya dengan pakaian basah kuyup. Itu yang membuatnya tak diamuk api.

Dari telepon Nona, Deni telah tahu di mana kekasih hatinya itu terjebak api. Ya, KTV 305 di lantai 3. Di antara asap terus membumbung, Deni menemukan kamar karaoke itu. Pintunya malah sudah terbuka. Deni menerobos. Tapi KTV itu ternyata berpintu double. Pintu terakhir dibuka. Asap panas tebal kontan menyeruak. Dan, 9 jasad kaku dalam ruang berkaraoke itu terpampang jelas di depan mata Deni. “Ada 9 orang di dalam (KTV 305), 4 cewek, 5 cowok termasuk 4 ajudan Gubsu itu,” Deni menyaksikan dengan hati dicabik-cabik. Semuanya terkapar di sofa setengah melingkar.

Deni segera menarik dan membopong Nona, yang warna bajunya semerah api berkobar saat itu. Begitu tiba di luar gedung, Nona yang nafasnya sudah satu-satu, dilarikannya ke sebuah ambulance yang nonggok di tengah kerumunan hiruk pikuk orang. Oksigen. Begitu di benak Deni. Sayang, Tuhan keburu memanggil Nona. Dan rencana pernikahan mereka tahun depan yang telah direstui kedua belah keluarga, pun batal selamanya.

Fauziansyah Ajudan Syamsul Sejak Bupati

Beberapa jengkal dari tubuh terkulai Nona di sofa itu, tergeletak lah Fauziansyah Lubis alias Uzi (26) yang telah meregang nyawa. Usai tamat dari STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri), anak Desa Pasar I Selayang, Selesai, Langkat, yang jebolan Pesantren Darul Arafah, Desa Glugur Rimbun, Deli Serdang ini pun memulai karir PNS nya di BKD Pemkab Langkat. Tapi tak lama. Syamsul Arifin, yang kala itu Bupati Langkat, menggamitnya menjadi pengawal pribadi.

“Sejak dia kecil, aku jarang berjumpa anakku itu. Kami pikir setelah Pak Syamsul (jadi Gubsu) tak menjabat Bupati lagi, berharap anakku nggak diajak, tapi nyatanya diajak juga. Jadi lengkaplah sudah sampai kemarin saat aku mendapat telepon anakku telah tewas. Aku langsung lemas. Nggak ada tanda-tanda anakku akan pergi untuk selamanya. Makanya sampai sekarang aku merasa tak percaya,” isak Pilih Br Sinulingga (5O), ibu kandung Uzi, saat diwawancarai Aswin, reporter POSMETRO MEDAN.

“Pihak M-City,” sambung ayah Uzi, Azhar Efendi Lubis (53), “harus mampu bertanggung jawab atas kejadian itu.”(sal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: