Tuti Korban Penyiksaan di Malasyia, Dijuluki Ular Lidi karena Kurus


sumber : Harian Sumut Pos

DIALOG: Nuraida Ngogesa Sitepu dan rombongan saat berdialog dengan Hartuti Handayani di rumahnya Dusun IV Desa Tanjung Ibus Secanggang, kemarin (15/2). // afandi /sumut pos

Curhat Hartati Handayani, TKW Korban Penyiksaan Majikan ke Nuraida Ngogesa Sitepu

Trauma dan putus asa. Hal inilah yang dialami Hartuti Handayani (24), warga Langkat yang menjadi korban kekerasan oleh majikannya saat mengadu nasib di Malaysia. Seperti apa kondisinya sekarang?

SENIN (15/2), istri Bupati Langkat, Nuraida Ngogesa Sitepu berkunjung ke rumah Hartuti Handayani (24) di Dusun IV Desa Tanjung Ibus Secanggang. Kunjungan itu disambut hangat oleh keluarga Hartuti Handayani.

Kepada Nuraida Ngogesa Sitepu, Hartuti menceritakan pengalamannya selama mengadu nasib di Malaysia. Dia berharap ada perubahan moral dan mental terhadap pekerja-pekerja Indonesia agar tidak disepelekan saat merantau ke luar negeri.

Tuti, pekerja Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, dianggap super power (hebat), sehingga dipekerjakan seharian penuh (24 jam). “Maunya moral dan mental pekerja Indonesia ini dirubah, agar tidak disepelekan di Malaysia,” ungkapnya.

Setelah mengungkapkan keinginannya, sedikit demi sedikit wanita keturunan Jawa ini mulai menceritakan kisah pahitnya kepada Nuraida. Dia mengaku, kalau dirinya dianiaya seluruh anggota keluarga majikannya dan petugas kepolisian Malaysia.

Bahkan, Hartuti menyatakan rasa syukurnya, karena bisa selamat dan kembali ke tanah kelahirannya setelah disekap dan dipenjarakan di Malaysia . “Syukur Allah masih membantu saya untuk bisa meloloskan diri dari sana, padahal saya sudah pasrah dengan kondisi saya saat itu,” kenangnya.
Saat ditahan Polisi Diraja Malaysia (PDM), Hartuti sempat dijuluki si ular lidi. Karena, saat berada ditahanan, dia sempat menjadi nara sumber di salah satu surat kabar lokal sebagai imigran berpaspor mereh (tak resmi).

“Kalau di Malaysia, saya dibilang petugas kepolisian ular lidi, karena badan saya yang kurus langsing dan banyak bicara. Kebetulan kan saat ditahan, saya menjadi salah satu nara sumber di sebuah surat kabar lokal di Malaysia,” katanya

Meski sempat disebut sebagai ular lidi, namun sebutan itu menjadi berkah bagi Hartuti, sebab peristiwa tragis yang dialminya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Langkat. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: