Pengerjaan Proyek Fisik Amburadul, Baru Diaspal Jalan Sudah Rusak


sumber : Harian Sumut Pos

Thursday, 14 January 2010

LANGKAT-Lemahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Langkat terhadap pengerjaan proyek fisik oleh para kontraktor membuat kualitas pengerjaan proyek terkesan asal jadi. Buktinya, sejumlah proyek fisik pengaspalan jalan dan pembangunan jembatan sudah banyak yang rusak meski baru selesai dikerjakan beberapa bulan.

Amburadulnya sejumlah proyek itu bisa dilihat di Jalan Suka Makmur, Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Brandan Barat dan Jalan Bubun, Tanjung Pura yang saat ini rusak parah. Aspal jalan sudah terkelupas, kerikil kembali berserakan seperti tak pernah di aspal. Padahal, anggaran proyek pisik ini menelan biaya ratusan juta.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Langkat, Rudi Hartono Bangun, mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Dinas PU Langkat, hanya saja, Kadisnya sedang di Jakarta. “Beberapa waktu lalu, kami sudah menghubungi Kadis PU namun beliau sedang berada di Jakarta, dalam waktu dekat ini, kita akan panggil lagi,”kata Rudi kepada wartawan, kemarin.

Ditabahkan Rudi, jika nantinya, pengerjaan proyek fisik oleh kontraktor dan diawasi oleh Dinas PU ini tidak sesuai ketentuan yang berlaku, tentu akan jadi catatan bagi DPRD Langkat untuk mengambil kebijakan pada laporan pertanggungjawaban (LPj) tahunan bupati. “Kalau tidak sesuai peraturan tentu akan menjadi patokan bagi kita untuk mengambil suatu kebijakan atas kelemahan tersebut, bisa saja berdampak pada penolakan LPj tahunan Bupati Langkat nantinya,”tegas Rudi.

Terpisah, Kepala Tata Usaha (TU) Dinas PU Langkat Reza, ketika dikonfirmasi di kantornya, Rabu (13/1) mengatakan, soal keluhan buruknya pengerjaan peoyek jalan tersebut baiknya warga juga ikut mengoreksi pengerjaan terebut. “Jika melihat atau menemukan keganjilan, catat nama jalannya atau pengerjaanya apa dan dimana dan laporkan kondisinya biar kita tegur kontraktor maupun pengawasnya,”kata Reza.

TU sekaligus Humas di Dinas PU ini juga menyampaikan, jika saat ini masyarakat merasa tidak puas dengan pengerjaan rekanan, maka Dinas PU akan menampung semua keluhan masyarakat dan akan menindak lanjuti. “Kita punya waktu hingga Juni 2010 untuk tahap perawatan, jadi jika ada warga yang tak puas atau melihat pengerjaan proyek fisik yang dianggap menyimpang akan kita tindak lanjuti,”janji Reza.

Jika laporan warga itu ada, sambungnya, kita bisa langsung mengetahui siapa kontraktornya dan siapa pengawasnya, sehingga kita bisa tindak tegas keduanya. “Kontraktor harus melakukan perbaikan atas pengerjaanya, jika tidak maka akan kita diskualifikasi. Sedangkan pengawasnya akan kita berikan sanki disiplin,”tegas Reza. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: