Desak Umri-Rini Rujuk Pendemo Dibayar Rp20 Ribu


Sumber : Pos Metro Medan

Selasa, 2 Maret 2010
BINJAI-Konflik gugatan cerai Hj. Rini Sofyanti terhadap suaminya. HM. Ali Umri SH MKn, kemarin (28/2) memasuki cerita baru. Setelah penggugat dan tergugat tak lagi adu opini di media massa, giliran puluhan massa mendatangi DPRD Binjai dan mengaku tak ingin keluarga nomor satu di kota rambutan itu bubar. Benarkah itu murni dari nurani warga?

Pengakuan sejumlah orang yang ikut demonstrasi itu, setidaknya telah meragukan kemurnian aksi demo massa menamakan diri Solidaritas Masyarakat Binjai (SOMAI) itu. “Kalau kami bicara jujur, ya… sebenarnya ngapain sih ngurusin masalah cerai orang!? Tapi karena kami dikasih uang Rp 20 ribu per orang, kan lumayan untuk tambahan belanja. Sekarang kan susah cari uang, makanya begitu ada tawaran ya ikut aja,” kata seorang ibu rumah tangga, setelah POSMETRO MEDAN berhasil meyakinkan identitasnya tak akan turut ditulis di koran.

“Kami diberi uang oleh si…,” kata demonstrans yang lain dan menyebut inisial AK sebagai pemberi duit. AK selama ini dikenal dekat dengan keluarga Umri – Rini. Sayang, hingga kemarin dia belum bisa dihubungi POSMETRO MEDAN.

“Kenapa bisa terjadi, angin mana yang datang sehingga ini terjadi, “Apakah perceraian Pak Ali Umri dan Bu Rini Sofyanti benar-benar murni dari hati Bu Rini atau ada pihak luar yang diduga sengaja memperkeruh suasana Binjai?” celoteh Ahmad Sofian, koordinator aksi demo itu, lewat miknya.

“Perceraian Pak Umri dan Bu Rini,” sambungnya, ibarat ketidak-akuran antara eksekutif dan legislatif. Alasan Bu Rini minta cerai karena tersiksa batin selama 12 tahun, apakah itu benar? sementara kita tahu Bu Rini dari sejarahnya adalah wanita biasa yang jumpa dengan Pak Umri.”

Pun begitu, demo tak jamak ini tetap diterima Ketua DPRD Binjai, Haris Harto.

“Karena ini menyangkut perceraian dan yang disoal merupakan anggota Golkar, alangkah baik disampaikan langsung kepada Ketua Golkar Binjai, kebetulan yang bersangkutan lagi berada dalam ruangan ini,” kata Haris Harto. Usai mendapatkan keterangan dari Ketua Golkar Binjai, massa pun membubarkan diri, kembali ke rumah masing-masing.

Soal demo massa sebagian mengaku dibayar ini, Koordintor Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-Semar) Sumut, Togar Lubis, mengaku aksi itu salah kaprah. “Terlepas dari persoalan pribadinya, gugatan cerai yang dilakukan Hj. Rini itu sah-sah saja dan wajar, bahkan memberikan pandangan kepada publik tentang keberaniannya mengungkap apa yang dirasakannya. Gugatan cerai adalah hak setiap warga negara perempuan yang sadar hukum. Jadi masyarakat jangan mudah terpancing dengan diberikan sesuatu yang berujung kepada pembodohan dan pemanfaatan dari orang-orang yang diduga mempunyai kepentingan,” beber Togar.(aswin)

Satu Tanggapan

  1. Assalamu alaekum wr.wb. Numpang baca bro.., liat liat ya n salam kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: