Tiga Pria Misterius Merapat ke Cikeas, Kasus Langkat Tetap di Tangan KPK


sumber : Harian sumut pos

JAKARTA-Kasus dugaan korupsi APBD Langkat senilai Rp102,7 miliar yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga kini masih jalan di tempat. Lambannya penanganan perkara itu mulai memunculkan beragam isu. Salah satu isu yang kencang berembus, ada skenario kasus itu akan dilimpahkan ke kejaksaan.

Seiring dengan kabar tersebut, informasi yang didapat koran ini, menyebutkan ada oknum petinggi di lembaga penegak hukum dan dua orang lain datang ke Cikeas, Bogor untuk melakukan lobi-lobi. Mereka bertiga naik taksi atau mobil sewa untuk menghindari kecurigaan. Namun, tujuannya bukan ke rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua KPK M Jasin secara tegas membantah ada petinggi KPK yang ikut terlibat. “Isu kuwi ora bener, mas (isu itu tidak benar, mas, Red),” ujar M Jasin melalui telepon kepada wartawan koran ini, kemarin (3/1).

Dia juga menjelaskan, penanganan perkara tersebut masih di tangan KPK. Dia pun membantah jika dikatakan KPK lamban menangani perkara ini. Sementara, ditanya mengenai perkembangan penanganan, Jasin menjelaskan, tahapan masih di tingkat penyelidikan belum naik ke tahap penyidikan.

Dia pun menjelaskan, hingga saat ini tim penyelidik masih bekerja secara intensif. Bagaimana pun, kata Jasin, tim penyelidik harus cermat dalam melakukan kajian terhadap berbagai data yang sudah didapatkan oleh tim yang sudah dikirim ke Langkat beberapa waktu lalu. “Tim penyelidik KPK masih menganalisis data-data yang dikumpulkan,” terang Jasin.

Hanya saja, Jasin tidak menjelaskan data-data apa saja yang sudah didapatkan dari kasus tersebut. Jasin juga tidak menjelaskan kapan tahapan pengusutan kasus ini naik ke tingkat penyidikan. Dia hanya mengatakan, dari data-data yang sudah terkumpul akan dijadikan bahan untuk menentukan unsur tindak pidana korupsinya. “Dari data-data itu, nanti kita menentukan unsur pidana korupsinya,” ujar Jasin.
Jasin mengatakan, pihaknya tidak mau terlalu banyak berkomentar mengenai proses pengusutan yang masih dalam tahap penyelidikan. “Kalau banyak yang diekspos, nanti strategi kita diketahui dong,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP menjelaskan, dalam bekerja tim KPK tidak berdasarkan tekanan atau intervensi dari pihak luar. Yang ditekankan oleh KPK adalah kecermatan dalam mengumpulkan data-data kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Bila sudah mendapatkan alat bukti yang kuat, barulah KPK menetapkan siapa tersangka kasus korupsi tersebut.

Johan juga menjelaskan, suatu kasus yang sudah masuk tahap penyelidikan di KPK biasanya akan terus berkembang ke tahap selanjutnya, yakni ke tingkat penyidikan. Kasus yang ditangani dan sudah memenuhi persyaratan untuk diusut oleh KPK juga tidak akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum lain.

Dalam berbagai kesempatan, Johan menjelaskan, kasus korupsi yang ditangani KPK harus memenuhi tiga kriteria, yakni nilai kerugian negara di atas Rp1 miliar, dan melibatkan penyelenggara negara dan atau aparat penegak hukum.

Hingga kemarin, KPK juga belum punya sikap yang tegas mengenai status uang Rp62 miliar yang dikembalikan mantan Bupati Langkat ke kas Pemkab Langkat. Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja, tidak menjawab tegas saat ditanya status uang yang sudah berada di kas Pemkab Langkat itu. Saat diberitahu bahwa Pemkab Langkat tidak berani menggunakan uang tersebut, Ade lagi-lagi tidak memberikan jawaban yang tegas. “Wah, saya nggak tahu itu,” ujarnya kepada wartawan koran ini di gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ade hanya mengatakan, bahwa uang itu dikembalikan Syamsul ke kas Langkat, bukan ke KPK. “Itu kan dikembalikan ke kas Langkat,” kilahnya lagi saat dimintai ketegasan apakah uang itu akan dijadikan barang bukti atau tidak. Ade hanya memastikan bahwa pengusutan perkara dugaan korupsi senilai Rp102,7 miliar itu masih dalam tahapan penyelidikan di KPK. (sam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: