Mengikuti Cerita TKW Asal Secanggang, Tangan Digari, Kepala Disetrum Polisi


sumber : harian Sumut Pos

Tuti, TKS asal Secanggang, Langkat yang disiksa majikan dan polisi Malasyia itu

Hartuti Handayani (24), warga Dusun IV, Desa Tanjung Ibus, Secanggang, Langkat, tampak bingung saat dibawa aktivis Pemberdayaan Perempuan (PP) membuat pengaduan ke Polres Langkat, Kamis (11/2), atas penganiayaan dan penipuan yang dialaminya saat berangkat dan berada di Negeri Jiran, Malaysia

M AFFANDI, Langkat

Pengaduan Tuti, sapaan akrab Hartuti, berawal dari penyiksaan yang diterimanya dari majikan saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) selama tiga bulan di Malaysia.

Tuti menceritakan, awalnya ia bekerja di rumah Usman Hasibuan di kawasan Gaperta Medan. Baru satu bulan bekerja ditempat ini, Tuti mendapat tawaran dari Hasminan Siregar, warga Stabat, untuk bekerja di Malaysia. Saat itu Hasminan mengaku mampu memberangkatkan Tuti tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Tuti dijanjikan kerja sebagai PRT dengan gaji 500 ringgit per bulan.

Tuti tidak begitu tertarik apalagi majikannya meminta agar dia tetap di Medan dan segala biaya yang telah dikeluarkan buat pengurusan surat-surat akan diganti Usman asal Tuti tidak berangkat. Tapi karena terlanjur mengiayakan Hasminan, akhirnya Tuti berangkat.

Tanggal 1 September 2009, tibalah Tuti di Selanggor-Syah Alam atau tepatnya di Seksen VII Syah Alam. Di sini Tuti bermajikan Syarifah Hindon dan Syech Alwi, mantan hakim di Singapura. Hari pertama di rumah majikannya, Tuti belum diperlakukan bukan-bukan. Tapi beberapa hari kemudian Tuti mulai disuruh macam-macam. “Waktu itu saya disuruh menghapal menu masakan setiap hari, mulai sarapan pagi, makan siang dan malam,” ujar Tuti.

Menurut Tuti hal itu masih wajar. Namun, selanjutnya Tuti mulai diperlakukan sesuka hati. Perbuatan kasar tak hanya dilakukan majikan perempuan, tapi juga anak majikan bernama Fara Syariah.

Paling menakutkan, Tuti pernah dikurung berhari-hari di sebuah kamar yang di dalamnya terdapat kepala tengkorak manusia. Di dalam kamar itu, tubuh Tuti diikat seperti pocong. Menurut majikan, Tuti akan dijadikan tumbal untuk penyembuhan ibu majikan yang sedang mengidap kanker.
Menurut Tuti, penyiksaan diduga dilakukan karena dia mengetahui banyak rahasia keluarga itu. Fara Syairah sebenarnya bukan anak kandung keluarga itu, tapi anak tiri. “Majikan pria keturunan datuk (petinggi) di Malaysia, aku tahu karena dia sering membawa wanita simpanan ke rumah. Sedangkan majikan perempuan mencurigai aku selingkuh dengan suaminya,” ujar Tuti.

Tuti mengaku setiap saat meminta perlindungan kepada Allah. “Setiap saat saya terus berzikir agar bisa keluar dari rumah itu. Dari si tulah saya merasa arwah ibu datang dan membawa saya lari dari rumah,” akunya.

Saat berusaha kabur, Tina ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDM). Bukan perlindungan hukum yang diterima, tapi Tuti malah digari dan dimasukkan ke dalam sel. Penyiksaan berlanjut oleh petugas PDM tadi. Dengan tangan digari, Tuti didudukan di sebuah kursi dan kepalanya disetrum dan pingsan.

Saat sadar, Tuti sudah berada di Tanjung Balai, Asahan. “Setelah kejadian itu, saya nggak sadar, tahunya setelah di Tanjung Balai, katanya ada orang Tanjung Balai yang menyelamatkan,” kata Tuti.

Kabag PP Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) Langkat Rina mengatakan, pihaknya hanya membantu korban mendapatkan perlindungan hukum. Pihaknya berharap, petugas kepolisian bersedia mengusut calo TKW yang telah menelantarkan Tuti.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat Iptu Rasoki Harahap mengaku belum dapat membuat berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap korban. Sebab, dokumen (paspor) korban masih berada di Tanjung Balai. “Pengaduannya kita terima, tapi BAP belum bisa dibuat mengingat dokumen milik korban belum lengkap,” ujar Rasoki. (*)

2 Tanggapan

  1. udah banyak kejadian seperti ini, malah yang lebih parah sampai meninggal. tapi kenapa pemerintah masih berniat mengirimkan TKI ke sana?

  2. Ada satu kejadian lagi di kecamatan secanggang, di Desa Perkotaan, Dusun I Bantenan, seorang anak yang jadi TKI di malaysia diperkosa, dirampok dan di letakkan di sudut jalan Kota Batam (konon anak ini diperkosa dan dirampok oleh warga negara malaysia), kini telah sampai dirumahnya menjadi gila dan sekarang ini tidak ada perhatian dari pejabat pemerintah yang terkait.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: