Buntut Dugaan Pemerkosaan di Ruang Kapolsek P Brandan, AKP Sofyan Sinaga Dicopot


sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 22 April 2010
MEDAN-Tudingan Cut Metia yang mengaku diperkosa Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Sofyan Sinaga berbuntut panjang. Perbuatan yang disebut-sebut terjadi di ruang kerja polisi bertubuh besar itu, terus diproses. Bahkan, jabatannya resmi dicopot dan ‘diparkirkan’ di Poldasu.

“Dia (AKP Sofyan-red) sudah resmi kita tarik ke Poldasu. Saat ini dirinya ditugaskan di Datasemen Markas (Denma) Poldasu,” ungkap Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Baharudin Djafar Msi pada POSMETRO MEDAN, kemarin (21/4) di ruang kerjanya.

Terang juru bicara Kapoldasu Irjen Oegroseno itu lagi, penugasan terhadap Sofyan, sudah dikuatkan dengan keluarnya SK penugasan baru tertanggal 14 April 2010 lalu yang diteken langsung oleh Kapoldasu.

Untuk pengganti Sofyan, Kapoldasu menempatkan AKP HM Kosim Sihombing sebagai Kapolsek Pangkalan Brandan. “Tapi untuk dugaan kasus asusila itu masih terus dalam tahap pemeriksaan,” jelas Baharudin Djafar.

Saat ini, lanjutnya, baru 5 orang yang diperiksa sebagai saksi. Semuanya baru dari pihak korban. “Tapi jujur. Dalam pemeriksaan ini, kita terhambat. Soalnya si korban (Cut Metia-red) tidak mau divisum,” paparnya.

Bagaimana jika tidak ada visum? “Bisa saja kasus ini terhenti karena kurangnya bukti. Mana bisa dipaksakan kasus pidana dengan bukti yang lemah,” sesal perwira berpangkat tiga melati emas itu.

Tambahnya lagi, jika Cut Metia tak memperlama proses pemeriksaan, maka AKP Sofyan pun akan segera diperiksa soal dugaan kasusnya asusila yang sangat mencemarkan institusi Polri itu.

“Jadi, sebelum kasus ini berkekuatan hukum tetap, maka kita masih mengedepankan azas praduga tak bersalah. Soal benar atau tidaknya AKP Sofyan melakukan dugaan asusila tersebut, maka kita tunggu sajalah proses hukum yang saat ini masih berjalan,” akhirnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengakuan Cut Metia pada POSMETRO MEDAN, untuk membebaskan Nafsiah, ibunya yang ditahan di Polsek Pangkalan Brandan, cewek berparas manis dan suka dugem ini, rela digerayangi Akp Sofyan Sinaga di ruang kerja di polsek yang dipimpinnya.

“Kalau aku nggak mau, nanti dia nggak mau menandatangani surat bebas mamakku. Karena kasihan melihat mamak di dalam sel, terpaksalah aku turuti saja perintah bapak Kapolsek. Begitu tanganku memijit bahunya, ia langsung merangkul tubuhku dan menidurkanku di atas kursi sofa,” akunya kala itu.

Sadar akan diperkosa, Cut Metia melawan. “Aku berontak sekuat tenaga melepaskan cengkaramannya, tapi badan bapak Kapolsek yang tinggi tegap itu tak mampu kulawan, apalagi dia bilang kalau aku nggak mau melayaninya mamakku nggak akan dibebaskannya. Dengan terpaksa aku membiarkan saja pakaian dalam yang kukenakan dipeloroti bapak itu.” Ya, Cut Metia mengaku ditiduri AKP Sofyan.

“Udah siap dia menyetubuhiku, Kapolsek lalu menyuruh aku membelikannya sebotol Aqua, pakai uangku sendiri. Setelah Aqua kubelikan, bapak itu masih sempat marah denganku. ‘Kok lama kali kau beli Aqua aja’.” Tapi agar ibunya cepat bebas, Cut Metia mengaku diam saja meski dibentak usai ditiduri. Setelah itu, sekira pukul 17.00 sore (16/3) lalu, orang tuanya pun dikeluarkan dari balik jeruji besi.(syahrul)

Satu Tanggapan

  1. fuck that police… believe in karma…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: