KSEMAR: Kasus Langkat Diback-up Istana


Sumber : Harian Sumut Pos

Thursday, 25 March 2010

LANGKAT-Tak kunjung tuntasnya kasus dugaan korpsi APBD Langkat senilai Rp102,7 miliar, membuat berbagai kalangan masyarakat beropini negatif. Sampai-sampai Kelompok Studi Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, menuding adanya keterlibatan keluarga Istana dalam ”mem-back up” kasus Langkat.

Tudingan tersebut, disampaikan Koordinator K-SEMAR Sumut, Togar Lubis ketika ditemui di Stabat, Selasa (23/3). Menurut penuturan Togar, pihanya sudah pernah bertemu orang yang mengaku kerabat dekat Istana untuk membahas kasus Langkat ini

Bahkan, menurut Togar, informasi yang diperolehnya menyebutkan, dukungan kuat untuk tidak melanjutkan kasus Langkat ke tahap penyidikan berasal dari Ibu Negara Ani Yudoyono.
“Menurut kabar dan isu yang berkembang menyebutkan, bahwa setiap kali Syamsul Arifin melakukan perjalanan ke Jakarta, pasti menyempatkan diri mengunjungi Ani Yudhoyono. Dengan tingkah laku Syamsul yang lucu, membuat Ibu Negara senang hingga terkesan ’memback-up’ kasus Langkat agar Syamsul Arifin tdak di tahan,” kata Togar.

Tudingan yang mengarah ke Ibu Negara tersebut, dikatakan Togar, diperolehnya langsung dari kerabat dekat Istana yang berhasil ditemuinya saat berkunjung ke KPK dan Istana di Jakarta. “Informasi ini langsung saya terima dari keluarga dekat Istana,” sebut Togar yakin.
“Ibu negara tersebut juga terkesan sangat senang jika bertemu dengan Syamsul Arifin yang dinilainya kocak dan lucu, hingga dapat menghilangkan stres,” kata Togar.

Terkait pelimpahan berkas dugaan korupsi APBD Langkat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Togar menilai, kalau KPK sudah disusupi pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap kasus ini. Sehingga, proses penyelidikan terhadap kasus Langkat terhambat atau malah diperlambat guna mendapatkan deal-dael tertentu. “Kalau tidak, mana mungkin KPK melemah seperti ini,” ungkap Togar.

Disamping itu, Togar juga menganggap, pelimpahan berkas dari KPK ke Kejatisu merupakan bukti tidak berdayanya KPK untuk menuntaskan kasus yang melibatkan mantan Bupati Langkat ini. “Masak sesama aparat penegak hukum (KPK-Kejatisu) saling lempar bola, inikan bukti kalau KPK kurang benyali dan tak punya taji,” kesal Togar.

Sebelumnya, KPK juga sempat memeriksa puluhan pejabat teras Langkat di kantor Bupati Langkat selama dua pekan. Bahkan, berbagai alat bukti, sudah di boyong ke KPK, namun sampai saat ini, kasus dugaan korupsi Langkat masih tetap dingin.

Dalam kasus dugaan korupi APBD Langkat TA 2000-2007 ini, KPK menyelidiki beberapa dana yang diduga di korupsi oleh pejabat Langkat, diantaranya kasus Panthergate dan dana rehabilitasi Bukit Lawang yang bernilai puluhan miliar rupiah.

DPP Demokrat Membantah
Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) membantah rumors yang berkembang yang menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‘menggantung’ perkara dugaan korupsi APBD Pemkab Langkat lantaran ada kedekatan Syamsul Arifin dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya. Ketua DPP PD, Sutan Batoegana mengatakan, banyak orang yang dekat dengan SBY, namun tidak berarti SBY akan mengintervensi proses hukum yang diduga melibatkan orang tersebut.

Sutan tidak membantah bahwa Syamsul dekat dengan SBY. Namun, katanya, tidak lantas SBY akan mengintervensi proses hukum kasus APBD Langkat senilai Rp102,7 miliar itu. Sutan memberi contoh kasus Aulia Pohan yang juga diproses KPK dan akhirnya dibui karena divonis bersalah.
“Tentunya SBY lebih dekat dengan besannya (Aulia Pohan, Red) itu dibanding dengan Syamsul. Tapi toh besannya masuk juga,” ujar Sutan kepada wartawan koran ini, Selasa (23/3).
Sutan mengisahkan, Syamsul sudah dekat dengan SBY sejak dia masih menjadi Bupati Langkat. Kedekatan itu karena memang sebagai seorang presiden, SBY harus dekat dengan seluruh kepala daerah. Namun, diakui Sutan, kedekatan Syamsul dengan SBY memang berbeda dengan para kepala daerah yang lain. Menurut Sutan, hal itu juga disebabkan kelihaian Syamsul untuk bisa dekat dengan SBY.

“Sebelumnya, Syamsul sewaktu masih menjadi bupati, dia itu pendukung berat SBY,” ujar Sutan.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah, hanya menjelaskan, kasus Langkat hingga kemarin tahapannya masih penyelidikan. Candra dan sejumlah pimpinan KPK yang lain mengatakan, KPK tidak mau bicara banyak bila kasusnya masih tahap penyelidikan.
“Langkat masih penyelidikan,” ujar Chandra Hamzah kepada koran ini di sela-sela acara pertemuan pimpinan KPK dengan wartawan, di gedung KPK, Jakarta , Senin (22/3).
Kok masih penyelidikan terus, padahal sudah lama? Chandra tetap enggan berkomentar panjang lebar. Dia hanya mengatakan, prosesnya tetap jalan dan pada saatnya nanti akan disampaikan ke publik. “Sabar saja,” ujar Chandra.

Tumpak Hatorangan Panggabean, yang sejak Senin lalu sudah resmi melepaskan jabatannya sebagai Plt Ketua KPK, mengatakan, dalam melakukan proses pengusutan perkara, KPK juga punya strategi-strategi. Tumpak menegaskan, KPK bekerja secara professional, dan tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun.(sam/ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: