Datuk Juga Sedang Lapar


sumber : /www.koran-politik.com

“KOK baru tahu? Dari dulu orang sudah tidak percaya. Orang pilih dia karena lawak-lawaknya. Anda saja yang percaya cakap Da­tuk. Sekarang Datuk juga se­dang lapar. Tak percaya? Tanya sa­ma Kadis-Kadis (kepala dinas-red)”.

Tidak hanya itu. Pengirim ke­mu­dian melanjutkan SMS kedua yang isinya; “tak percaya tadi Datuk lapar? Kirim makanan, pasti diteri­ma kirimannya dan dimakannya”.

Inilah pesan singkat (short message service-SMS) dari 081160xxxx yang masuk ke Redaksi KoranPolitik pada 15 Februari 2010. Pesan singkat ini menanggapi Laporan Utama Ko­ran­Politik Edisi 16 dengan topik; Kasus Gizi Buruk dan Bu­sung Lapar di Sumut; “DATUK KENYANG, RAKYAT LAPAR”.

Dalam laporan utama ini, KoranPolitik membeberkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan. Dari data tersebut, ternyata di Kota Medan ditemukan 163 penderita gizi buruk. Sedang 6 orang lagi menderita busung lapar.

“Tapi, 6 penderita busung lapar ini sudah sembuh,” kata Kepala Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Medan drg Irma Suryani ketika diwawancarai KoranPolitik, pekan lalu.

Menanggapi kasus ini, ternyata begitu banyak komentar masyarakat yang masuk ke Redaksi Koran­Politik. Salah satu di antaranya seperti tertulis di alinea pertama dan kedua di atas.

Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga dalam pesan singkatnya menyebutkan prihatin atas kasus gizi buruk dan busung lapar yang masih ada di Kota Medan. Sementara Helmi Hasballah, salah seorang mantan pengurus Golkar Sumut, menyebut kasus ini harus ada yang tak henti mengkritiknya.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Ikhyar Hasibuan dan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Medan Muhammad Faisal Nasution mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Mereka pun menagih janji kampanye Gubernur Sumut Syamsul Arifin agar rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit, rakyat tidak bodoh dan punya masa depan.

“Mana buktinya rakyat tidak lapar? Mana buktinya rakyat tidak sakit? Tenyata, sampai sekarang, justru ditemukan warga Kota Medan yang busung lapar. Ini janji gombal,” tegas Ikhyar yang dikuatkan Faisal Nasution ketika ditemui secara terpisah, pekan lalu.

Menurut Ikhyar, visi-misi Syamsul itu hanya slogan yang manis didengar dan akrab di masyarakat. Sedang buktinya tidak ada. Menurutnya, Syamsul tidak punya program yang jelas dalam mewujudkan visi misinya itu.

“Sekarang, apa program konkrit Syamsul dalam mewujudkan rakyat tidak lapar? Apa pula program Syamsul dalam rangka mewujudkan rakyat tidak sakit? Program Syamsul tidak ada sama sekali. Bohong ini semua,” tegas Ikhyar.

Mestinya, untuk mewujudkan agar rakyat tidak lapar, Syamsul harus memprogramkan pengadaan sumber makanan. “Berapa hektar sudah sawah ditambah di Sumut. Kita tahu hasil panen tidak seimbang. Lalu apa yang diberikan sebagai bantuan kepada petani?” katanya.

Kemudian, apa program Syamsul di balai-balai pengobatan, sehingga bisa membantu rakyat agar tidak sakit? Untuk nelayan apa yang telah diberikan?

Untuk mengatasi semua hal itu, Ikhyar menyarankan, agar di APBD 2011, semua pesoalan ini bisa ditampung dengan angka yang signifikan. “Jadi, program agar rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit dan rakyat tidak bodoh itu, harus ditampung secara signifikan di APBD 2011,” harapnya.

Selain mengandalkan dana dari APBD, Syamsul juga harus menggerakkan keterlibatan piuak swasta. “Kewibawaan Syamsul akan menjadi penentu keterlibatan pihak swasta. Berapa banyak pengusaha di Sumut? Ada yang BUMN, BUMD maupun swasta murni. Semua itu harus dilibatkan,” katanya. (a.siregar)

Satu Tanggapan

  1. Kasihan rakyat Sumut, memilih Gubernur badut dan rakus. Ambil jadi pelajaran untuk Pilkada yang akan datang harus lebih obyektif. peran parpol dalam melakykan pendidikan masyarakat sangat diperlukan. Biarlah si Syamsul itu menerima balasan dari Allah swt yang menjadi backing rakyat terutama yang miskin dan didholimi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: