Hadapi Syamsul Arifin, KPK tak bertaji


sumber : http://apakabarsidimpuan.com

Posted by Pahompu on Tuesday, March 9, 2010 at 12:01 am. 0 Comments.
WASPADA ONLINE

(Waspada Online/Aldamora Hutasuhut)

MEDAN – Kasus dugaan korupsi banjir bandang dan penyalahgunaan kas daerah tahun 2007 oleh pemerintahan kabupaten Langkat sebesar Rp102,7 miliar yang menyeret sosok Syamsul Arifin sebagai pejabat bupati Langkat di kala itu, dinilai stagnan. Hal ini dikarenakan Komisi Pemberantasan Korupsi belum juga melakukan kordinasi untuk mempercepat proses penyidikannya.

Sedangkan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyatakan, penanganan kasus dugaan korupsi tersebut sudah dalam tahap penyidikan, termasuk sudah memeriksa sejumlah saksi yang terlibat dalam kasus. Namun, Kejatisu belum dapat menetapkan tersangka karena masih menunggu tambahan data-data yang kini dipegang KPK.

Di lain pihak, KPK justru menyatakan seharusnya Kejatisu yang lebih dulu melakukan pengusutan kasus tersebut bisa mengambil sikap terlebih dahulu, tanpa harus menunggu KPK. Sebab, Kejatisu sudah masuk dalam proses penyidikan. “Toh, mereka khan sudah, artinya sudah cukup kuat untuk menetapkan tersangkanya. Kalau sudah naik statusnya ke tingkat itu, berarti khan sudah cukup buktinya,” jelas Johan Budi, kepada Waspada Online, malam ini.

Menanggapi lambannya penanganan kasus dugaan korupsi yang menimpa orang nomor satu di provinsi Sumut ini, menurut kordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marjinal Sumatera Utara, Togar Lubis, aparat penegak hukum antara Kejatisu-KPK tampaknya saling melempar bola.

”Kok sesama aparat penegak hukum saling lempar bola, dan seolah-olah tidak berani berbuat apa-apa, hanya sekedar seremonial hukum belaka,” tegas Togar.

Ia juga sangat heran melihat kinerja KPK yang selama ini sudah menjadi harapan dan tumpuan publik dalam memberantas korupsi di negeri yang sudah mengalami endemi korupsi. Dalam menindaklanjuti dugaan kasus korupsi di Langkat, ia menilai KPK seperti tidak bernyali dan kehilangan taji untuk segera menyeret sosok Syamsul Arifin ke meja persidangan.

”Tampaknya untuk kasus Langkat, KPK kurang benyali dan tak punya taji,” ungkap Togar.

Ia juga menambahkan, jika KPK masih dipimpin oleh pelaksana tugas ketua KPK saat ini, maka tipis harapan kasus gubernur Sumut sekaligus penjabat walikota Medan itu segera tuntas. ”Sebab mungkin disinyalir ada suatu ’benang merah’ yang sulit untuk diurai,” ujarnya.

Aktivis LSM ini juga melihat ada pihak-pihak yang sengaja untuk menghambat proses penyidikan ke tahap penuntutan ke meja hijau, sehingga diduga masih ada kemungkinan pihak-pihak lain untuk mengulur waktu guna mendapatkan deal-deal tertentu. ”Kita heran kenapa KPK kok tidak seperti yang diberitakan oleh media selama ini, yang begitu ’buas’ perang versus koruptor, tapi kok untuk kasus Langkat ini seperti tak bertaji,” ujarnya lagi tak habis pikir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: