Spritualis : Nenek Misterius Warning Syamsul


sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 9 Desember 2009
BINJAI-KEMUNCULAN sosok nenek misterius di rumah dinas Gubsu Syamsul Arifin saat dugaan korupsi Langkat makin menguap atau beberapa hari sebelum 4 ajudannya tewas pada insiden M-City, disyaki sebagai warning alias peringatan bagi orang nomor satu di Sumut itu. Demikian hasil olah batin Ki Ageng Awaluddin, spritualis dari Binjai.

Menurutnya, warning gaib itu muncul akibat Syamsul belum menepati janji-janji menyejahterakan rakyat Sumut. Hampir 2 tahun jadi Gubsu, tapi masih banyak rakyat yang lapar, sakit dan bodoh.

Ki Ageng juga mengaitkan sosok nenek bertongkat itu dengan indikator kebohongan Syamsul soal diperiksa KPK di Jakarta pada 1 Desember 2009. “Kehilangan orang kepercayaan merupakan hal yang menyakitkan bagi pejabat,” katanya.

Seperti heboh pembicaraan di kalangan PNS kantor Gubsu saat ini, sesosok nenek ditemukan berhasil masuk, membobol penjagaan ketat di rumah dinas Gubsu di Jl. Sudirman, Medan, dinihari beberapa hari sebelum insiden M-City. Saat ditangkap, dengan bahasa Indonesia yang patah-patah, nenek itu mengaku ingin bertemu Syamsul Arifin. Dengan motif dan modus yang sama, ini kemunculan si nenek yang kedua, setelah sebelumnya terjadi pada akhir Agustus 2005, seminggu sebelum insiden pesawat jatuh di Padang Bulan, Medan, yang menewaskan sejumlah orang penting Sumut, termasuk Gubsu Rizal Nurdin. (win)

M-City Ditutup (Sementara)

Kebakaran maut itu memaksa Dinas Pariwisata Kota Medan ambil sikap. Meski statusnya hanya ditutup sementara, tindakan terhadap M-City dinilai banyak pihak sebagai suatu kemajuan.

Sebab sejak beroperasi, M City sering menjadi konsumsi publik soal ijin-ijinnya yang diduga menyalah. Gedung bekas swalayan itu juga dituding sebagai ajang bursa PSK import, serta peredaran narkoba.

Meski berulangkali jadi bahan omongan di birokrat, masyarakat dan media massa, tempat hiburan malam itu tak kunjung diberi tindakan. Setidaknya diproses guna mencari tahu kebenaran tudingan tersebut.

Penutupan sementara M City itu langsung dibeberkan Kadis Pariwisata Kota Medan, Maju Siregar kepada sejumlah wartawan termasuk POSMETRO MEDAN. “Hari ini (kemarin-red), surat penutupan sementara sudah kita layangkan ke M-City,” katanya kemarin(8/12), saat dicegat di Gedung Balaikota.

Langkah itu diambil, aku Maju Siregar, setelah pihaknya mengecek langsung ke lokasi. Penelusuran tim Dinas Pariwisata menyimpulkan, tempat hiburan malam berkelas di Kota Medan itu tak nyaman bagi pengunjung. “Mereka tidak punya alat pengaman bagi pengunjung,” klaim Maju Siregar.

Pernyataan Kadis Pariwisata ini, secara tak langsung membuka borok soal kenapa M City bisa dibangun bahkan beroperasi hingga beberapa tahun dengan mulus. Padahal aktifitas M City, jelas berada di bawah naungan dinas ini.

Kenapa baru diberi peringatan setelah kebakaran maut jadi pembicaraan nasional? Maju Siregar membela diri. Dia berkelit dan mengaku, sebelumnya mereka juga pernah memberi sanksi.

“Bukan kali ini saja M City itu diberi peringatan. Sebelum saya menjabat, Kepala Dinas Pariwisata sebelumnya sudah pernah melayangkan surat peringatan,” akunya membela kinerja korps yang ia pimpin.

Terpisah, Pj Walikota Medan Rahudman Harahap menegaskan, selain M City, Pemko Medan akan mengevaluasi seluruh izin tempat hiburan malam di Ibukota Prov Sumut ini. Hal itu katanya, agar peristiwa yang sama dapat dicegah.

“Secepatnya akan kita evaluasi. Kalau memang tak memiliki keamanan dan kenyamanan bagi pengunjungnya, kita akan cabut izinnya dan tak akan dikeluarkan lagi,” terang Rahudman.

Disinggung soal para bawahannya kerap masuk ke tempat hiburan malam, Rahudman mengaku menyesalkan itu. Agar ada efek jera, Wali Kota Medan ini mengaku akan segera memberi sanksi adminstratif, satu di antaranya bakal diterima Lurah Suka Maju, Odie, pengunjung M City yang selamat dari kebakaran maut lalu. “Kita akan layangkan sanksi padanya,” ketus Rahudman.

Namun Camat Medan Johor Pulungan Harahap mengaku belum tahu, anak buahnya itu bakal menerima sanksi dari atasan (Pj walikota). “Soalnya surat belum ada saya terima,” katanya seraya menambahkan, Odie mengaku tak ada masuk ke M City saat kebakaran maut itu.

Pulungan Harahap juga bilang, Odie mengaku menolak ajakan teman-temannya untuk masuk ke tempat dugem itu. Itu pula yang menyebabkan tewasnya Lurah Tegal Sari Mandala II Budi, Staf Kelurahan Pandau Hulu II Syaiful dan Kasipem Kecamatan Medan Kota.(ali)

Bila Administrasi M-City Menyalah, Poldasu Cabut Izin Keramaian

MEMASUKI hari kelima pasca terbakarnya M City pada Jumat (4/12) malam lalu, penyidik Dit Reskrim Poldasu terus berpacu. Selain menahan 3 tersangka, polisi juga sedang berusaha menguak soal prosedur keluarnya administrasi dan perizinan hotel berfasilitas karaoke, pub dan spa ini.

“Sedang ditelusuri. Kita berkoordinasi dengan Pemko Medan selaku pemberi izin,” ungkap Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Drs Baharudin Djafar MSi yang ditemui POSMETRO MEDAN, kemarin (8/12).

Inti penelusurannya, jelas juru bicara Kapoldasu ini, seputar prosedur dalam hal standar operasional gedung bekas swalayan itu. “Dari penyelidikan akan ketahuan, apakah gedung M City sesuai prosedur atau tidak,” sebutnya.

Soal perizinan dalam hal prosedur, diklaim Baharudin, polisi juga layak. Sebab hal ini bukan hanya kategori perdata, melainkan juga pidana. “Pidananya kan sudah dengan tiga tersangka yang sudah kita tahan. Soal perdatanya, itu haknya korban atau para keluarganya untuk menggugat pengelola,” urainya.

Lanjut mantan Wadir Intel Poldasu ini, bila nantinya terbukti ada pelanggaran administratif yang mencakup operasional, polisi juga bakal mencabut izin keramaian Hotel M City. “Sebab izin ini, kita yang keluarkan. Tapi itu pun nantinya kita berkordinasi dengan Pemko Medan,” ujarnya lagi.

Disinggung soal mandat jabatan Manager Operasional dari tangan Rommy ‘Soccer’ kepada Haji Rajab yang diragukan banyak pihak, Baharudin mengaku Sat I Tipidum, Dit Reskrim Poldasu masih menyelidikinya.

Sayangnya sejauh ini Baharudin tidak tahu, apakah Haji Rajab mengaku atau tidak soal mandat itu. “Kita tidak menyelidiki soal itu. Yang jelas, Rommy tidak ada lagi bekerja di sana (M City). Perlu saya tekankan polisi tidak akan main-main dalam proses terbakarnya tempat hiburan ini, apalagi ini menyangkut nyawa 20 manusia. Sangat keterlaluan bila kita main-main,” tegasnya.

Ditanya soal tindakan yang bakal diambil bila M City kembali beroperasi, menurut Baharudin, pihaknya tidak dapat mencegah. “Itu tergantung Pemko Medan. Bila izin prinsip dikeluarkan mereka, Poldasu akan berikan izin keramaian juga,” ucapnya.

Diberitakan, Jumat (4/12) malam sekitar pukul 17.45, Hotel M City bekas gedung swalayan Yuki terbakar. Hasil penyidikan polisi menyebutkan, api berasal dari karpet berlumur tiner yang terpantik api mancis di ruang Lounge Karaoke di lantai 3.

Si jago merah kemudian cepat menyebar ke seluruh ruangan karaoke yang dipenuhi bahan mudah terbakar dan kedap suara itu. 20 korban yang tewas diduga tidak mengetahui kebakaran tersebut. Asap hitam pekat yang mengepul dan mengepung seluruh ruangan, diduga sebagai penyebab tingginya angka korban tewas. Sebab korban tewas umumnya akibat keracunan asap tebal.

Tim Labfor Poldasu sendiri belum mengeluarkan keterangan resmi soal penyebab kebakaran maut itu. Guna memastikan, Senin (7/12) lalu, pra rekonstruksi digelar bersama Dit Reskrim Poldasu.

Dalam gelaran itu, tiga tersangka turut dihadirkan, masing-masing Sukarman alias Karman (tukang), Amir Hamzah (mandor) dan Haji Rajab (Manager Operasional Karaoke).

Ketiganya dikenakan Pasal 187, 188 dan 359 KUHPidana tentang pembakaran dan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman hukuman 30 tahun penjara. (zulfadli)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: