Soal Tudingan Memerkosa Cut Metia, Kapolsek Brandan Terus Diperiksa


sumber : Pos Metro Medan

Sabtu, 10 April 2010
MEDAN-Tudingan pemerkosaan yang dituduhkan Cut Metia kepada Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Sofyan Sinaga, hingga kemarin terus diproses Bid Propam Poldasu. Selain itu, perwira berpangkat tiga balok emas ini akan segera menjalani hal yang sama di dit Reskrim Poldasu.

“Kita masih melakukan pemeriksaan awal di Propam. Selanjutnya beliau akan diperiksa di Unit Reskrim nantinya. Saya belum bisa pastikan kapan, tapi yang jelas dalam waktu dekatlah,” ungkap Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Baharudin Djafar Msi pada POSMETRO MEDAN di ruang kerjanya, Jumat (9/4).

Jelas juru bicara Kapoldasu Irjen Oegrosesno itu, saat ini AKP Sofyan masih intensif diperiksa atas dugaan pemerkosaan yang dilakukannya pada Cut Metia. “Kemarin (Kamis 8/4) petugas Propam memeriksanya di Brandan. Dan itu baru awal,” katanya.

Lanjut Baharudin, tak tertutup kemungkinan akan ada pemeriksaan lanjutan nantinya di Poldasu. “Bukan dia saja, beberapa hari sebelumnya, pihak pelapor, baik itu si korban maupun orang tuanya pun sudah diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) untuk diminta keterangan,” bilang polisi berkacamata itu.

Diterangkannya, terkait kasus yang sempat membuat nama Polri terusik ini, bukan dari pihak korban saja yang melapor. Tetapi Anggota DPRD Langkat yang sempat membahas dugaan kasus asusila tersebut juga melakukan hal serupa ke Poldasu.

“Jadi masih kita proses terus laporan-laporan tersebut. Yang jelas, setelah nanti dirinya (AKP Sofyan) diperiksa Propam, maka akan langsung diproses di Unit Serse, karena ada dugaan tindak pidana pada kasus ini,” tegasnya.

Disinggung soal sanksi bila semua proses membuktikan AKP Sofyan bersalah, pria yang telah dua tahun menjadi humas Poldasu ini mengaku belum bisa memastikannya. “Kalau dia terbukti bersalah, ya dihukum sesuai hukum yang berlaku lah. Begitu juga jabatan dan profesinya, pasti terancamlah. Hanya itu dulu yang bisa saya bilang, kalau memastikan dirinya bisa dipecat atau tidak, tunggu sajalah nanti,” tegasnya.

Sekadar mengingatkan, pengakuan CM pada POSMETRO MEDAN kala itu, untuk membebaskan Nafsiah, orang tuanya dari balik jeruji besi, dirinya lebih dulu disuruh mijit badan Kapolsek.

”Kalau aku nggak mau, nanti dia nggak mau menandatangani surat bebas dan mamakku nggak bisa dikeluarkan. Karena kasihan melihat mamak di dalam sel, aku turuti saja perintah bapak Kapolsek. Begitu tanganku memijit bahunya, ia langsung merangkul tubuhku dan menidurkanku di atas kursi sofa,” ujar Cut Metia yang sebelumnya juga mengaku sering dugem di beberapa tempat hiburan malam di Medan ini.

Sadar akan diperkosa, CM pun melawan. “Aku berontak sekuat tenaga melepaskan cengkaramannya. Tapi badan bapak Kapolsek yang tinggi tegap itu tak mampu kulawan. Apalagi dia bilang kalau aku nggak mau melayaninya mamakku nggak akan dibebaskannya. Dengan terpaksa aku membiarkan saja pakaian dalam yang kukenakan dipeloroti bapak itu.” Ya, CM mengaku ditiduri AKP Sofyan.

“Udah siap dia menyetubuhiku, Kapolsek lalu menyuruh aku membelikannya sebotol Aqua, pakai uangku sendiri. Setelah Aqua kubelikan, bapak itu masih sempat marah denganku. ‘Kok lama kali kau beli Aqua aja’.“ Tapi agar ibunya cepat bebas, CM mengaku diam saja meski dibentak usai ditiduri. Setelah itu, sekira pukul 17.00 sore (16/3) lalu, orang tuanya pun dikeluarkan dari balik jeruji besi.(syahrul/lamson)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: