Ditanya Seputar Pemeriksaan KPK, Syamsul Mulai Naik Darah


sumber : Pos Metro Medan

EDAN-ENTAH apa yang berkecamuk di benaknya, Gubsu H. Syamsul Arifin mendadak marah-marah, usai sepekan belakangan ini bolak-balik ke Jakarta. Aksi santai dan humornya selama ini asal menjawab seputar pemeriksaan dirinya oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi), mulai berubah menjadi letupan amarah. Itu yang terjadi kemarin (23/12) di hadapan ratusan anak buahnya di Gubernuran di Medan.

“Jadi kalau ke Jakarta, rupanya sudah diperiksa KPK? Saya ke Jakarta jelas tujuannya dan tugas Pemerintahan Sumut. Jangan gitulah kalian bertanya,” kata Syamsul, dengan intonasi terdengar membentak pada para wartawan yang ‘menyergapnya’ seusai acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), di Aula Martabe, Gubernuran. Wajahnya tampak memerah.

Sejak jurus kelitnya -pada wartawan- mentah seiring penemuan dirinya diperiksa tim KPK di Jakarta pada 1 Desember 2009, Syamsul lamat-lamat gerah juga dengan gencarnya pemberitaan dugaan korupsi Rp 102,7 M APBD Langkat saat dia 2 periode menjabat Bupati Langkat. “Saya tidak pernah dipanggil (KPK) lagi, terkecuali 1 Desember lalu,” tegasnya dengan rasa emosi terasa.

Saking emosinya, ucapan Syamsul terdengar hingga suasana Aula Martabe sejenak hening, dan semua mata ratusan peserta dan pejabat pada acara itu, tertuju ke orang nomor 1 Sumut itu. Beberapa saat hanya suara Syamsul yang menggema di aula padat orang itu.

Dari kaca mata ilmu kejiwaan, nilai psikolog Lodyana Ayu S.Psi, M.Psi, reaksi amarah Syamsul itu wajar sekali. Menurutnya, seseorang yang tengah menghadapi masalah ‘berat’, egonya akan naik jika tiba-tiba ‘beban’ itu disinggung. Ini berhubungan dengan mood. “Bisa jadi saat itu datang (mood) pemicunya. Sama seperti wanita, pria juga memiliki mood, dan mungkin saat itu dia sedang nggak mood,” komentar Lodyana Ayu saat dikontak POSMETRO MEDAN kemarin malam.

Mungkinkah orang yang selama ini dikenal suka bercanda, sebenarnya memiliki sifat asli yang pemarah ? “Bisa. Bisa jadi (pemarah) itu sifat aslinya. Karena kebanyakan beban yang terlalu lama disimpan, keluarlah sifat itu,” analisisnya.

Seseorang yang lama memendam amarah atas masalah yang dihadapinya, urai Ayu, rawan mengidap depresi. Pun begitu, “Tergantung kekuatan seseorang menghadapi masalah itu,” tuturnya.

Penilaian tak jauh beda juga dilontar psikolog M. Antis Naibaho S.Psi, M.Psi. Ia menilai, aksi umbar marah Syamsul di depan umum kemarin menunjukkan sang Gubsu tengah dirundung panik tak terkira. “Karena terbebani banyaknya beban, akhirnya stressor nya (pemicu stress) muncul. Apalagi korupsi (itu) sangat menakutkan sehingga akal sehatnya tertekan dan muncullah ego yang sangat radikal,” nilai Antis.

“Tuduhan terlibat dugaan korupsi itu kan sangat memalukan. Kalau ia tidak bisa mengatasinya, lalu banyak beban lagi, muncullah hal itu. “Tidur pun (masalah berat) itu terbawa-bawa,” tandasnya.

Sementara, aksi naik darah sang Gubsu itu amat disayangkan anggota DPRD-SU, Hidayatullah. Menurutnya, itu sikap pejabat publik yang tak terpuji, karena itu tidak layak dimunculkan di depan umum.

“Apalagi disaksikan ratusan PNS dan puluhan pejabat. Janganlah marah-marah kalau ditanya. Dia itu kan pejabat publik,” kata Hidayatullah. Sikap idealnya, pintanya, Syamsul harus gentle asal memberi keterangan seputar kasus yang menyeretnya itu.

Sikap emosi berlebihan, nilai Hidayatullah, justru makin melahirkan asumsi negatif yang ujung-ujungnya membuat image Gubsu bisa jadi buruk. “Tidak boleh (marah-red) seperti itu. Kalau ditanya, berikan jawaban, bukan malah marah dan emosi. Kalau kurang cocok, kan ada wadah sebagai mekanisme untuk menyampaikan rasa tidak senang,” orang PKS itu menasihati Syamsul.

Hasil monitoring POSMETRO MEDAN 2 pekan belakangan ini, Syamsul tak tampak bertugas di Gubernuran. Waktunyanya guna bolak-balik Medan – Jakarta. Bahkan, seusai membuka acara HKSN kemarin, Syamsul dikabarkan kembali berangkat ke Jakarta. (kali/widya)

Satu Tanggapan

  1. Kenapa harus naik darah kalau engga ada kura kura dalam perahu? Jadikanlah keberhasilan semu di Kab Langkat sebagai cermin bukan justru sebagai perangsang untuk naik ke provinsi. Begini lah jadinya dan ntar karir anda akan berakhir secara tragis. Jadi Bupati aja selamat udah bersykur lah Pak. Kan asal kita juga dari kelas bawah kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: