Diduga Tangkap Lepas Pemilik Senjata Tanpa Dokumen, Kapolsek Sunggal Dipropamkan


sumber : www.gomedan.com

Senin, 4 Januari 2010 | 00:00:29

MEDAN-Diduga melepaskan tersangka kepemilikan senjata api tanpa dokumen resmi, Kapolsek Sunggal, AKP Faisal Napitupulu SIK akan dilaporkan ke Propam Polri di Jakarta. Hal ini ditegaskan Praktisi hukum Syahrial SH, Minggu (3/1) di Medan.

Kata Syahrial, seperti diberitakan beberapa media cetak terbitan Medan menyebutkan, pada hari Selasa (29/12) lalu sekira pukul 24.00 Wib, Polsek Sunggal menggelar razia terhadap sejumlah hotel melati, pub dan karaoke yang ada dikawasannya.
Dalam razia ini, puluhan pasangan mesum terjaring razia. Selain itu, petugas juga mengamankan Ketua LSM Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Langkat, M Masud MZ als Dimas karena kedapatan membawa pistol jenis Airsoftgun yang diselipkan dipinggangnya.

Saat dirazia, kepada polisi Dimas malah mengaku sebagai Intel Mabes TNI-AD. Polisi tidak gampang percaya, Dimas diminta menunjukkan identitas sebagai anggota TNI tapi tidak dapat memperlihatkannya dan akhirnya petugas memborgol lalu memboyongnya ke Mapolsek Sunggal.

Menurutnya, kepada wartawan Kapolsek Sunggal AKP Faisal Napitupulu SIK didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Antoni Simamora menjelaskan, M Masud als Dimas dijerat UU Darurat No 51 Tentang Kepemilikan Senjata tanpa memiliki dokumen resmi dan diancam 12 tahun penjara.

“Namun anehnya, esokan harinya sekira pukul 09.00 Wib, Dimas telah terlihat berkeliaran di Stabat Kab.Langkat. Pemilikan senjata replika harus berdasarkan dokumen resmi. Hal ini sesuai dengan Skep Kapolri No.pol: SKEP/82/II/2004 tanggal 16 Pebruari 2004 tentang buku petunjuk pelaksanaan pengawasan dan pengendalian senjata api non organik TNI / Polri,” kata Syahrial.

Masih menurut Syahrial, senjata replika digolongkan sebagai senjata api, karena akibat penggunaannya dapat membahayakan bagi keselamatan jiwa seseorang dan dapat digunakan untuk melakukan kejahatan. Maka, untuk kepemilikannya dan penggunaannya diberlakukan seperti senjata api.

“Selain itu, Kapolri juga telah mengeluarkan TR (telegram rahasia) No.Pol : TR/1280/IX/2005 tanggal 07 September 2005 tentang tidak menerbitkan Rekomendasi kepemilikan senjata api bela diri non organik TNI / polri, yang intinya menyatakan bahwa mulai tanggal 07 September 2005 tidak diberikan ijin kepemilikan untuk senjata Replika karena digolongkan sebagai senjata api,” kata Syahrial sambil menunjukkan SKEP dan TR kapolri tersebut.

Syahrial menjelaskan, laporan ke Propam Polri dibuat disebabkan M Masud als Dimas mengaku-ngaku sebagai anggota intel Mabes TNI-AD. Selain itu, tentang laporan dugaan tangkap lepas tersangka kepemilikan senjata tanpa dokumen tersebut yang dilakukan Kapolsek Sunggal dan akan disampaikan kepada Mabes TNI-AD cq. Dan Puspom TNI-AD, Pengurus Perbakin di Jakarta dan Pangdam I/BB cq. Dan Pomdam I/BB di Medan.(Pra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: