Setengah Tahun Dilantik, Kelengkapan Dewan masih Dibahas


Sumber : http://www.sinarpagiindonesia.com

Langkat.spi.com
DPRD Kabupaten Langkat, hingga kini masih berkutat dengan pembahasan kelengkapan lembaga pasca dilantik sekitar enam bulan lalu. Dikhawatirkan, keadaan tersebut mengganggu kinerja dewan dalam kepengawasan.

Wakil Ketua DPRD Langkat, Abd Khair, ketika dihubungi ke selulernya, Selasa (6/4), memaparkan pihaknya –pimpinan- dewan bersama delapan ketua fraksi di legislatif masih melakukan pembahasan terkait dua kelengkapan lembaga yakni badan legislasi (Baleg) dan Badan Kehormatan Dewan (BKD).

“Kita masih melakukan pembahasan bersama seluruh ketua fraksi, terkait dua kelengkapan yaitu Baleg dan BKD. Untuk sementara, masih belum ada kesimpulan karena dijadualkan berlangsung hingga petang,” kata Khair.

Politisi dari partai Bulan Bintang ini, dengan singkat kepada Bisnis tuturkan, momen pembahasan sudah diagendakan beberapa waktu sebelumnya. Untuk itu, diharapkan memperoleh hasil terbaik guna memenuhi kelengkapan.

M Syahrul selaku Ketua Fraksi partai Golkar (F-PG) secara terpisah kepada Bisnis membenarkan, pihaknya sedang melakukan pembahasan dua kelengkapan lembaga dimaksud. “Jadualnya dilanjutkan setelah jeda makan siang, jadi tinggal menunggulah apa hasilnya,” jelas Syahrul melalui selulernya.

Namun, Syahrul tidak menjelaskan detail agenda pembahasan disebabkan apa setelah beberapa waktu diam. Namun disinyalir –berdasarkan informasi- diperoleh, pembahasan terpaksa dilakukan pimpinan dewan menyusul surat dilayangkan fraksi-fraksi ke pimpinan terkait tidak lengkapnya kelembagaan pasca enam bulan legislatif dilantik.

“Dalam konteks ini, kita ingin mempertegas seluruh komponen di tubuh lembaga berfungsi sebagaimana mestinya. Apa mungkin, pengawasan dalam budgeting ataupun jalannya roda pembangunan dapat dilakukan kalau DPRD saja belum memiliki kelengkapannya,” tanya Syahrul.

Di sisi lain, koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, sangat menyayangkan kondisi dimaksud terjadi berlarut-larut. Sebab, sewajarnya teragenda dengan sistematis karena merupakan bahagian tak terlepaskan dari program kerja dewan.

“Idealnya, para wakil rakyat yang nota bene dipandang intelektual menyadari apa semestinya dilakukan. Jangan sampai, rakyat yang sudah memilih mereka merasa dibodohi karena menilai para legislatif tidak mampu mengurus rumah tangganya sendiri –tidak lengkap lembaga- tetapi ingin mengurusi rakyat,” ujar Lubis. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: