Syamsul bantah jadi tersangka, Saya Koruptor atau Sinterklas?


sumber : Pos Metro Medan

Jumat, 23 April 2010
MEDAN-Gubsu H Syamsul Arifin SE membantah tudingan sebagai pelaku korupsi. Jika status tersangka benar-benar dialamatkan padanya soal dugaan penyelewengan APBD 2000-2007 Kab Langkat, dia menuduh KPK kebablasan. Datuk Sri Lelawangsa ini mengklaim, dirinya lebih pantas disebut sinterklas.

Yah. Mantan Bupati Langkat 2 periode ini, menyepadankan dirinya dengan tokoh dari abad 280 Masehi yang acap memberikan hadiah pada orang-orang miskin itu, tak ubahnya keseharian Syamsul. Karena itu, kabar yang beredar soal status tersangka itu, dianggapnya sebagai hujatan terhadapnya.

“Bagaimana mungkin saya membuat negara rugi hingga Rp 102,7 Milliar? Saya belum pernah melakukan korupsi. Coba lihat saya, apakah ada tampang seorang korupsi atau justru sinterklas?” kata Syamsul yang ditemui di lantai VIII, Gedung Pemprovsu.

Lanjut pria berbadan tambun ini, alasannya membantah semua kabar yang beredar itu, lantaran belum ada menerima sehelai suratpun dari KPK. “Kalau pun saya dinyatakan tersangka, berarti KPK telah kebablasan,” katanya sedikit berguyon, Kamis (22/4) sore.

Saat konferensi pers kemarin, Syamsul menjabarkan, selama memimpin Kabupaten Langkat, ia sudah kerap dipanggil dan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hanya saja, lanjut Gubsu, selama pemeriksaan tak pernah ditemukan kesalahan dalam penggunaan anggaran. Bahkan, soal pengembalian uang yang sebelumnya disebut-sebut dari hasil korupsi, pria yang akrab disapa ‘Pak Haji’ itu, membantah keras. “Jadi Saya minta seluruh SKPD tidak termakan isu itu,” ujarnya.

Dikatakan Syamsul, ada segelintir orang yang ‘berpesta’ soal mencuatnya kabar ia dijadikan tersangka. “Malah mereka menerima kabar, seolah-olah Saya ditangkap. Padahal Saya ada di sini kan?” katanya.

Masih lanjut Gubsu, ia kini memang sedang dirundung sedih. Sebab ratusan SMS yang masuk ke Hp pribadinya, banyak yang menghujat seakan senang. “Memang banyak juga yang prihatin. Tapi karena kesedihan ini, ada 400 SMS lagi yang belum saya baca. Saya memang tak mau lagi membacanya,” pungkas Syamsul yang didampingi Hasiolan Silaen, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprovsu, dan Edy Sofyan Kabag Infokom Sumut.

Sebagai informasi, Johan Budi, Juru Bicara KPK sebelumnya mengklaim telah punya cukup bukti untuk menentukan mantan Bupati Langkat itu sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, negara merugi Rp31 miliar.

Masih kata Johan Budi, KPK juga bekerjasama dengan penegak hukum di Sumut untuk mengusut kasus dugaan korupsi di bumi Langkat. Sebagai bukti, selain pihaknya, Kejatisu juga telah menetapkan tersangka lain dalam kasus itu. Seorang di antaranya Buyung Ritonga, mantan Bendahara Pemkab Langkat.

Namun lanjut Johan Budi, uang yang dikembalikan Syamsul dan pejabat Pemkab Langkat lainnya, tidak dihitung sebagai kerugian negara. “Jadi kerugian negaranya, sudah dikurangi dari uang yang dikembalikan beberapa waktu lalu,” ujar Johan.

Dalam kasus ini Syamsul dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 dan/atau pasal 8 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001.

Diminta Lepas Pj Wako Medan

Mendagri Gamawan Fauzi menilai, beban tanggung jawab yang dipikul Syamsul Arifin saat ini cukup berat. Pasalnya, saat menghadapi proses hukum karena sudah berstatus tersangka, Syamsul harus memimpin Pemprovsu, sekaligus Pj Walikota Medan.

“Kalau beliau ada di Jakarta, saya ingin bertemu, supaya jangan terganggu. Mudah-mudahan beliau berkenan untuk melepaskan itu dan mengusulkan kepada kita supaya jangan terlalu berat tanggung jawabnya,” ujar Gamawan Fauzi di kantornya, Jakarta, kemarin (22/4).

Gamawan mengaku prihatin dengan nasib yang menimpa Syamsul. Menurutnya, Syamsul orang baik. Namun, karena persoalan ini berada di ranah hukum, Gamawan mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

Ditegaskannya, untuk jabatan gubernur, masih akan tetap dipegang Syamsul. Jika sudah berstatus terdakwa, barulah dinonaktifkan sementara dan wagub Gatot Pujo Nugroho, naik.

Harus Rukun dengan Gatot

Kemendagri meminta Gubsu H Syamsul Arifin SE bisa menjalin koordinasi yang baik dengan Wakilnya, Gatot Pujo Nugroho. Tujuannya agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di Sumut bisa tetap berjalan normal, tatkala Syamsul ditetapkan sebagai tersangka.

Bila koordinasi berjalan baik, ketika nantinya Syamsul sibuk menjalani proses pemeriksaan, pekerjaan-pekerjaannya bisa diurus Gatot. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Saut Situmorang menjelaskan, dalam kondisi apa pun, seorang kepala daerah dengan wakilnya harus bisa kompak.

Segera Dipanggil Sebagai Tersangka

Dalam waktu dekat, tim penyidik KPK akan memanggil Syamsul Arifin sebagai tersangka. Hanya saja, Juru Bicara KPK Johan Budi SP belum bisa memastikan kapan pemanggilan terhadap mantan Bupati Langkat itu dilakukan.

“Tentu akan dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan sebagai tersangka. Kita juga segera panggil SA. Mengenai kapan waktunya, saya belum dapat informasi,” ujar Johan Budi di gedung KPK, Jakarta, kemarin (22/4).

Johan menjelaskan, pemeriksaan terhadap Syamsul merupakan hal penting untuk pendalaman proses penyidikan. Hingga kemarin, tim penyidik masih terus meminta keterangan para saksi.

Mantan Bendahara Pemkab Langkat, Buyung Ritonga, kemarin kembali dimintai keterangan sebagai saksi. Buyung sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama, oleh Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu).

Wajah Syamsul Berubah

Usai menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) di Tampaksiring, Bali, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin tiba di bandara Polonia Medan, sekira pukul 10 pagi.

Begitu turun dari pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 189 tujuan Jakarta-Medan, wajah Syamsul terlihat berubah. Wajahnya lesu dan bersikap sedikit tegang saat melintasi ruang VIP.

Bukan itu saja, sikap Syamsul berubah total. Biasanya, Gubsu menyempatkan waktu berkomunikasi dengan petugas sekurity VIP saat berada di ruang VIP Bandara Polonia, namun kemarin tidak.

Syamsul yang mengenai kemeja putih lengan pendek berliris itu seakan melintas bagaikan angin. Tanpa bertutur sapa, Syamsul langsung berlalu menuju pintu keluar ruang VIP menuju ke mobil Kijang Inova warna hitam yang telah menunggu tepat didepan pintu keluar ruang VIP.(ali/sam/mula)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: