Ditetapkan Sebagai Tersangka, Syamsul Menghilang di Bali


sumber : harian sumut pos

Mendagri: Dinonaktifkan Setelah Berstatus Terdakwa

GIANYAR-Sadar dirinya bakal menjadi fokus perhatian awak media setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Syamsul Arifin memilih mangkir dari pleno raker di Istana Tampaksiring, Gianyar, Selasa (20/4) sore kemarin. Yang bersangkutan tidak muncul dalam pleno yang dipimpin Wapres Boediono. Padahal sejak hari pertama hingga kemarin siang, Syamsul masih nampak berkeliaran di Istana Tampaksiring

Puluhan awak media yang ada di Istana Presiden Tampaksiring hanya bisa gigit jari setelah mengetahui Syamsul Arifin telah menghilang dalam rapat pleno sekitar pukul 17.00 Wita, kemarin. Kepastian’kabur’ nya Syamsul Arifin dari lingkungan Istana juga dinyatakan Mendagri Gamawan Fauzi. Kepada Radar Bali (grup Sumut Pos), Gamawan mengaku tidak melihat yang bersangkutan dalam pleno kemarin. “Siang tadi kami masih ngobrol dan ke toilet bareng, tapi tadi sore sudah tidak ada,” aku Gamawan saat ditanya terkait mangkirnya Syamsul dari pleno.

Wartawan grup koran ini sendiri sempat mencari-cari keberadaan Syamsul Arifin di ruang rapat sesaat sebelum pleno digelar. Hingga Wapres Boediono membuka rapat, Syamsul Arifin tidak juga menampakkan batang hidungnya. Pihak panitia raker pun mengaku tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan, termasuk mendeteksi keluar-masuknya pejabat-pejabat daerah dari arena raker dan Bali. “Mereka yang pulang ke daerahnya tidak perlu meminta izin,” kata salah seorang panitia.

Bagaimana dengan tempat menginap para gubernur? Staf tadi juga mengaku tidak mengetahui tempat menginap para peserta raker. Pasalnya, semua akomodasi peserta diurus protokoler masing-masing daerah. “Mereka mencari hotel sendiri, kita tidak tahu pasti di mana mereka menginap,” sahut staf wanita tadi. Dari hasil penelusuran, hampir seluruh peserta raker memilih puluhan hotel yang ada di kawasan Ubud untuk tempat menginap.

Wartawan grup koran ini tidak bisa memastikan, apakah yang bersangkutan langsung terbang ke Sumut atau sekadar pergi meninggalkan Istana Tampaksiring. Yang pasti, agenda raker masih menyisakan satu hari untuk penutupan (hari ini) yang rencananya akan ditutup langsung presiden SBY.

Terhadap status tersangka yang dikenakan KPK terhadap Syamsul Arifin, Mendagri Gamawan mengaku sangat prihatin. Apalagi, sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ismeth Abdullah juga belum lama ditetapkan dengan status yang sama. “Saya baru dapat kabar sekitar jam lima tadi. Saya prihatin, karena dalam bulan-bulan ini ada dua kepala daerah yang dijadikan tersangka,” sebut Gamawan.

Gamawan mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kasus ini. Langkah penonaktifan kepala daerah pun baru bisa dilakukannya setelah meningkatnya status yang bersangkutan menjadi terdakwa. “Sekarang, saya hanya wait and see proses hukum yang sedang berjalan. Sesuai aturan, penonaktifan hanya bisa dilakukan setelah jadi terdakwa. Nanti kalau sudah terdakwa, baru kami non-aktifkan dari jabatannya. Berdoa saja, mudah-mudahan semuanya sabar,” lanjut mantan Gubernur Sumatera Barat ini.

Belajar dari kasus Syamsul, Gamawan kemudian meminta semua pejabat bertugas dengan sangat hati-hati. Dia meminta agar pejabat daerah menggunakan jasa BPKP untuk membantu memanej keuangan daerah.

Satu Tanggapan

  1. Biasanya paling suka nampang si Mantan Bupati bedogol ini. Sekarang berondok lah! Yang bodoh yang milih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: