Kembali Terjadi di Langkat, Gadis Ingusan Digilir Bapak-bapak


sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 22 April 2010
LANGKAT-Tergiur melihat lekuk tubuh Mawar (13) -nama asal- yang terbalut kain basah di tepi sungai, menimbulkan niat jahat Anto (45) dan Markus (37), untuk menodai gadis ingusan itu. Tanpa pikir panjang, kedua warga Desa Ujung Bandar, Kecamatan Salapian, Langkat itu bergiliran menyetubuhi gadis sekampungnya itu.

Kasus ini berawal dari kepergian Mawar ke sungai untuk mencuci pakaian sekaligus mandi pagi. Gadis lugu putus sekolah ini menyusuri jalan menuju sungai yang tak jauh di belakang rumahnya.

Selagi asik menyuci, Anto mendatangi Mawar. Kebetulan saat itu suasana sepi, hanya Mawar dan Anto di sungai. Pembicaraan mereka ngalor-ngidul, dengan sesekali diselingi canda. Belakangan Anto yang sudah sedari tadi naik konaknya, mengajak Mawar duduk di semak-semak di pinggiran sungai.

Mawar berusaha menolak, tapi Anto terus merayu dengan menarik-narik tangannya. Di lokasi itu, Anto menggagahi Mawar. Sebelum pergi, Anto mengancam Mawar agar tidak memberitahukan pada siapapun.

Anto menceritakan pada Markus, dirinya baru saja menggagahi Mawar. Malamnya, Markus mengajak gadis yang tak lagi perawan ini jalan-jalan. Dia lalu membawa Mawar ke pondok di tengah perladangan warga. Di sana Markus menyalurkan hasrat kelelakiannya mengikuti jejak Anto.

Tapi Markus menakut-nakuti Mawar agar tak pulang. Karena takut,Mawar pun akhirnya mengalah dan tidur di situ.

Besoknya, ketika Mawar tiba di rumah, ortunya yang sudah semalaman panik kontan menanyainya. Meski senang melihat anaknya dalam keadaan sehat, namun pengakuan Mawar membuat hati ortunya hancur. Mawar mengaku disetubuhi bergilir oleh Anto dan Markus, 2 bapak yang sudah beristri dan punya anak.

Setelah berembuk dengan seluruh keluarga, akhirnya persoalan itu dilaporkan ke Polres Langkat. “Kami tidak terima anak kami diperlakukan seperti itu,” ujar ortu Mawar. Kasatreskrim Polres Langkat AKP Wahyudi SIK menyatakan, pihaknya sudah mengamankan para tersangka pencabulan anak di bawah umur itu.

Terpisah Sekretaris KPAID Langkat, Reza Lubis menyatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. (darwis)

Satu Tanggapan

  1. sudah tua bukan tobat malah bejat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: