Statement Ketua ICW Langkat `Isapan Jempol`


sumber : www.gomedan.com

Senin, 4 Januari 2010 | 00:04:12

MEDAN-Statement bernada tudingan Ketua Koorda ICW Langkat, M.Masud als Dimas, yang menyatakan bahwa sejumlah pejabat di Pengadilan Negeri (PN) Langkat menerima suap Rp 5 milyar dari terdakwa kasus korupsi mantan Kadis Pendidikan dan Pengajaran Langkat Azizah Cs, ternyata hanya `isapan jempol` belaka tanpa bukti dan didukung fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

Bahkan, banyak pihak menganggap bahwa statement yang ditujukan terhadap Ketua, Humas dan Panitera PN Langkat tersebut untuk diberitakan di surat kabar mingguan Re Edisi XXXXV 07– 13 Desember 2009, hanya “halusinasi“ M.Masud als Dimas.

Hal itu dikatakan Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis kepada wartawan, Minggu (3/1) di Medan.
Kata Togar, pada surat kabar yang sama edisi XXXXVI 14-20 Desember 2009, juga diberitakan bahwa M.Masud als Dimas mensinyalir uang kas Primkopol Polres Langkat Rp.15 milyar lebih raib. Namun berdasarkan informasi yang beredar, beberapa hari kemudian M. Masud MZ telah mengajukan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas statementnya tersebut.

“Ketua LSM ICW Langkat terlalu gampang mengeluarkan statement yang dipublikasikan tapi juga gampang mengajukan permohonan maaf, ini membuktikan bahwa ICW Langkat diduga tidak memiliki data otentik tentang apa yang mereka kritisi. Disamping itu, oknum yang mengaku Ketua ICW Langkat tersebut juga terlalau gampang membuka dan mempublikasikan identitas narasumbernya. Hal ini jelas berdampak akan hilangnya kepercayaan public kepada aktivs LSM,” kata Togar.

Togar Lubis yang lebih dikenal sebagai Aktivis penggiat anti korupsi di Sumut ini juga menghimbau kepada semua pihak, agar sebaiknya jangan mengaku-ngaku sebagai aktivis penggiat anti korupsi jika tak punya nyali dan kemampuan untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi.

Himbauan Togar Lubis tersebut cukup beralasan, sebab dalam kiprahnya sebagai aktivis penggiat anti korupsi, dirinya telah 4 kali dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh sejumlah pejabat di Langkat dengan sangkaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik namun tidak mengajukan permohonan maaf apalagi membuka identitas narasumber.

“Jika tidak punya nyali dan kemampuan untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi, sebaiknya jangan mengaku-ngaku sebagai aktivis penggiat anti korupsi. Lebih baik ngaku Intel Mabes TNI-AD aja kepada polisi yang melakukan razia di tempat hiburan malam,” pesan Togar.(Pra)

2 Tanggapan

  1. Enak kalau ngisap jempol waktu bayi…tapi ngisap jempol kala orang tersebut sudah dewasa berarti kelihatan orang tersebut masih perlu banyak membaca buku untuk referensi baru ngomong kalau semua persoalan sudah diketahui secara komprehensif…itu kata dosen saya dulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: