Kanit Lantas Tanah Karo Dipukuli Sampai Pingsan, Dipicu Rebutan Anak dengan Istri dan Mertua


Sumber :Pos Metro Medan

Senin, 1 Maret 2010
KABANJAHE-Kanit Satlantas Polres Tanah Karo, Iptu Siswaya (45) mengaku dianiaya keluarga pihak istri. Perwira polisi ini terkapar setelah dipukuli saat berusaha mempertahankan kedua anaknya yang dibawa paksa dari rumahnya.

Kabar penganiayaan ini menghebohkan jajaran kepolisian Polres Tanah Karo. Apalagi, setelah penganiayaan itu, Iptu Siswaya yang memang kondisi kesehatannya sudah menurun, harus diopname selama seminggu di RS Efarina Etaham.

Peristiwa ini terjadi Sabtu (20/2) silam di depan rumah Iptu Siswaya, Komplek Graha Mandala Kabanjahe. Seperti keterangan orangtua angkat Iptu Siswaya, H Mulia Purba, saat Iptu Siswaya menonton TV, tiba-tiba dilabrak istrinya, Mulina Sari Br Ginting bersama mertuanya, Nilai Br Tarigan dan adik iparnya, Erik Ginting.

Tanpa tedeng aling aling, mertua Iptu Siswaya menyatakan hendak membawa cucunya. Awalnya Iptu Siswaya tak setuju. Namun sambil mencoba menenangkan diri, Iptu Siswaya memberikan kebebasan agar kedua anak mereka, Rama dan Widya, menentukan pilihan.

Istri korban setuju lalu menanyakan hendak ikut siapa. Namun ternyata jawaban kedua bocah itu terbelah. Si sulung Rama mengatakan ikut ibunya, sedangkan si bungsu, Widya ikut bapaknya.

Nah, sesuai penuturan H Mulia Purba, setelah itulah suasana rumah kisruh. Pihak keluarga istri korban mulai mengeluarkan kata-kata tak senonoh sambil berlari membawa kedua anak korban ke dalam mobil adik ipar korban yang diparkir depan rumah.

Tak rela anak anaknya dibawa begitu saja, Iptu Siswaya yang pernah menjalani operasi tumor otak tahun 2007 lalu ini berusaha menghalangi dengan menahan istrinya yang duduk di samping sopir. Kedua putrinya memang sudah dimasukan ke dalam mobil.

Tapi setelah itu, tetangga korban bernama Nanda mengaku melihat Iptu Siswaya dipukul dari belakang. Seketika korban roboh. Tak berhenti sampai di situ, Iptu Siswaya kembali dipukuli hingga terjerembab di rumput dekat parit yang berjarak sekitar 5 meter dari posisi terakhir mobil. Aksi pemukulan baru berhenti setelah tetangga korban berusaha menahan Erik, adik ipar korban. Uniknya, kata Nanda, malah mertua korban yang meminta tolong.

Sementara itu menurut Beni Sembiring, salah seorang yang ikut mengantarkan Iptu Siswaya ke RS Efarina Etaham, korban sudah tak sadarkan diri terjatuh di dekat parit. Sedangkan istri dan mertuanya tancap gas meninggalkan korban yang sudah berdarah-darah.

Uniknya, setelah peristiwa itu, keluarga dari pihak istri malah mengadukan Iptu Siswaya ke Polres Tanah Karo dengan laporan telah menganiaya mertuanya. Begitupun belum ada komentar resmi dari Iptu Siswaya karena sampai kemarin masih dirawat di rumah sakit. Namun untuk mengetahui peristiwa sebenarnya, rencananya hari ini, Senin (1/3), Iptu Siswaya akan membuat laporan ke Polres Tanah Karo terkait penganiayaan yang dialaminya.

“Kita pasti akan laporkan masalah ini karena kita tidak mau kebenaran diputarbalikkan,“ ujar H Mulia Purba.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Lukmin Siregar mengatakan kalau pihaknya sedang mendalami proses ini. Begitupun, Lukmin belum bersedia memberikan keterangan.

Sementara itu, upaya konfirmasi menemui keluarga pihak istri gagal karena POSMETRO tak mengetahui keberadaan pihak istri. (nanang/amry)

Satu Tanggapan

  1. Lebih baik didamaikan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: