Tangkap dan Ikat Warga Isap Ganja – Oknum LSM Dilaporkan ke Komnas HAM


sumber : Harian Global

Written by M Arfan Lubis
Tuesday, 23 February 2010 07:24

Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Senin (22/2) melaporkan tiga oknum berinisial US, IW dan BY, ketiganya warga RT. 01/02, Desa Pematang Tengah, Kec. Tanjungpura, Kabupaten Langkat. yang mengaku-ngaku sebagai anggota Intelijen Badan Narkotika Nasional Lembaga Missing Reclasseering Republik Indonesia (BNN LMR-RI) ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Dalam laporan pengaduan yang tertuang dalam surat nomor :84/K-SEMAR/II/2010, tanggal 22 Februari 2010 dan tembusannya disampaikan kepada Kapoldsa Sumut, Kapolres Langkat, Kajari Stabat dan Ketua Pengadilan Negeri Langkat, K-SEMAR minta agar Komnas HAM berkoordinasi dengan Polri melakukan proses hukum terhadap ketiga oknum LSM tersebut, sebab perbuatan mereka jelas sangat bertentangan dengan UU RI No.39 Tahun 1999 Tentang HAM dan UU RI No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP.

Pasalnya, ketiga oknum tersebut pada hari Minggu tanggal 31 Januari 2010 lalu, sekira pukul 22.00 WIB telah melakukan penangkapan layaknya petugas kepolisian yang diberi kewenangan oleh Undang-undang terhadap seorang warga bernama Ilhamsyah (29), warga RT. 01/02, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat. Ketiga oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut menangkap dan mengikat Ilhamsyah mempergunakan seutas tali plastik dengan alasan bahwa Ilhamsyah terlihat mengisap ganja di depan rumahnya.

“Walaupun mereka menyerahkan Ilhamsyah ke Polsek Tanjungpura beserta barang bukti setengah linting rokok yang diduga berisi ganja, namun ketiganya diduga telah melakukan pelanggaran HAM disebabkan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan proses penindakan hukum seperti penangkapan dan penahanan sebagaimana yang dimiliki Polri sebagai penyidik tunggal tindak pidana umum. Intinya, kita sangat mendukung program pemerintah dalam membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya termasuk proses penangkapan terhadap para penggunanya sepanjang dilakukan oleh penegak hukum yang berwenang dan sesuai dengan prosedur hukum serta ketentuan undang-undang yang berlaku,” beber Togar Lubis kepada wartawan, Senin (22/2) di Stabat.

Menurut Togar Lubis, akhir-akhir ini di Langkat sangat banyak berkeliaran oknum-oknum LSM yang mengaku-ngaku sebagai anggota intelijen sehingga menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi sebahagian anggota masyarakat. Salah satu contoh, kata Togar, adalah oknum Ketua ICW Langkat yang pernah mengaku sebagai anggota intelijen Mabes TNI-AD kepada polisi yang sedang melakukan razia di tempat hiburan malam karena kedapatan membawa senjata genggam jenis air softgun di pinggangnya.

Namun Togar Lubis juga mengaku heran mengapa polisi terkesan bersikap sengaja membiarkan hal-hal tersebut diatas terjadi, padahal Polri saat ini sedang gencar-gencarnya memburu para tersangka teroris.
“Teroris dalam pengertian yang lebih luas bukan hanya perbuatan dalam bentuk aksi meledakkan gedung atau hotel, tapi termasuk setiap perbuatan yang dapat menimbulkan rasa ketakutan bagi masyarakat atau kelompok masyarakat. Kita juga tidak dapat memahami relevansi dan urgensinya membentuk bagian bernama intelijen dalam sebuah LSM,” jelas Togar Lubis.

M ARFAN LUBIS | GLOBAL | LANGKAT

Satu Tanggapan

  1. Tindakan main hakim sendiri seperti ini tak kalah jeleknya dengan menjadi pengguna narkoba itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: