4 Tahun Perjalanan Tanpa Lelah Demi Sikat Pencuri Uang Rakyat Bumi Betuah


Karena Tak Dituntaskan Jaksa Sama Polisi di Sumut
Makanya Aku Laporkan Korupsi Langkat ini ke KPK

Sumber : Pos Metro Medan

Jumat, 18 Desember 2009

Togar Lbs saat melaporkan dugaan korupsi Rp.50,56 milyar di Pemkab Langkat yang salah satunya adalah kss "Panther Gate" ke kantor KPK yang lama, 2 Juni 2005

BUKAN cerita baru. Jauh-jauh hari sebelum KPK terjun ke Bumi Betuah Langkat, dugaan korupsi rupiah bertipek-tipek yang mengarah pada H Syamsul Arifin SE, pernah digodok jaksa juga polisi. Namun sejak diributi 4 tahun lalu, perkara itu aman-aman saja di tangan kedua penegak hukum ini.

Apakah KPK akan berlaku sama, meski mantan Bupati Langkat, H Syamsul Arifin SE secara tidak langsung mengakui korupsi dengan mengembalikan Rp.67 miliar? Kita lihat saja hasilnya pasca sepekan pemeriksaan Tim Penyelidik KPK terkait dugaan korupsi APBD Langkat TA 2000-2007 senilai Rp.102,7 miliar.

Dari sekian banyak dugaan penyelewengan, pembelian 43 unit Isuzu Panther untuk Anggota DPRD Langkat periode 1999-2004, menempati rating tertinggi paling dibicarakan banyak kalangan.

Pemberian mobil pribadi ini, disyaki upaya Syamsul Arifin agar Laporan Pertanggungjawaban (LPj) 5 tahunan diterima legislatif. Itu sekaligus syarat agar Syamsul dapat dicalonkan kembali memimpin Pemkab Langkat pada periode kedua.

Yang menarik dari kasus yang acap disebut Panthergate ini, KPK pernah meniliknya pada tahun 2005 lalu. Kala itu, pembasmi tikus berdasi ini menjalankan fungsinya sebagai supervisi kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Fungsi pengawasan itu digelar setelah Aktivis Pegiat Anti Korupsi asal Langkat, Togar Lubis melapor ke KPK pada 2 Juni 2005. Togar meminta agar KPK mengawasi kerja kejaksaan yang tak kunjung menuntaskan kasus yang dilaporkannya itu.

Menindaklanjuti laporan itu, Kejagung disurati pimpinan KPK dengan berkas nomor : R. 1549/KPK/ VIII/2005 tanggal 9 Agustus 2005. Tempo 1 bulan, Kejagung mengirimkan balasannya.

Dalam surat kejaksaan bernomor R-761/F/Fd.1/10/2005 tertanggal 11 Oktober 2005 itu pada intinya menyebutkan, indikasi korupsi seperti dilaporkan Togar Lubis tidak ditemukan.

Menurut surat itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat telah melakukan penyelidikan berbagai tudingan dugaan korupsi, termasuk pembelian 43 unit Isuzu Panther. Akibatnya, penyelidikan tak bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Mendapat jawaban KPK lewat surat bernomor R.507/D.PIPM/KPK/III/2006 tanggal 9 Maret 2006, Togar Lubis yakin kasus itu tak ditangani dengan perhatian serius. Inilah yang membuat Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, menyampaikan perkara itu ke meja penyidik Dit Reskrim Poldasu. Tepatnya 5 Maret 2006, saat masih dipimpin Bambang Hendarso Danuri (BHD), Kapolri sekarang.

Usai menerima surat bernomor 08/K-SEMAR/II/2006 tertanggal 28 Pebruari 2006, penyidik Sat III Tipikor Poldasu memeriksa 10 mantan anggota DPRD Langkat, Direktur CV Ansor Bintang Sembilan Medan dan pihak Auto 2000. Hangat beberapa saat, kasus Panthergate kembali stagnan.

Togar tak kenal lelah. Setelah dapat info dari berbagai sumber, Togar curiga dan membahas kembali surat jawaban yang sebelumnya dikirim Kejari Stabat yang kala itu dipimpin Bukti Tarigan SH, pada Kejagung.

Suasana memanas. Togar nekat melaporkan Bukti Tarigan ke KPK pada Jumat, 4 Mei 2006 dengan bukti surat nomor 10/K-SEMAR/V/2006. K-SEMAR menduga Bukti Tarigan menerima suap dari oknum pejabat di Langkat.

“Indikasi suap itulah yang membuat kita menduga, Kejari Stabat melaporkan bahwa di Pemkab Langkat tidak ada perbuatan korupsi,” kata Togar yang berharap, upayanya selama ini bisa mengungkap dosa para pencuri uang rakyat. “Kita berharap, KPK segera menetapkan tersangka dalam kasus ini,” pintanya.(*)

Satu Tanggapan

  1. Selamat berjuang Togar, tetap tegar walau sudah empat tahun, tetap bugar walau dilecehkan, kebenaran tetaplah kebenaran walau hidup diasingkan, dibuih, dicemoh, digebukin, tetap menerangi dalam kegelapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: