Terkait Perda jadi Tameng Pungli di Jembatan Timbang Gebang, Tanggung Jawab Dishub Sumut Ditagih


sumber : pos Metro Medan

Kamis, 25 Februari 2010
GEBANG-Terungkapnya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum petugas Unit Jembatan Timbang UPPKB Gebang I Sumut, mendapat reaksi dari Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut. Mereka menilai, tindakan merugikan negara ini merupakan tanggung jawab Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishubsu).

“Akibat ulah para oknum itu, milliaran rupiah yang seharusnya menjadi PAD hilang, dan masuk ke kantong pribadi oknum pejabat institusi itu. Karenanya, pihak berwenang yakni KPK, BPK dan Kajari Langkat turun memeriksa,” ujar Togar Lubis, kordinator K-SEMAR, Selasa (23/2) lalu di Stabat, ketika didampingi ketua LSM TOPPAN-RI Langkat, Rusli Sinaga.

Dia menambahkan, pengungkapan kasus itu semata-mata menyahuti program pemberantasan KKN di seluruh jajaran dinas. Jika tidak terjadi KKN di jembatan timbang UPPKB Gebang Sumut I, maka perlu dilakukan klarifikasi resmi. Namun jika ada tanda-tanda dugaan KKN, maka pihak terkait harus memberikan tindakan tegas.

Dishub Propsu Sumbang PAD Rp1 M

Sejak diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) No 14/2007 tentang pengendalian kelebihan muatan angkutan barang pada Februari 2008 lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara berhasil menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak hampir Rp1 miliar per bulan.

Mulai Februari hingga Mei 2008, PAD yang disumbangkan Dishub Provsu mencapai Rp3,8 miliar. Menurut LSM K-SEMAR dan TOPPAN–RI, saat dipimpin Drs Naruddin Dalimunthe MSp, Dishub Provsu berhasil menyumbangkan PDA sebesar Rp3,8 miliar dari Rp6,5 miliar yang ditargetkan dari 13 jembatan timbang di Sumut.

Khusus dari Jembatan Timbang Gebang, PAD yang disumbangkan pada Februari 2008 sebesar Rp906,8 juta, Maret sebesar Rp927,7 juta, April sebesar Rp996,8 juta dan Mei sebesar Rp999,9 juta. Artinya, realisasi penerimaan PAD hingga Mei 2008 mencapai Rp 5,06 miliar. PAD itu diperoleh dari 16 kabupaten/kota, pengujian kendaraan bermotor, pengujian trayek, pengujian jasa ketata usahaan, Perda No 14/2007 (kelebihan muatan dan retrbusi sewa gudang) dan jasa postel.

Namun, sampai sat ini seolah Kepala Dinas Perhubungan tingkat I Sumut tidak ada tindakan tegas seolah tutup mata terhadap kinerja petugas di jembatan timbangan UPPKB Gebang yang begitu beringas melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para sopir lintas Aceh-Medan maupun sebaliknya yang selalu dirugikan sehingga mereka merasa tertindas oleh petugas di jembatan timbang UPPKB Gebang I Sumut .Resahnya para sopir tersebut, petugas masing-masing terdiri dari lima grup A-E ini selalu meresahkan para sopir saat melintasi dijembatan timbang UPPKB Gebang. Pasalnya dengan berdalih Peraturan Daerah (Perda), petugas kesempatan menjadi tameng untuk melakukan pungli terhadap sopir yang melebihi muatan yang diijinkan (JBI).

Sesuai Perda, jembatan timbang UPPKB Gebang tidak komit melakukan tindakan terhadap kelebihan muatan yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku sesuai Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Sumatera Utara (Sumut), nomor 14 tahun 2007 tentang penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari denda retribusi kelebihan muatan telah diingkari oleh (petugas-red) tersebut.(jok)

3 Tanggapan

  1. Persoalan pungli di jembatan timbang sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Hanya saja sangat sulit membuktikan bahwa terjadi pungli disana disebabkan kedua belah pihak, pengusaha angkutan dan petugas, sama-sama “bermain mata” dalam hal ini.
    Untuk itu, perlu informasi tambahan dan lengkap untuk bisa mengungkapkan pungli tersebut, khususnya di jembatan timbang Gebang, agar dapat diproses lebih lanjut.

  2. pungli di daerah lain masih ada beberapa, bisa karna penyakit “kemiskinan” rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: