Dua Kali Terima DAK, Perpustakaan Diabaikan


sumber : Harian Sumut Pos

Thursday, 4 February 2010

Melirik Sekolah-sekolah Penerima DAK di Langkat

Dua siswa sedang membaca buku di perpustakaan SDN 057215 Paya Rengas, Kec. Hinai, Langkat yang tampak berantakan. walau 2 kali terima DAK yaitu tahun 2007 dan 2009, Kasek Sekolah tersebut tidak juga membangun perpustakaan


Untuk menunjang minat baca pelajar, sebagian sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK) tahun 2009 di Langkat, membangun sarana perpustakaan dengan megah dan penuh keratifitas agar para siswa tertarik mengunjungi perpustakaan.

Tapi lain halnya dengan SDN.057215 Paya Rengas, Kecamatan Hinai. Meski menerima DAK sebanyak dua kali tahun 2007 sebesar Rp250 juta dan tahun 2009 sebesar Rp210 juta, perpustakaan di sekolah ini tetap kumuh dan berantakan. Bahkan, sebagian murid enggan memasuki perpustakaan. Sebab, tumpukan debu dan binatang-binatang kecil banyak menghuni perpustakaan.Ketika wartawan koran ini, Rabu (3/2), berkunjung ke perpustakaan SDN 057215, tak ada satu siswa pun memasuki perpustakaan. Para murid mengaku, perpustakaan mereka tak layak huni dan kotor. “Malas ah, perpustakaanya kotor,” ujar seorang murid saat dimintai pendapat.
Perpustakaan sekolah ini hanya berukuran 3×4 meter. Di dalamnya hanya tersedia 1 buah meja dan 2 kursi bagi siswa yang ingin membaca buku di dalamnya. Selain itu, ruang perpustakaan seperti tak pernah diurus. Puluhan hingga ratusan koleksi buku pelajaran berserakan tak beraturan.
Bahkan, untuk membedakan buku pelajaran antar kelas sangat sulit, sehingga siswa terpaksa membongkar satu per satu koleksi untuk menemukan buku yang diinginkan.

Arif dan Dian, pelajar kelas IV SD yang kebetulan ingin mencari buku pelajaran Bahasa Inggris, sempat kewalahan mencari buku tersebut. Mereka berulang kali keluar masuk perpustakaan karena hampir seluruh koleksi buku dipenuhi debu. Tapi, berkat kerja keras, mereka akhirnya berhasil menemukan buku yang diinginkan itu.
Melihat kondisi perpustakaan itu, wartawan koran ini menyambangi pihak sekolah. Sayang, Kepala Sekolah SDN tersebut tidak berada di tempat. Menurut guru-guru di sekolah itu, Kepsek tengah mengikuti rapat di Dinas Pendidikan. “Bapak belum masuk dari tadi pagi, katanya sedang rapat di kantor Dinas,” kata seorang guru.

Terkait DAK tersebut, seorang guru yang mengaku bernama Wiyono menyebutkan, perpustakaan sekolah tidak masuk dalam bestek pengerjaan DAK. “Setahu saya, kalau perpustakaan tidak masuk dalam bestek pengerjaan DAK,” ujarnya.
Terpisah, perpustakaan di SDN 056013 Paya Rengas, Kecamatan Hinai yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari SDN 057215, malah memiliki perpustakaan megah dan mewah. Setiap sudut ruangan penuh dengan koleksi buku dan pernak-pernik guna menarik minat baca siswaa. Padahal, mereka hanya menerima bantuan DAK tahun 2009 sebesar Rp210 juta. (ndi)

Terlihat 2 orang siswa bermalas-malasan membaca buku di perpustakaan di SDN 057215 Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Langkat. Walau telah menerima 2 kali DAK yaitu tahun 2007 dan 2009, Kasek Awaluddin tidak membangun perpustakaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: