4 Anak Buah Syamsul Dicekal, Duit Korupsi 1,6 M Dibalikkan


sumber : Pos Metro Medan

pm/darwis Bupati Ngogesa Sitepu menerima secara simbolis uang korupsi dari Kejari Stabat, Maju Ambarita SH MH.


STABAT-Ketegangan sejumlah pejabat yang notabene anak buah Syamsul Arifin saat 2 periode memimpin Langkat, hingga kemarin masih terasa seiring tim penyelidik KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) menggelar pemeriksaan massal di Aula Pola, areal perkantoran Bupati Langkat. Darwis Sinulingga dari POSMETRO MEDAN mencatat ketegangan hari kedua pemeriksaan itu.

Saking tegangnya, tak seorang pejabat atau kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang tampak ke luar dari aula, sekali pun untuk mengisi perut pada jam makan siang kemarin. Makanan bagi para pejabat yang diperiksa tampak diantar beberapa staf Kantor Bupati, yang membawa bertumpuk nasi kotak ke dalam aula.

Hingga pemeriksaan sore kemarin, tak seorang pejabat yang diperiksa mau ngobrol dengan wartawan yang menunggui di luar aula. Begitu juga dengan penyidik dari KPK. “Kita hanya disuruh memberikan keterangan yang sebenar-benarnya, target mereka (KPK) sepertinya mantan Bupati Langkat,” seorang pejabat SKPD Langkat akhirnya ada juga berkomentar, usai dirinya diperiksa.

Hasil Korupsi Azizah Cs Dikembalikan Jaksa

Seperti dihebohkan, tim KPK akan menggelar pemeriksaan massal di Stabat hingga 2 Minggu ke depan. Seiring itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat kemarin pun seperti unjuk aksi keberhasilan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat, Maju Ambarita SH, MH membalikkan duit hasil korupsi senilai Rp.1,6 miliar kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu. Serah terima uang negara itu juga disaksikan Wakil Bupati Langkat Budiono SE, Sekdakab Drs.H. Surya Djahisa MSi, Kepala BPKAD Drs. H. Taufiq, sejumlah Kepala SKPD dan Ketua DPRD Rudi Bangun.

“Kami tidak mengatakan kalau kami telah berhasil, lagi pula target kami bukanlah memenjarakan orang sebanyak-banyaknya, tapi memberikan efek jera kepada pelaku serta mengembalikan uang hasil kejahatan,” demikian Maju di sela penyerahan duit bergepok itu.

Asal duit 1,6 miliar itu, beber Maju, Rp 1,2 miliar dari uang korupsi Dinas P&P Langkat, dan Rp 400 juta hasil korupsi jual beli lahan PTPN II. Selain menyerahkan uang, secara simbolis Maju juga memberikan seperangkat alat tulis kantor (ATK) yang disita pihaknya dalam kasus korupsi di Dinas P dan P Langkat dengan tersangka sang Kadis Azizah dan sejumlah konconya. “Publik bisa menilai kinerja kami dalam memberantas korupsi dan, kami tidak akan berhenti sampai di sini,” janji Maju. Menurutnya, dalam tempo setahun ini, pihaknya memproses 19 kasus dugaan korupsi di Langkat, 12 diantaranya sudah selesai, 7 masih dalam penyelidikan.

Sementara, usai menerima, Bupati Ngogesa Sitepu mengaku akan memasukkan duit 1,6 miliar itu ke rekening Bagian Umum Pemkab Langkat dan uang bergepok itu akan digunakan untuk pembangunan fisik dan non fisik Langkat. “Kita patut berterima kasih kepada Kejari Stabat yang telah berhasil mengembalikan uang negara dan menyerahkannya kepada kita,” katanya.

Sekadar mengingatkan, Azizah M. Seif, terdakwa kasus dugaan korupsi Dinas P & P Langkat, sebelumnya divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Stabat. Bu Kadis ini juga membayar denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan, serta harus mengembalikan uang negara sebesar Rp 3 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Sejumlah temannya yang terlibat, seperti Adilita, divonis 4 tahun penjara, mengembalikan uang negara Rp 900 juta subsider 6 bulan kurungan dan denda Rp 200 juta, subsider 3 bulan kurungan. Lalu, Ismail yang divonis 4 tahun, membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, mengembalikan uang negara Rp 190 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Legimun, divonis 1,6 tahun bui, mengembalikan uang Rp 27 juta plus bayar denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan

Korupsi Depag Langkat Menyusul

Usai penyerahan duit, Maju juga mengklaim telah memohon pada pihak imigrasi dan Kejagung di Jakarta agar mencekal 3 Kepala SKPD Langkat dan seorang mantan Kepala SKPD. Pencekalan terjadi menyusul status hukum 4 tersangka yang segera dilimpahkan ke PN Stabat guna menguak misteri aliran duit Rp 5,6 miliar pada Dana Bantuan Sosial (Bansos) ABPD Langkat 2008.

“Empat tersangka itu masing-masing dari Depag (Departemen Agama) Langkat dan Badan Kesbang Polinmas,” beber Maju, didampingi Kasi Intel Gloria Sinuhaji, serta sejumlah jaksa.

Bebernya, penyelewengan duit rakyat di Depag Langkat terjadi pada pengelolaan Dana Bantuan Guru Honor senilai Rp 3,3 miliar atau persisnya Rp 3.386.700.000 pada APBD 2008. Duit bertumpuk-tumpuk itu diketahui tidak disalurkan dengan jelas. Kasus ini menjerat 2 tersangka bekas anak buah Syamsul Arifin, yakni mantan Kakan Depag Langkat M. Jawad Sukri, dan Kakan Depag Langkat definitif M. Ilyas Lubis. Nasib Jawad dan Ilyas saat ini masuk tahap penyempurnaan surat dakwaan bagi mereka.

Sementara, untuk penyalahgunaan pengelolaan Dana Bantuan Kamtibmas di Kantor Kesbang Polinmas Langkat senilai Rp 2,2 miliar atau persisnya Rp 2.250.000.000 dari APBD 2008, menjerat 2 tersangka, yakni SM mantan Kaban Kesbang Linmas, dan AG sang Kaban Kesbang Polinmas definitif. Keduanya segera dilimpahkan ke PN Stabat setelah pengajuan surat dakwaan dan penghitungan jumlah kerugian negara kelar dikerjakan. (sal)

pm/darwis Bupati Ngogesa Sitepu menerima secara simbolis uang korupsi dari Kejari Stabat, Maju Ambarita SH MH.

Satu Tanggapan

  1. kasus lagi kasus lagi 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: