Gara-gara Main Kawin-kawinan Dengan Teman, Murid SD Gemetar Dimasukkan Penjara


sumber : Pos Metro Medan

Jumat, 29 Januari 2010

LUBUKPAKAM-Tubuh Ro gemetaran, takut. Seraya mohon tak ditahan, murid kelas VI SD itu terus erat memegang tangan ibunya, saat diperiksa di Mapolres Deli Serdang di Lubuk Pakam, kemarin (28/1).

Ro, bocah 13 tahun itu, diperiksa polisi di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Deli Serdang. Di hari yang sama, Ny. Marni (35), tetangga yang mempolisikan bocah SD itu, juga mendatangi Unit PPA Polres Deli Serdang. Ditemani sejumlah polisi Polsek Bangun Purba, Marni datang guna menindaklanjuti aksi cabul yang dilakukan Ro terhadap putrinya yang masih berusia 5 tahun, sebut saja Lia.

Ceritanya, beberapa hari lalu, Ro dan Lia serta sejumlah teman sepermainan mereka, asyik bercanda di areal kebun sawit PTPN IV Adolina di Perbaungan, atau tepat di belakang rumah Marni. Saat itu, bocah-bocah lugu itu bermain kawin-kawinan. Nah, saat itu, Ro ditunjuk sebagai pengantin pria, sedangkan Lia menjadi pengantin wanita.

Meski cuma kawin – kawinan atau permainan belaka, gawatnya, saat melakukan adengan ranjang, Ro seperti melakukan aksi kawin beneran. Bocah polos itu langsung melorotkan celananya. Dan selanjutnya, disaksikan teman-temannya, tanpa malu Ro memeragakan adegan bak kawin beneran terhadap Lia. Beruntung ‘burung’ Ro saat itu masih kuncup. Karena itu, hasil adegan nyaris seperti kawin betulan itu tak sampai merusak selaput dara Lia yang dikabarkan hanya cengengesan saat alat vitalnya ‘diseruduk’ Ro.

Hasil visum dr.Martin Siregar dari RSU Deli Serdang di Lubuk Pakam, ‘serudukan’ anu Ro hanya membuat luka lecet di bagian bibir alat vital Lia. Sialnya, meski hanya lecet, orang tua Lia yang akhirnya tahu setelah curiga mendengar putrinya meringis saat dimandikan, langsung melapor Ro ke polisi. Sebelumnya, Marni sempat menyerahkan masalah pelecehan terhadap puteri itu pada aparatur desa tempat tinggalnya di Bangun Purba. Tapi karena tak berujung kesepakatan, Marni akhirnya mempolisikan Ro.

Ro sendiri saat diperiksa polisi, tak membantah tuduhan Marni. “Aku cuma main-main kok Pak, lagian aku juga gak tahu kalo main kawin-kawinan itu gak boleh dan bisa dipenjara,” celotehnya pada polisi penyidik, sambil terus memegangi tangan ibunya. Ro menjawab pertanyaan polisi dengan benak disesaki rasa takut terhadap ancaman penjara kepadanya.

Atas kasus ini, hingga kemarin Kanit PPA Polres Deli Serdang, Ipda Devi, tak bersedia komentar. Sementara, Kasubnit PPA Polres Deli Serdang, Aiptu KC Siagian, mengaku menerima kedatangan penyidik dari Polsek Bangun Purba bersama Ro dan ibunya, serta Lia dan ibunya, Marni.

Awalnya, kedatangan penyidik hendak melimpahkan berkas BAP kasus Ro terhadap Lia. Tapi karena belum lengkap, BAP itu belum diterima. Menurut Aiptu Kc Siagian, sejak kasus ini disidik, pihak Polsek Bangun Purba tidak menahan Ro. (pasta)

13 Tanggapan

  1. Sebaiknya aparat kepolisianlah yang dipenjarakan. Hal ini terjadi karena aparat bermain mata dengan para pengedar FILM PORNO, orang dewasa banyak yang rusak….bikin sinetron rusak….KPPI nda ada guna……

    Jangan pernah mengorbankan masa depan anak-anak kita…..

  2. mungkin tdk hanya di sumatera pak, di jawa, di daerah kelahiran saya juga ada kasus seperti itu, tp ga sampai pengadilan..klo boleh berpendapat, masalah itu lebih kepada pembinaan moral masyarakat dan anak-anak yang kurang mengenai masalah seksual…perlu melibatkan banyak pihak seperti dinas kesehatan dan pemuka agama setempat..bukan penyuluhan hukum

  3. itu gawwwwwwwwwaaaaaaaaaaaatttttttttttttt betul, bocah 13 tahun itu, diperiksa polisi di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Deli Serdang. Di hari yang sama, Ny. Marni (35), tetangga yang mempolisikan bocah SD itu, juga mendatangi Unit PPA Polres Deli Serdang. Ditemani sejumlah polisi Polsek Bangun Purba, Marni datang guna menindaklanjuti aksi cabul yang dilakukan Ro terhadap putrinya yang masih berusia 5 tahun, sebut saja Lia.

  4. begitu gawat nya lah sudah Perbaungan tu…kembalikanlah anak2 tu ke jalan agama..jgn di biar kan sesat macam yg sudah tua2 tu…didik yang betul..apa kerja tokoh2 masyarakat disitu?????..cuman sibuk undangan dan nonton kibot aja ??..TERKUTUKLAH KELIAN SEMUA.

  5. gwt

  6. Jangan biarkan anak-anak kita, menjadi korban pencabulan di bawah umur, karna anak2 itulah GENERASI PENERUS kita nanti ?

  7. Seharusnya sebagai orang tua harus menjaga putra-putri kita maka tak terjadinya masalah PENCABULAN anak di bawah umur ??

  8. Wah,wah,wahhh,betul2 kurang pendidikan,bukan anak2 itu yg kurang pendidikanx tetapi orang tua mereka yg kurang pendidikanx,habisx mngkin bapakx sibuk kerja atau ibux yg disibukkan dengan arisan,sehingga moral anak mengenai sex dia tdk tahu apa apa,apalagi mungkin disana beranix nangkap anak kecil yg tak tahu masalah sex,sedangkan pengedar kaset porno ditempat itu leluasa mnjalankan bisnis haramx,sehingga berdampak pada anak2 kecil
    intinya mungkin disana,polisix sdh tutup mulut klu sdh disuapi duit
    betul2 polisi mata duitan

  9. Itu yg s’lah adlh ortunya,tuh anak kurang di awasin jdi bgitu……!!!

  10. astaghfirullah

  11. dasar orang2 CC(cabul community) anak2 13 thn aja udh pintar kwn2 nan apa lgi yg udh smp wow apa jdix indonesia ini ntix

  12. Hem tp enak tenan lo jika dimasukin beneran deh

  13. bu ajih idah: saya ibuh ajih idah menggucapkang bayak terimah kasih ke pada aki joko yg tlah bayak membantu saya dalam semua masalah saya sprt mslh judi togel dan d lilit hutang semuax sudah ter atasi jika anda ingin sprt saya dan bnr2 mau lepas dr penderitaan silahkang hbg aki joko d nmr brkt 082314555708 d jamin terbukti tampa mahar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: