DPRD Langkat Didesak Temui KPK Soal Korupsi Langkat. PPP: Syamsul Tak Punya Etika


sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 13 Januari 2010
LANGKAT-Seratusan massa Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Langkat berunjukrasa ke DPRD Langkat, menuntut dituntaskannya kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Gubsu Syamsul Arifin, Selasa (12/1). Di Jakarta, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuding Syamsul tak punya etika politik.

Seratusan massa MPI berunjukrasa sambil membawa spanduk dan poster berisi kecaman terus merapat mendekati pintu gedung DPRD Langkat yang sejak pagi dijaga petugas Satpol-PP, Satuan Samapta Polres Langkat, Linmas dan polisi berpakaian preman. Mereka mendesak diperteukan dengan para wakil rakyat.

“Tegakkan hukum, dan tangkap koruptor Langkat yang telah membuat sengsara masyarakat,” teriak seorang pengunjuk rasa dari kerumunan.

Setelah lama berunjukrasa akhirnya 10 orang perwakilan dari MPI diperkenankan masuk ke gedung DPRD Langkat yang diterima Wakil Ketua DPRD Langkat, Suhardi Surbakti dan sejumlah anggota komisi. Mereka adalah Ketua DPK MPI Langkat, Misno Adi, Sekjen Muchlis, Marwansyah Wb, Abu Sopyan, Amri Andi, Andi Meliala, Suyatno, Sumedi, Sutejo, Syarifudin, Ali Nafiah dan Mahmud.

Pada pertemuan itu, Suhardi Adi cs meminta tuntutan mereka harus dipenuhi. “Kasus korupsi di Langkat berlangsung sejak sepuluh tahun lalu atau dimasa dua periode jabatan Syamsul Arifin menjadi Bupati Langkat. Hasil pemeriksaan atau audit PBK RI, diketahui kalau uang rakyat Langkat telah dikorupsi sebesar Rp 102 Miliar lebih sejak tahun 2000 hingga 2007,” kata Misno Adi.

“Kami juga meminta wakil-wakil rakyat di gedung ini agar mempertanyakan kasus ini kepada KPK, tentang sejauh mana proses hukumnya. Sebab kasus dugaan korupsi yang telah menyengsarakan rakyat banyak tersebut terkesan mulai melempam. Kami akan siap mendampingi atau menggawal dewan ke KPK nantinya, tentang biaya keberangkatan kami, jangan bapak pikirkan, karena MPI akan patungan mengumpulkan dana buat biaya keberangkana nantinya,” sambung Misno Adi kepada anggota DPRD Langkat.

Misno juga mengungkapkan, akibat dugaan korupsi pemimpin masa lalu, banyak pejabat yang menjadi tumbal hingga berujung tidak nyamannya lagi para pejabat bekerja.

“Kalau ini terus dibiarkan bagaimana Langkat membangun. Jadi kasus dugaan korupsi sebesar Rp 102,7 miliar yang melibatkan Syamsul Arifin harus segera dituntaskan,” pungkas Misno sembari menuding anggota DPRD Langkat periode 1999-2004 yang berjumlah 43 orang diduga ikut menerima hadiah ‘Fanther Gate’ dari Syamsul Arifin SE untuk memuluskan LPJ.

DPP PPP Desak KPK

Sementara itu, Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan salah satu partai pengusung Syamsul Arifin saat maju di pilkada Gubernur Sumut 2008 silam merasa kecewa. Pasalnya, Syamsul yang kini menjadi Ketua DPD Golkar Sumut diduga terlibat kasus korupsi APBD Langkat senilai Rp 102,7 miliar.

“Proses hukum harus jalan. Kita tunggu bagaimana nanti hasil proses hukum itu,” ujar Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali kepada koran ini di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin (12/1).

Pernyataan lebih tegas disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PPP, Chozin Chumaidy. Secara blak-blakan, Chozin mengatakan, DPP PPP sangat kecewa tatkala Syamsul menyatakan maju di Musda Golkar beberapa waktu lalu dan akhirnya terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Padahal, lanjutnya, dulu Syamsul bisa ikut mencalonkan diri di pilkada gubernur lantaran diusung oleh PPP bersama sejumlah partai lain. Saat itu, justru Golkar mencalonkan Ali Umri.

“Kami sangat kecewa karena dia balik lagi ke Golkar. Kami dulu mencalonkan dia dengan harapan, begitu terpilih dia menjadi milik seluruh rakyat Sumut. Eh, ternyata malah balik lagi ke Golkar. Kami menyesal, ternyata etika politik tak jalan,” ujar Chozin di Kantor DPP PPP.

Apa tanggapan Chozin soal kasus Langkat? Mantan Ketua Pokja Otonomi Daerah Komisi II DPR ini tidak mau berkomentar banyak. Dia hanya menegaskan, proses hukum tidak boleh berhenti. “Harus diusut sampai tuntas,” cetusnya.

Apakah desakan itu lantaran PPP kini tak punya hubungan lagi dengan Syamsul? Chozin tidak membantah anggapan itu. “Dari dulu dia memang tidak punya ikatan kepartaian dengan PPP. Dulu kami mengusung dia dengan niat baik, agar dia bisa menjadi bapak bagi rakyat Sumut, bukan milik partai tertentu saja,” ujar Chozin. Mengulangi lagi kalimatnya, Chozin meminta KPK memproses kasus dugaan korupsi APBD Langkat hingga tuntas.

Sebelumnya, desakan agar KPK cepat membereskan kasus Langkat disampaikan Rahmat Shah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tergabung dalam Kaukus Anti Korupsi DPD. Senator dari dapil Sumut itu pada pekan ini akan menyampaikan surat resmi terkait penanganan pengusutan dugaan korupsi di Pemkab Langkat.

“Inti surat yang akan kami sampaikan, jika KPK menemukan indikasi yang kuat terjadinya korupsi, ya cepat dituntaskan. Jika memang indikasinya lemah, ya dihentikan saja, jangan berlarut-larut, biar Syamsul Arifin sebagai gubernur Sumut bisa konsentrasi membangun Sumut,” ujar Rahmat Shah kepada koran ini di Jakarta, pekan lalu. (sam)

Satu Tanggapan

  1. بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ 
    اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏ 
    الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ‏  بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ 
    اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏ 
    الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ‏ 
    بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ  بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ 
    اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏  اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏ 
    الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ‏  الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ‏ 
    مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏  مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏ 
    اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏  اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏ 
    اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمَۙ‏  اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمَۙ‏ 
    صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ‏ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ‏  صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ‏ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ‏ 
    بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ  بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ 
    اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏  اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏ 
    الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ‏  الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ‏ 
    مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏  مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏ 
    اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏  اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏ 
    اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمَۙ‏  اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمَۙ‏ 
    صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ‏ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ‏  صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ‏ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ‏ 

    مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏  مٰلِكِ يَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏ 
    اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏  اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ‏ 
    اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمۙر‏  اِهۡدِنَا الصِّرَاطَ الۡمُسۡتَقِيۡمۙر‏ 
    صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ‏ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ‏  صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ‏ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ‏ 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: