Kartini Dipenjarakan Anak Sendiri


sumber : Harian Sumut Pos

Thursday, 14 January 2010

SIANTAR-Anak Durhaka! ungkapan itu akhirnya terlontar dari mulut Kartini br Sirait (50), sebagai luapan rasa kesalnya terhadap anak semata wayangnya, E br Ambarita.

Betapa tidak, anak yang keluar dari rahimnya itu tega melaporkannya ke polisi, hingga membuat wanita yang bermukim di Jalan Radjamin Purba, Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun ini harus meringkuk di sel penjara selama 4 bulan.

Rabu (13/1), tepatnya sekira pukul 11.00 WIB, Kartini akhirnya bebas dari penjara. Wanita paroh baya ini kemudian langsung mengunjungi Kantor Redaksi METRO SIANTAR (grup Sumut Pos) untuk meluapkan keluh kesahnya. Kepada awak koran ini Kartini mengungkapkan, E br Ambarita adalah anak dari hasil pernikahannya dengan mantan suaminya, Bitner Ambarita.

Kartini dilaporkan anaknya ke kantor polisi dengan tuduhan penganiayaan, dan divonis majelis hakim PN Simalungun selama 4 bulan. “Aku tak habis pikir kenapa (E br Ambarita) tega memenjarakan aku. Aku menduga ini semua karena harta warisan,” ujar Kartini menduga.

Diceritakannya, awal masalah yang dialami Kartini terjadi pada 12 September 2009 lalu. Kala itu dia terlibat cekcok dengan anaknya di areal ladang sawit seluas 25 hektare di daerah Sinambela, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, yang dikatakan Kartini adalah miliknya.

Dimana saat itu, E br Ambarita yang ditemani Simon Poltak Gultom, menantu Kartini, datang menemuinya saat sedang bekerja di ladang tersebut. Secara tiba-tiba, anak dan menantunya itu mengklaim bahwa ladang sawit tersebut bukan lagi milik Kartini, melainkan telah menjadi milik anak dan menantunya. Alasannya, keduanya telah mendapat persetujuan dari Bitner Ambarita, mantan suami Kartini.

Kata-kata itu kontan membuat Kartini naik darah. Kartini yang merasa sudah tidak dianggap sebagai ibu, kemudian berniat menampar E br Ambarita. Namun ayunan tangan Kartini meleset lantaran E br Ambarita mengelak.

Setelah itu, sang menantu yang menyaksikan peristiwa tersebut langsung membawa E br Ambarita pergi. Belakangan diketahui kalau keduanya mendatangi Mapolsek Bosar Maligas dan membuat pengaduan kasus penganiayaan.

Berdasarkan laporan itu, Kartini kemudian diperiksa. Tepatnya 15 September 2009, Kapolsek Bosar Maligas saat itu, AKP Martua Manik kemudian mengeluarkan surat penahanan terhadap Kartini. Sejak saat itu hingga Rabu (13/1) kemarin, Kartini terpaksa hidup didalam balik jeruji besi.
Kartini memaparkan, dirinya bercerai dengan Bitner Ambarita sejak 15 tahun yang lalu. Perceraian tersebut dikarenakan mantan suaminya itu telah menikah dengan wanita lain. Sejak perceraian tersebut, dirinya kerap menuntut haknya selama menjadi seorang istri dari mantan suaminya itu di Pengadilan Negeri Simalungun.

Hasilnya, setelah ditemui kesepakatan (berdamai), November 2008 lalu Kartini diberikan ladang sawit seluas 25 hektare dari 200 Hektare ladang sawit milik mantan suaminya tersebut. Selain itu, dia juga diberikan sebuah rumah di Perdagangan dan uang tunai sebesar Rp250 juta.(mag8/smg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: