Propam Harus Periksa Kapolsekta Sunggal


sumber : www.gomedan.com

Senin, 4 Januari 2010 | 22:41:53
MEDAN-Terkait akan dilaporkannya Kapolsekta Sunggal, AKP Faisal Napitupulu SIK ke pihak Propam Polri di Jakarta oleh praktisi hukum Syahrial SH, atas dugaan melepaskan tersangka pemilik senjata api tanpa dokumen, advokat Julheri Sinaga SH meminta agar pihak Propam segera menanggapi laporan tersebut untuk memeriksa kapolsekta Sunggal.

“Pihak Propam harus segera menanggapi laporan yang diajukan oleh praktisi hukum Syahrial SH, bilamana laporan tersebut telah diterima. Sehingga bisa menjadi pelajaran kepada oknum oknum khususnya polisi yang melakukan tindakan seperti itu,” kata Julheri kepada andalas, Senin (4/1) melalui selulernya.

Menurut Julheri, hal hal seperti itu jangan sampai terulang lagi di instansi kepolisian. Sebab, ini akan menjadi citra buruk bagi pihak kepolisian di mata masyarakat. Apa lagi, kata Julheri, Ketua LSM Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Langkat, M Masud MZ als Dimas, selaku tersangka pemilik senjata api tanpa dokumen ini mengaku sebagai anggota intel Mabes TNI-AD saat akan ditangkap.

“Untuk itu saya mengharapkan agar pihak Propam dan Kodam segera menindak dan menanggapi permasalahan ini. Karena, prilaku seperti ini bisa merusak citra Kodam dan instansi kepolisian,” ujar Julheri berharap.

Sekedar mengingatkan, Diduga melepaskan tersangka kepemilikan senjata tanpa dokumen resmi, Kapolsek Sunggal AKP. Faisal Napitupulu SIK akan dilaporkan ke Propam Polri di Jakarta oleh Praktisi hukum Syahrial SH.

Menurut Syahrial, seperti diberitakan sejumlah media cetak Medan, pada hari Selasa (29/12) lalu sekira pukul 24.00 Wib, Polsekta Sunggal menggelar razia terhadap sejumlah hotel melati, pub dan karaoke.

Dalam razia ini puluhan pasangan mesum terjaring razia. Selain itu, petugas juga mengamankan Ketua LSM Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Langkat, M Masud MZ als Dimas karena kedapatan membawa pistol jenis Airsoftgun yang diselipkan dipinggangnya.

Saat dirazia, kepada polisi Dimas malah mengaku sebagai Intel Mabes TNI-AD. Polisi tidak gampang percaya, Dimas diminta menunjukkan identitas sebagai anggota TNI. Namun dirinya tidak dapat memperlihatkannya dan akhirnya petugas memborgolnya lalu memboyongnya ke Mapolsek Sunggal.

Kapolsek Sunggal AKP Faisal Napitupulu SIK didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Antoni Simamora menjelaskan, M Masud als Dimas dijerat UU Darurat No 51 Tentang Kepemilikan Senjata tanpa memiliki dokumen resmi dan diancam 12 tahun penjara. Namun anehnya, pada hari kamis sekira pukul 09.00 Wib, Dimas telah terlihat berkeliaran di Stabat Kab.Langkat.

Atas dasar itulah Syahrial melaporkan Kapolsekta Sunggal, AKP Faisal Napitupulu SIK ke Propam Polri di Jakarta. Karena menurut Syahrial, pemilikan Senjata Replika harus berdasarkan dokumen resmi. Hal ini sesuai dengan Skep Kapolri No.pol: SKEP/82/II/2004 tanggal 16 Pebruari 2004 tentang buku petunjuk pelaksanaan pengawasan dan pengendalian senjata api non organik TNI / Polri.

”Senjata Replika digolongkan sebagai senjata api, karena akibat penggunaannya dapat membahayakan bagi keselamatan jiwa seseorang dan dapat digunakan untuk melakukan kejahatan. Maka untuk pemilikannya dan penggunaannya diberlakukan seperti senjata api. Kapolri juga telah mengeluarkan TR (telegram rahasia) No.Pol : TR/1280/IX/2005 tanggal 07 September 2005 tentang tidak menerbitkan rekomendasi pemilikan senjata api bela diri non organik TNI / polri yang intinya menyatakan bahwa mulai tanggal 07 September 2005 tidak diberikan ijin kepemilikan untuk senjata Replika, karena digolongkan sebagai senjata api,” ujar Syahrial sambil memperlihatkan SKEP dan TR Kapolri tersebut.

Syahrial menambahkan, disebabkan M.Masud als Dimas mengaku-ngaku sebagai anggota intel Mabes TNI-AD, maka laporan tentang dugaan tangkap lepas tersangka kepemilikan senjata tanpa dokumen tersebut juga akan disampaikan kepada Mabes TNI-AD cq Puspom TNI-AD, pengurus Perbakin di Jakarta dan Pangdam I/BB cq serta Pomdam I/BB di Medan. (Ded)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: