PIDATO KENEGARAAN PERALIHAN TAHUN : ZERO TOLERANCE TO CORRUPTION


PIDATO KENEGARAAN PERALIHAN TAHUN :
ZERO TOLERANCE TO CORRUPTION

Oleh: Shohibul Anshor Siregar


Dimana-mana, pakta integritas ditandatangani. Kegiatan bersifat konsultatif dengan KPK pun dijalankan bersama jajaran Pemerintah Daerah yang tujuannya lebih kurang untuk prevensi, meminimalisasi korupsi.

Tetapi seolah tak bermanfaat semua seremoni itu. Bahkan dari banyak Kepala Daerah yang telah dan sedang diperiksa, masih banyak lagi yang akan dihadapkan kepada proses peradilan. Amat dikhawatirkan KPK menjadi semacam mesin cuci politik bagi koruptor untuk mengesankan bahwa daerah telah bebas dari korupsi. Aktivis anti korupsi telah menyindir begitu tegas dengan pemberian kado siput yang terkenal sebagai salah satu mahkluk bergerak super lambat itu. Kado akhir tahun itu juga bertujuan mengantisipasi persandiwaraan tentang korupsi.

Dalam kaitan itu amat diharapkan ketegasan sikap Presiden SBY. Seandainya beliau dapat dibujuk dan diyakinkan untuk itu, sebaiknya secara terbuka perlu mengawali tahun ini sebagai momentum baru pemberantasan korupsi. Lagi pula, di tengah kesulitan yang dihadapi pemerintah mencari modus tindakan yang benar-benar meaningfull untuk menandai 100 hari pertama pemerintahan, program pemberantasan korupsi dengan penuh keseriusan dapat menjadi harapan satu-satunya.

Bukankah image tentang pemerintahan sudah demikian buruk terlebih setelah drama cicak vs buaya, implikasi rekomendasi Tim 8, dan peristiwa-peristiwa kecil di sekitar jaksa, polisi dan hakim (JAPOLHA), serta peradilan politik bagi kinerja buruk melawan hukum para mantan pejabat tinggi keuangan di hadapan Sidang DPR-RI yang digelar Pansus skandal Bank Century dengan publikasi media yang begitu luas? Apa pun yang dituduhkan SBY kepada George Junus Aditjondro dengan bukunya Gurita Cikeas itu, selama tidak ada bukti yang kuat tentang kebersihan dirinya, tetaplah ia dianggap sebagai Presiden yang tidak mempunyai komitmen tentang pemberantasan korupsi.

Naskah berikut ini diandaikan sebagai Pidato Presiden SBY yang mestinya diucapkan pada peralihan tahun 2009-2010. Tidak ada maksud untuk meremehkan lembaga kepresidenan. Tidak sama sekali.

Zero Tolerance To Corruption

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Mengawali hari pertama tahun 2010 besok, marilah sebagai bangsa yang religius kita memperbanyak syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Tahun baru berarti meninggalkan segenap catatan yang hanya mungkin disesali dan diperbaiki ke depan jika hal itu memang salah oleh kekhilafan ataupun mungkin oleh kesengajaan. Sekaligus kita memulai hal baru yang jika mungkin dengan semangat dan tekad yang benar-benar pula.

Apakah yang menjadi musuh nomor satu negara kita saat ini? Setelah saya renungi sedalam-dalamnya, maka saya telah tiba pada suatu kesimpulan yang amat saya yakini kebenarannya. Korupsi adalah musuh nomor satu negara-bangsa kita yang apabila dibiarkan terus merajalela, akan dengan sendirinya menghancurkan eksistensi kita sebagai bangsa. Saya ingin tidak ada lagi pendapat mendua terhadap hal ini di antara seluruh rakyat. Tekad kita hanya satu, selamatkan negara-bangsa dari musuh nomor satu korupsi.

Jika kita menoleh ke masa lalu, ke Barat atau ke Timur, semestinya kita pun patut bertanya sungguh-sungguh: siapakah atau negara manakah di dunia ini yang mampu memastikan perjalanan seluruh rakyatnya untuk sebuah tekad bulat zero tolerance to corruption? Mari kita periksa sejarah. Harapan saya, jika hasil pemeriksaan kita terhadap sejarah menghasilkan kekecewaan kita atau kegembiraan kita, maka kita sesungguhnya lebih baik mengatakan dan berjanji kepada diri kita masing-masing bahwa setiap negara-bangsa dan setiap generasi memiliki tantangannya sendiri.

Hidup ini ibarat perjalanan singkat. Sebagai bangsa yang religius saya hendak mengingatkan seluruh rakyat bahwa masih ada hidup sesudah mati dan itu berkepanjangan bahkan unlimited. Jika di sana , di kehidupan setelah mati itu akan ada ganjaran baik dan buruk, maka kenikmatan atau penderitaan hanyalah sebuah keniscayaan yang didasarkan kepada apa yang kita pikirkan dan apa yang telah kita perbuat selama diberi kesempatan hidup singkat di dunia ini. Tidak ada sejarrah pun yang akan lolos dari mekanisme hisab Tuhan Yang Maha Esa.

Bertolak dari kesadaran sebagai bangsa, Indonesia akan mengawali tahun 2010 dengan tekad bersama memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Harus ada yang memulai, dan untuk sebuah jaminan tekad yang tidak boleh berakhir dengan wacana, maka hari ini, di depan seluruh rakyat, saya akan berikan data-data harta kekayaan saya, dari mana seluruh harta itu saya peroleh, kapan dan bagaimana saya memperolehnya. Pada gilirannya, dan saya mohon insyaa Allah dapat dilakukan dalam tempoh yang tidak terlalu lama, Saudara dari KPK silakan dengan sungguh-sungguh mengaudit berdasarkan data-data yang saya kemukakan.

Saya memahami benar resiko di balik tekad dan tindakan ini.. Namun saya menilai inilah sebuah jalan kebenaran yang amat dibutuhkan saat ini. Jika ada pemimpin bangsa di dunia ini yang pernah berkata tegas ”beri saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim kepada koruptor dan peti mati terakhir buat saya sendiri jika saya kelak terbukti melakukan korupsi”, saya tidak pernah seujung kuku pun meragukan kebenaran ucapan itu dan ketauladanannya sekaligus. Dengan bismillahirrahmanirrahim, kita masuki tahun 2010 dengan tekad zero tolerance to corruption.

Mulai dari diri Presiden SBY

Korupsi itu tidak mungkin merajalela jika sudah terbentuk sistem yang kuat dilandasi oleh nilai berpantang korupsi. Makna korupsi memang harus digeser dari posisi (saat ini) setara “agama” atau setara “ideology” ke posisi anti agama, sekaligus anti hukum, anti kejujuran dan anti keadilan.

Dari perspektif itulah semua pengamat percaya bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari diri pemimpin tertinggi. Jika tidak, semua hanya sandiwara belaka yang akan makin canggih dari hari ke hari.

(Penulis: Koordinator Umum ’nBASIS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: