Rencana Gugatan Dirut PLN terhadap Gubsu, Dahlan Iskan Tunggu Keinginan Syamsul


sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 15 April 2010
Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan belum menentukan langkah lanjutan terkait rencana menggugat Gubernur Sumut Syamsul Arifin, yang hingga kini belum mengeluarkan izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III. Setelah ada beberapa pihak yang menemuinya agar ditempuh cara lain selain menggugat, Dahlan membuka pintu dilakukannya dialog guna mencari solusi terbaik. Rencananya, pertemuan Dahlan dengan Syamsul akan dilakukan pekan ini.

“Pak Gubernur itu kan orangnya senang dengan penyelesaian informal, tak senang dengan konfrontasi. Saya juga begitu. Saya ini selama hidup tak pernah berperkara, selalu menjaga agar jangan ada yang menang, ada yang kalah,” ujar Dahlan Iskan kepada koran ini di ruang kerjanya, Kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (13/4).

Dia menjelaskan, agenda pertemuan dengan Syamsul adalah mendengarkan keinginan Syamsul terkait proyek pembangunan PLTA Asahan III itu. Dahlan menduga, Syamsul punya keinginan agar Pemprov Sumut ikut menikmati langsung bisnis pengelolaan PLTA Asahan III berkapasitas 2×90 MW itu. “Saya percaya, yang paling diinginkan Pak Gubernur, agar Sumut bisa ikut menikmati Asahan III secara langsung. Tentu saya pikirkan itu,” ujar Dahlan.

Dia mengaku paham betul keinginan daerah, lantaran sebelum menjabat sebagai Dirut PLN, dirinya merupakan salah satu aktivis pendukung kebijakan otonomi daerah. “Saya tahu hak-hak daerah yang harus diperhatikan. Minggu-minggu ini saya akan mendengarkan keinginan beliau (Syamsul, red) itu seperti apa,” imbuhnya.

Menurut Dahlan, jika Syamsul menginginkan adanya perusahaan daerah ikut dalam pengelolaan Asahan III, maka akan dicarikan cara karena bukan hal yang gampang melibatkan perusahaan daerah dalam proyek itu. “Jalan itu sulit, tapi saya bisa menemukan,” tegas Dahlan. Perusahaan daerah sulit dilibatkan, menurut Dahlan, karena sejumlah alasan. Pertama, PT PLN sudah menandatangani pinjaman dari Jepang dalam bentuk yen, yang setara dengan USD 250 juta. Dengan kata lain, pihak peminjan adalah PT PLN.

Dijelaskan Dahlan, jika nanti perusahaan daerah Sumut ikut dilibatkan, berarti harus dibentuk perusahaan patungan (joint venture company) antara PLN dengan perusahaan daerah itu. “Nah, apakah pihak yang memberi pinjaman mau, karena yang meminjam PLN, tapi ternyata jadinya perusahaan patungan. Jadi bukan PLN yang tidak mau,” ulasnya.

Alasan kedua mengenai sulitnya perusahaan daerah dilibatkan, karena pemerintah pusat sudah memutuskan bahwa ini merupakan proyek PLN. Langkah PLN untuk mengerjakan proyek ini juga sudah jauh. Alasan ketiga, proyek Asahan III tergolong proyek besar. Jika Pemprov Sumut menginginkan ikut terlibat, maka setoran modal yang harus dikucurkan dari APBD cukup besar pula. Dahlan tak yakin DPRD Sumut akan mau menyetujui. Pasalnya, alokasi anggaran di APBD sudah ditetapkan rincian penggunaannya.

Hitung-hitungan kasar, misal PLN sudah mengeluarkan Rp250 miliar dan misalnya perusahaan daerah ingin mendapat jatah penyertaan modal 15 persen saja , maka APBD harus mengeluarkan sekitar Rp30 hingga Rp40 miliar.

“Apa masih cukup (uang APBD, red) untuk setoran modal ini? Kalau cukup, apa nggak ngganggu program-program lain untuk kepentingan rakyat?” ujar Dahlan. Hambatan lain, jika misal DPRD setuju, maka tetap harus mengajukan izin penggunaan APBD itu ke mendagri. Dan mendagri, lanjut Dahlan, tidak akan mengizinkan penggunaan APB untuk investasi seperti proyek Asahan III ini. “Dari pengalaman saya, mendagri tak akan memberikan izin,” ujar Dahlan, yang pernah menduduki kursi dirut perusahaan-perusahaan daerah di Jawa Timur itu.

Lantas, apa solusinya? “Saya akan mencarikan jalan, tanpa membebani keuangan APBD. Saya sudah carikan jalan itu. Tapi apa itu yang diinginkan Pak Gubernur?” imbuhnya. Dia enggan membeberkan ‘jalan’ yang tidak membebani APBD lantaran masih menunggu kepastian keinginan Syamsul. Dia katakan, pertemuan dengan Syamsul penting, lantaran bisa tahu langsung keinginan Syamsul. “Atau mungkin beliau punya ide-ide lain,” ujar Dahlan.

Sejak mengeluarkan pernyataan akan menggugat Syamsul pada 8 April lalu, apakah hingga kemarin ada komunikasi dengan Syamul? Dahlan menjelaskan, setidaknya ada tiga orang yang menemuinya, yang memberikan saran agar ditempuh saja cara di luar jalur hukum. “Mereka (tiga orang itu, red), adalah orang-orang yang menaruh perhatian terhadap penyelesaian Asahan III ini,” ucapnya, tanpa menyebut identitas ketiga orang itu. (sam)

Satu Tanggapan

  1. Selamat malam, posting yang menarik, salut untuk anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: