Kasus Korupsi Rp.102,7 M Langkat Terancam Hilang


Sumber : harian Sumut Pos

Makin Loyo, KPK Diberi ’Obat Kuat’

JAKARTA-Sejumlah elemen gerakan antikorupsi mulai kehilangan kepercayaan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para aktivis yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) kemarin menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung yang dipimpin Tumpak Hatorangan Panggebean itu. Dalam aksinya, mereka mengusung ’obat kuat’ bertuliskan ‘kapsul anti loyo’ yang diserahkan ke KPK.
Dalam orasinya, seorang tokoh GIB, Ray Rangkuty menyebutkan, kapsul anti loyo yang diserahkan ke KPK itu sebagai ’obat kuat’ agar KPK tidak lemah dalam mengusut kasus-kasus korupsi.

Ray mengatakan, ada indikasi gebrakan KPK mulai melemah dalam beberapa bulan terakhir ini. Buktinya, penanganan kasus suap yang dibeber Agus Condro hingga kini tidak jelas penanganannya. Begitu pun, kasus dugaan korupsi pengadaan IT di Komisi Pemilihan Umum (KPU), kasus suap Anggodo Widjojo, dan penanganan skandal bailout Bank Century Rp6,7 triliun.

“Kasus-kasus di tingkat nasional yang mendapat perhatian publik saja hilang begitu saja, tidak jelas. Apalagi kasus-kasus di daerah seperti kasus Langkat itu. Jika tidak diberi obat kuat, semua bisa hilang begitu saja,” cetus Ray.

Kepada koran ini, aktivis antikorupsi kelahiran Madina, Sumut, itu mengaku juga ikut mengikuti perkembangan penanganan kasus Langkat. Alasannya, dibanding kasus-kasus korupsi di level daerah, yang terjadi di Langkat tergolong besar. “Itu fantastis, menyangkut nilai kerugian negara Rp102,7 miliar. Kalau di daerah lain, paling banter Rp50 miliar, itu pun jumlahnya dibagi-bagi ke banyak pihak,” ujar Ray.

Lebih lanjut Ray mengaku menjalin komunikasi dengan sejumlah aktivis antikorupsi yang ada di Medan, yang menyatakan sudah kesal lantaran melihat penanganan kasus Langkat ini tampak mandeg. “Kawan-kawan di Medan sudah agak kesal. Bagi warga Sumut, kasus ini sudah jelas siapa aktornya, tapi KPK belum juga menetapkan tersangkanya. Ini hampir final, tapi jadinya malah mandek,” cetus Ray.

Dia menyarankan para aktivis antikorupsi di Medan terus bergerak dan mengawasi penanganan perkara ini. “Jika didiamkan saja, kasus Langkat ini bisa hilang. Ingat, dalam beberapa bulan ini KPK sudah tidak pernah menahan orang,” katanya.

Terkait isu adanya pimpinan KPK yang ’bermain’ di kasus Langkat, Ray tidak mau berkomentar banyak. Pimpinan KPK boleh membantah isu tersebut, tapi yang terpenting, kata Ray, bantahan harus diwujudkan dalam bentuk konkrit. “Entah siapa yang main, pimpinan atau penyidik, membantahnya jangan hanya statemen, tapi harus dibuktikan dengan penetapan tersangkanya,” ujar Ray.

Seperti diberitakan, lambannya KPK dalam menangani perkara dugaan korupsi APBD Langkat senilai Rp102,7 miliar memunculkan beragam isu yang tidak sedap. Salah satu isu yang kencang berhembus, ada intervensi dari pusat kekuasaan terhadap penanganan perkara ini. Akibat intervensi itu, disebut-sebut KPK telah melimpahkan perkara ini ke kejaksaan.

Dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Wakil Ketua KPK M Jasin sudah secara tegas membantahnya. “Isu itu tidak benar,” ujar M Jasin melalui short messages service (SMS)-nya kepada koran ini, dua hari lalu (3/1). Dia menjelaskan, penanganan perkara tersebut masih di tangan KPK.
Jasin juga sudah membantah jika dikatakan KPK lamban menangani perkara ini. Sementara, ditanya mengenai perkembangan penanganan, Jasin menjelaskan, tahapan masih di tingkat penyelidikan, belum naik ke tahap penyidikan. Dia pun menjelaskan, hingga saat ini tim penyelidik masih bekerja secara intensif. Bagaimana pun, kata Jasin, tim penyelidik harus cermat dalam melakukan kajian terhadap berbagai data yang sudah didapatkan oleh tim yang sudah dikirim ke Langkat beberapa waktu lalu. “Tim penyelidik KPK msih menganalisis data-data yang dikumpulkan. Dari data-data itu, nanti kita menentukan unsus pidana korupsinya,” ujar Jasin.

Tak ingin dicap loyo, KPK berjanji menuntaskan beberapa kasus besar yang selama ini ditangani. Diantaranya, kasus dugaan kriminalisasi KPK dengan aktor Anggodo Widjojo. Adik buron KPK Anggoro Widjojo ini kemungkinan besar akan menyandang status tersangka.

“Ya kemungkinan besar. Tetapi, ini masih kita diskusikan karena ini keputusan pimpinan harus berlima,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dalam seminar ‘Aspek Hukum Bank Century, Kejahatan Perbankan, dan Recovery Asset Hasil Korupsi’ di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.
Bibit mengatakan kasus Anggodo masih dalam tahap penyelidikan. “Mudah-mudahan dalam waktu sebentar (naik ke penyidikan),” ujar dia.

Desakan keras untuk menjadikan Anggodo sebagai tersangka dating dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Lembaga itu mengultimatum KPK agar status Anggodo dinaikkan sebagai tersangka dalam 2 minggu. ICW beranggapan semua unsur untuk menjadikan tersangka bagi Anggodo sudah terpenuhi.

Selain kasus Anggodo, KPK juga memastikan terus menyelidiki kasus bailout Bank Century. Untuk itu, KPK sudah membidik 3 hal yang akan didalami.

Menurut Bibit, hal pertama yang dibidik KPK adalah soal Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) yang diberikan Bank Indonesia ke Bank Century. Ada dugaan pemberian FPJP dengan mengubah ketentuan dan pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan. “Kalau ada kerugian negara ini dapat disidik oleh KPK,” ujar Bibit.

Berikutnya, jelas Bibit, KPK sedang meneliti sisi penyertaan modal sementara (PMS) sebesar Rp6,7 triliun. Jika ada penyalahgunaan wewenang yang melanggar UU Tipikor, KPK bisa menangani ini.

“Apabila ada perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang melanggar Undang-undak tindak pidana korupsi maka ditangani oleh KPK,” terang Bibit.

Hal terakhir yang akan diusut KPK adalah soal pembayaran dana pihak ketiga terkait bank selama bank Century dalam pengawasan khusus sebesar Rp9,386 miliar. Namun, Bibit menegaskan belum banyak yang bisa diungkap. “Namun, kita masih dalam penyelidikan,” katanya. (sam/net/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: