Soal Korupsi Langkat, Kejatisu Menyalip, Sudah Mulai Penyidikan


sumber : harian Sumut Pos

Tuesday, 26 January 2010

Meski telah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tetap ‘ngotot’ mengusut dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 senilai Rp102,7 miliar. Bahkan, untuk kasus ini Kejatisu telah menerbitkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP).

Kasi Penkum Kejatisu, Edi Irsan Tarigan SH kepada wartawan, Senin (25/1) sore memaparkan, pihaknya pekan lalu telah memeriksa beberapa orang pejabat Langkat di antaranya berinisial BR. Soal SPDP, Edi mengaku pihaknya telah berkordinasi dengan Kejagung dan KPK. Untuk pemberitahuan, SPDP kasus Langkat juga telah disampaikan ke Kejagung dan KPK.

Terungkapnya kasus ini, lanjut Edi, karena adanya laporan Ketua BPK RI Anwar Nasution kepada KPK dengan surat pengaduan nomor 26/R/S/I-XXV/03/2009 bertanggal 16 Maret 2009.

Dalam laporannya kepada KPK tersebut, Ketua BPK RI menyebutkan bahwa setelah dilaksanakan pemeriksaan investigatif atas pengelolaan dan pertanggungjawaban kas daerah tahun anggaran 2000 s/d 2007 pada Pemkab Langkat, disimpulkan telah terjadi kerugian negara/daerah sekurang-kurangnya Rp102.787.739.067.

Saat ditanya bahwa kasus ini sedang ditangani KPK, Edi membenarkannya. Namun, hal itu bukan berarti Kejatisu tak punya kewenangan. Dia mengatakan, ada kasus spesifik dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp102,7 miliar itu yang ditangani Kejatisu. Hasil penyidikan Kejatisu nantinya akan disampaikan ke Kejagung dan KPK. ”Progresnya akan kita sampaikan. Dalam kasus ini pihak Kejatisu telah berkordinasi dengan pihak Kejagung dan KPK,” papar Edi.

Ditanya, apakah dengan demikian tidak terjadi tumpang tindih pengusutan antara KPK dan Kejatisu? Edi memberikan jaminan tak ada tumpang tindih pengusutan kasus itu. Sekali lagi dia mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan KPK.

Saat diminta ketegasan, apakah kasus mantan Bupati Langkat tetap ditangani KPK, sedangkan anak buahnya ditangani Kejatisu? Edi tak memberikan jawaban tegas.

Dia mengulang, bahwa sejumlah pejabat dan mantan pejabat Langkat pekan lalu telah mereka periksa. Edi juga menolak menjelaskan secara detail siapa saja mantan anak buah Bupati Langkat yang telah diperiksa selain BR.

Meski sudah menerbitkan SPDP, Kejatisu belum memeriksa mantan Bupati Langkat, Syamsul Arifin. Kemungkinan, yang akan dijerat cuma staf-staf bupati.

Seperti yang diketahui, akibat penggunaan kas daerah untuk berbagai pengeluaran yang tidak dianggarkan telah menimbulkan kerugian. Dari jumlah itu, diantaranya sebesar Rp21,5 miliar dipertanggungjawabkan seolah-olah digunakan untuk membiayai kegiatan pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD).

Selain itu, terdapat pungutan proyek yang dilakukan Dinas PU Langkat sebesar Rp8,5 miliar. Uang hasil pungutan tersebut diserahkan juga pada Bupati Langkat atau pihak ketiga atas perintah Bupati Langkat saat itu.

Berdasarkan laporan itu juga diketahui bahwa sehubungan dengan penggunaan kas daerah tersebut, mantan Bupati Langkat telah menyetor uang ke kas daerah Pemkab Langkat sebesar Rp30 miliar, yaitu sebesar Rp15 miliar pada tanggal 9 Pebruari 2009 dan sebesar Rp 15 miliar pada tanggal 16 pebruari 2009.

Kasus Bahorok Dibuka Lagi

Selain kasus APBD, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) juga tetap melanjutkan kasus dugaan korupsi dana banjir bandang Bahorok. Padahal, KPK sempat menyelidiki kasus tersebut. Kasus Bahorok ini, sudah ditangani Kejatisu sejak tahun 2004 dan hingga kini tidak ada perkembangan. ‘’Kita tetap melakukan penyidikan kasus yang sama (dugaan korupsi dana banjir bandang bahorok red). Kita juga sudah mendalami kasus dugaan korupsi dana bantuan penanggulangan pasca banjir bandar di kawasan Bukit Lawang Langkat. Dalam hal ini sudah 16 saksi diperiksa termasuk Sekdakab Langkat,’’papar Kasi Penkum/Humas Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH pada wartawan, Senin (25/1).

Dikatakan Tarigan lagi bahwa dari 16 saksi yang diperiksa tersebut di antaranya Sekretaris Daerah Langkat Surya Djahisa dan pelaksana teknisnya Suprihartini. “Kasus ini berjalan terus walaupun kabarnya KPK juga sudah melakukan pemeriksaan. Semua pejabat dan yang dianggap bertanggung jawab mengenai dana tersebut telah kita periksa termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Surya Djahisa, dan pelaksana teknisnya Suprihartini,”paparnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang kita lakukan ditemukan adanya sejumlah bukti awal, diduga dana itu tidak disalurkan dengan benar,’’tegasnya.

Edi Irsan mengaku kasus ini sendiri dibuka kembali setelah Kepala Kejati Sumut Sutiono SH menginstruksikan pendalaman kasus dugaan korupsi lama yang sempat terhenti selama lima tahun itu.

Sementera itu berdasarkan informasi yang dihimpun Sumut Pos di Kejatisu, Kejatisu dan KPK telah melakukan gelar perkara.

Seperti diketahui, Minggu tanggal 2 Nopember 2003 sekitar pukul 20.30 WIB terjadi banjir bandang di hulu sungai Bahorok Kabupaten Langkat.

Banjir Bandang tersebut memporakporandakan kawasan pemukiman penduduk dan kawasan wisata Bukit Lawang, serta menelan korban sedikitnya 150 orang tewas, dan 104 lagi dinyatakan hilang. Kerugian tersebut belum termasuk kerugian harta benda, baik kerusakan maupun kehilangan harta benda.

Hasil investigasi Departemen Kehutanan RI, menyebutkan, penyebabnya adalah penebangan hutan di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Setelah banjir dahsyat tersebut melanda, pemerintah melalui Departemen Sosial RI menyalurkan dana bantuan sebesar Rp50 miliar untuk relokasi tempat tinggal 354 rumah masyarakat sekitar yang hancur. Belakangan diketahui bahwa dana tersebut diduga tidak digunakan dengan semestinya, ditambah lagi penyidik Kejati Sumut mencium adanya dugaan korupsi dalam penggunaan dana bantuan itu.(rud)

Satu Tanggapan

  1. Mampirr, slm knal yaaa… please follow me, I’ll follow u + aq taro link u di Friends’ Links q … tq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: