Nyuap Hakim, DL Sitorus Masuk Penjara Lagi


Sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 5 Mei 2010
JAKARTA-Darianus Lungguk (DL) Sitorus mendekam lagi di jeruji penjara. Bos PT Torganda yang baru saja keluar dari LP Sukamiskin dalam kasus penjarahan hutan itu, kemarin (4/5) tepat pukul 17.30 diangkut mobil tahanan KPK lalu diboyong ke tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Penahanan dilakukan selang dua jam setelah Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengumumkan status DL berubah menjadi tersangka kasus suap, yang melibatkan pengacara Adner Sirait dan hakim Pengadilan Tinggi tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta, Ibrahim. Kedua orang ini sudah ditahan lebih dulu.

“Penyidik memutuskan untuk melakukan pehananan terhadap DL, tersangka dugaan kasus suap terhadap hakim Ib,” ujar Johan Budi sesaat setelah DL diangkut mobil tahanan, Kijang B 8593 WU. DL ditahan setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 Wib.

DL sendiri, begitu keluar dari geudng KPK, tampak tenang. Dengan langkah santai, dia menuruni anak tangga gedung KPK. Tak satu pun kata keluar dari pria yang kemarin terus mengenakan kaca mata hitam itu. Dia nampak tertunduk begitu duduk di dalam mobil tahanan. Menurut pengacara DL, Afrian Bondjol, yang mendampingi saat proses pemeriksaan, kliennya itu tetap tenang begitu ditetapkan sebagai tersangka.

“Beliau begitu tenang. Mungkin karena sudah senior. Dan karena ini tidak ada bukti-bukti keterlibatan klien saya,” ujar Afrian kepada koran ini. Dia memprotes atas penahanan DL. Dikatakan, kliennya tidak mungkin akan melarikan diri.

“Melarikan diri ke mana? Dia itu sudah sakit-sakitan,” ujar Afrian. Jika dianggap akan menghilangkan barang bukti, lanjutnya, toh semua bukti sudah di tangan KPK. “Kalau dianggap akan mengulangi perbuatannya, perbuatan apa lagi,” ujar pengacara muda itu.

Dalam keterangan pers sebelum DL ditahan, Johan Budi menyebutkan, DL diduga ikut bersama-sama dengan Adner Sirait berupaya melakukan penyuapan kepada hakim Ibrahim. DL disangka dengan pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau (b) dan atau pasal 6 ayat (1) huruf (a) atau (b) dan atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Afrian membantah kliennya terlibat upaya penyuapan. Katanya, dalam kasus sengketa tanah dengan Pemda DKI, DL menyerahkan sepenuhnya urusan itu kepada pengacaranya, yakni Adner Sirait. “Jadi, klien saya tidak tahu ada rencana dan kegiatan upaya penyuapan itu, karena sudah memberikan kuasa penuh kepada Adner Sirait,” ujar Afrian.

Seperti diketahui, pada penghujung Maret lalu KPK menangkap basah hakim Pengadilan Tinggi tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta, Ibrahim, karena menerima suap Rp 300 juta dari pengacara Adner Sirait di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kasus itu bermula dari kasus sengketa tanah seluas 9,9 hektar di Cengkareng, Jakarta Barat.

Tanah itu disengketakan oleh Pemda DKI dengan PT Sabar Ganda, sebuah perusahaan milik DL Sitorus. Perkara itu terdaftar di PT TUN dengan nomor register 36/B/2010/PT.TUN.JKT. PT Sabar Ganda yang telah membangun sejumlah bangunan di lokasi tanah yang disengketakan itu, dianggap bukan pemilik sah oleh Pemda DKI. Akhirnya gugatan pun bergulir di pengadilan.

Di tingkat pertama, PT Sabar Ganda dimenangkan oleh PTUN dan dianggap sebagai pemilik sah. Namun Pemda DKI melalui Kepala Pertanahan Jakarta Barat melawan putusan tingkat pertama itu dengan mengajukan banding ke PT TUN.

DI PT TUN DKI, sengketa itu ditangani oleh majelis hakim yang diketuai Ibrahim dengan dua hakim anggota yaitu Santar Sitorus dan Arifin Marpaung. Namun Hakim Ibrahim tertangkap tangan oleh KPK menerima suap sebesar Rp 300 juta dari Adner Sirait.

Lantas apa keterkaitan DL dengan PT Sabar Ganda? Usai diperiksa KPK beberapa waktu lalu, DL mengakui bahwa PT Sabar Ganda memang miliknya. Selain itu, DL juga mengakui bahwa Adner Sirait sudah lama menjadi pengacaranya.(sam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: