Syamsul: Silakan Saya Diboyong KPK…


Sumber : Harian Sumut Pos

MEDAN-Mantan Bupati Langkat, Syamsul Arifin SE mengaku tidak terpengaruh dengan pemeriksaan terhadap sejumlah SKPD di Kabupaten Langkat terkait dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 senilai Rp102,7 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia juga mengatakan hal yang sama saat ditanya soal pengusutan uang yang dipulangkannya ke kas daerah Pemkab Langkat senilai Rp62,35 miliar.

Saat ditanya jika pengusutan KPK mengerucut, dan dirinya harus diboyong KPK, Syamsul mengatakan, sah-sah saja dan tak masalah jika dirinya harus diboyong KPK. “Sah-sah saja silakan saja, silakan saya diboyong KPK, saya fair,” ujar Syamsul Arifin singkat usai menghadiri Hari Kesehatan Nasional Ke-45 di Aula Martabe, Selasa (15/12).

Kepada wartawan koran ini Syamsul mengatakan, pemeriksaan terhadap sejumlah SKPD Langkat oleh KPK masih tahap penyelidikan dan itu wajar. “Namanya juga penyelidikan,” katanya.

Menurutnya, jika proses pemeriksaan ini beranjak ke tahap penyidikan, Syamsul secara gamblang menyebutkan, siap untuk dipanggil kembali KPK. “Kalau saya mau dipanggil KPK, tidak apa-apa. Namanya juga masih tahap penyelidikan,” ucapnya.

Syamsul mengatakan, terkait pemulangan uang yang dilakukan dirinya senilai Rp62,3 miliar, jangan menjadi masalah yang harus diperuncing.
Syamsul bilang, kepergian dirinya bolak-balik ke Jakarta selama ini bukan karena pemanggilan KPK, tapi karena menghadiri sejumlah acara. “Kalau berkembang apa salahnya. Asal jangan kuncup kayak celana,” ungkapnya.

KPK Bawa Dokumen Penting ke Jakarta
Sepekan sudah tim penyelidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) bertugas di Langkat. Puluhan pejabat dan mantan pejabat Langkat pun sudah dimintai keterangan, termasuk mantan anggota DPRD Langkat dan sejumlah rekanan terkait dugaan korupsi APBD Langkat TA 2000-2007 senilai Rp102,7 miliar.

Di hari terakhir pemeriksaan penyelidik KPK, Selasa (15/12), orang terakhir yang dimintai keterangan adalah Wakil Bupati Langkat Budiono SE. Dia menghadiri panggilan KPK untuk kedua kalinya sekira pukul 14.00, setelah sebelumnya dia juga dipanggil KPK terkait dana panthergate dan pemulangan uang oleh mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin sebesar Rp62,3 miliar ke kas Pemda Langkat.

Pemeriksaan hari terakhir KPK lebih cepat dari hari-hari sebelumnya. Sebelumnya, pemeriksaan dilakukan KPK hingga pukul 18.00 Wib, tapi di hari terakhir ini hanya sekitar pukul 15.00 Wib dan langsung meninggalkan Ruang Pola, Kantor Bupati Langkat, tempat mereka melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Langkat.

Begitu keluar, wartawan langsung menemui beberapa penyelidik KPK yang keluar dari ruang pemeriksaan. Namun, penyelidik KPK tak bersedia memberikan keterangan terkait pemeriksaan yang dilakukan. “Tanya Pak Johan (humas KPK, Red) saja, kami tak berwenang,” kata seorang petugas KPK sembari meninggalkan kantor Bupati Langkat.

Sekdakab Langkat, Surya Djahisa yang ditemui wartawan di ruang kerjanya mengaku, kalau pemeriksaan oleh KPK sudah berakhir. “Menurut jadwal, hari ini (kemarin, Red) mereka sudah akan kembali ke Jakarta ,”kata Surya tenang. Surya menjelaskan, pada hari terakhir pemeriksaan, ada beberapa nama yang diperiksa KPK seperti Wakil Bupati Langkat Budiono dan Nur Aida, seorang rekanan dan beberapa mantan pejabat lain.
“Saya tidak tahu persis siapa-siapa yang diperiksa, tapi setahu saya yang sudah diperiksa sampai hari terakhir ini, Wakil Bupati Langkat Budiono, mantan Kabag Tata Pemerintahan Azis, mantan Kepala BKD Idham, mantan Kadispenda Langkat Asrin Naim dan sejumlah rekanan serta mantan anggota dewan,” terang Surya.

Mengenai pemeriksaan yang dilakukan penyelidik KPK, Surya menjelaskan, bahwa KPK turun ke Langkat guna menyelidiki dugaan korupsi APBD Langkat senilai Rp102,7 miliar yang ditemukan BPK RI. Terkait kebocoran kas daerah tersebut, Surya mengaku, tidak mengetahui di pos-pos mana saja yang mengalami kebocoran. “Mereka (KPK) turun berdasarkan audit investigatif BPK RI yang bernilai Rp102 miliar itu, kemudian mereka turun ke Langkat untuk mencari pos-pos mana yang bocor, karena hasil audit BPK secara menyeluruh bukan per pos, jadi saya tidak tahu pos mana yang bocor itu,” jelasnya.

Mantan Kadis PU ini juga mengungkapkan, kalau KPK juga sudah membawa beberapa dokumen atau berkas yang dianggap penting ke Jakarta yang mereka temukan saat melakukan pemriksaan di Langkat. “Ada, mereka ada membawa beberapa dokumen penting yang berkaitan dengan kasus ini,” ucap Surya.

Mengenai hasil pemeriksaan yang sudah mengerucut ke satu nama, Surya malah mengelak dan menyerahkan kepada wartawan untuk menjawabnya. “Alah, kalian tentu lebih tahu jawabannya. Saya tak bisa bilang, tapi begitulah gambarannya,” tandas Surya berisyarat.
Terpisah, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Langkat, M Taufik, ketika ditemui membenarkan kalau dirinya ikut menandatangani penyerahan uang sebesar Rp62,3 miliar dari Syamsul Arifin SE ke kas Pemda Langkat. “Sudah dipulangkan, yang menyerahkan Syamsul Arifin. Saat ini uang itu sudah dimasukan ke kas Pemda,” sebut Taufik membenarkan pemulangan uang oleh Syamsul Arifin.(opt/ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: