Desak Tuntaskan Korupsi Langkat, Kaukus Anti Korupsi DPD RI Surati KPK


sumber : Harian Sumut Pos

JAKARTA-Dijadwalkan pada pekan depan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tergabung dalam Kaukus Anti Korupsi DPD akan mengirim surat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para senator ini akan menyampaikan dorongan ke KPK agar cepat menuntaskan kasus korupsi level daerah yang sedang ditangani KPK. Anggota Kaukus dari Sumut, DR Rahmat Shah akan menyampaikan surat resmi terkait penanganan pengusutan dugaan korupsi senilai Rp102,7 miliar di Pemkab Langkat.

“Inti surat yang akan kami sampaikan, jika KPK menemukan indikasi yang kuat terjadinya korupsi ya cepat dituntaskan. Jika memang indikasinya lemah, ya dihentikan saja, jangan berlarut-larut, biar Syamsul Arifin sebagai gubernur Sumut bisa konsentrasi membangun Sumut,” ujar Rahmat Shah kepada koran ini di Jakarta, kemarin (8/1).

Dia menjelaskan, inti materi surat yang seperti itu dia sampaikan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat Sumut di Senayan. “Tanggung jawab saya antara lain menyelamatkan uang daerah, jangan sampai dikorupsi para pejabatnya. Tugas saya adalah membantu melibas para koruptor di daerah agar pembangunan bisa berjalan lancar, uang rakyat bisa kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan-pembangunan yang tepat sasaran,” paparnya.

Saat ditanya pendapatnya pribadi mengenai kuat tidaknya dugaan korupsi dalam kasus Langkat, Rahmat hanya menjawab, “Mengambil uang APBD itu korupsi, dan mengembalikan itu berarti mengakui telah melakukan korupsi.”

Sementara, mengenai isu adanya intervensi atau backing dari pusat kekuasaan sehingga penanganan kasus Langkat di KPK berlarut-larut, Rahmat mengaku sudah menanyakan langsung rumor itu ke ’pusat kekuasaan’ yang dimaksud. Rahmat mendapat jawaban, penguasa tidak melakukan intervensi terhadap kasus ini. “Ada isu gubernur dekat dengan presiden sehingga kasus Langkat berlarut-larut, itu tidak benar. Saya sudah cek langsung. Ditegaskan, hukum harus ditegakkan,” ujar mantan Ketua Tim Sukses pasangan SBY-Boediono wilayah Sumut saat pilpres 2009 itu.

’Pusat kekuasaan’, lanjut Rahmat, juga meyakinkan bahwa tidak ada tebang-pilih dalam proses penegakan hukum di negeri ini. Kedekatan personal maupun kedekatan kepartaian, lanjutnya, tidak ada pengaruhnya sama sekali. “Seperti juga kasus Walikota Pematangsiantar, ditegaskan sama sekali tidak ada hubungannya dengan posisinya sebagai pimpinan Partai Demokrat di sana,” ujar Rahmat, sembari menyatakan, siapa yang telah ditemuinya itu, tidak perlu disebutkan namanya.

Rahmat juga menjelaskan, kedatangannya ke KPK pada pekan depan juga untuk mendorong KPK agar mengusut adanya pembekakan biaya pembangunan bandara Kualanamu hingga Rp2 triliun. Dalam pekan depan juga, Rahmat akan menemui Menteri Perhubungan (Menhub) Fredy Numberi guna membahas persoalan itu.

Sebelumnya, koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch ICW Ibrahim Fahmi Badoh menyatakan, semestinya mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin yang sudah mengembalikan uang Rp62 miliar ke kas Pemkab Langkat sudah ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya, uang yang dikembalikan itu merupkan bukti materiil yang cukup kuat bagi terjadinya dugaan tindak pidana korupsi.

“Adanya pengembalian uang itu merupakan indikasi terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah. Uang yang dikemballikan itu bukti materiil. Sudah layak kasus ini masuk ke penyidikan dan yang bersangkutan sudah layak ditetapkan sebagai tersangka,” papar Fahmi di sela-sela acara pemaparan hasil riset ICW mengenai potensi korupsi pilkada di kantor ICW, dua hari lalu. (sam)

Satu Tanggapan

  1. Terimakasih tulisannya..
    Kunjungi juga semua Tentang Pakpak di GETA_PAKPAK.COM
    http://boeangsaoet.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: