Ibunya Jadi TKW di Malaysia, Sejak Usia 4 Tahun Bocah ini Disiksa Ayah Kandungnya


sumber : Pos Metro Medan

Ega Priliya, Boah malang yang 4 tahun disiksa ayah kandugnya

TANJUNG PURA-Namanya Ega Priliya. Usianya baru 8 tahun. Tapi sejak usia 4 tahun, bocah berwajah cantik ini kerap disiksa ayahnya, Edy Syahputra (42). Matanya ditinju. Tubuhnya dilibas bambu. Nasib serupa juga dialami kedua adiknya.

Ega Priliya tinggal bersama ayah dan dua adiknya di Jalan Masjid, Gg Pesantren, Tanjung Pura, Langkat. Penyiksaan itu sendiri sepertinya akan berakhir setelah Kamis (6/5) warga yang iba melaporkan ayah Ega ke polisi.

Ditemui di Polsek Tanjung Pura, sebelum diboyong ke rumah sakit, kondisi fisik Ega sangat babak belur. Kelopak sekeliling matanya, bengkak membiram. Tangan dan anggota tubuh lainnya menderita luka-luka. Semua itu ulah sang ayah yang menyiksanya tanpa ampun.

Diketahui, aksi keji itu terjadi selama kurun waktu 4 tahun. Dan semakin parah sejak 2 tahun terakhir, ibu Ega, Sangkot (40) menjadi TKI ke Malaysia. Kepergian Sangkot meraup ringgit, menyebabkan Ega jadi bulan-bulanan sang ayah. Parahnya lagi, bukan cuma Ega, tapi dua adiknya, Anggi (6) dan M Tezza (2) juga mengalami derita serupa, meski tak separah kakaknya.

Perbuatan ayah sadis itu baru terungkap Rabu (5/5) malam. Saat itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Langkat, menerima laporan via seluler dari salah seorang warga. Warga itu mengaku prihatin atas nasib yang menimpa Ega dan kedua adiknya. Usai menerima laporan tadi, malam itu juga Ketua KPAID Langkat Drs Ernis Sarfin Aldin terjun ke lokasi.

Drs Ernis yang didampingi Sekretaris Reza Fadli Lubis SH dan Pokja Advokasi KPAID, Yudi SH langsung mengungsikan Ega dan kedua adiknya ke Mapolsek Tanjung Pura. Hal itu guna untuk menghindari amukan Edy.

Setiba di Polsek Tj Pura dan melapor sementara, Ega langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Daerah Tanjung Pura untuk mengobati luka dan memar di sekujur tubuhnya. Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan, Ega didampingi Kapolsek Tanjung Pura, AKP Marham SH.

Pengakuan Ega, memar di matanya akibat ditinju sang ayah. Luka di lengan akibat dipukul pakai bambu. Meski sebegitu sakitnya, Ega mengaku masih sangat menyayangi ayahnya. Hanya saja, sayang itu ternoda rasa takut.

“Ega sayang ayah. Tapi Ega takut sama ayah karena sering marah dan memukul Ega. Ega nggak mau pulang ke rumah lagi. Ega takut om,” ucapnya lirih sambil menangis tersedu, membuat semua yang mendengar ikut meneteskan air mata.

Anggi adik kedua Ega, juga ikut menceritakan kekejian yang sering mereka alami. Walau bahasa dan gaya bicaranya tidak begitu fasih namun dapat dimengerti, mereka selama ini menderita siksaan yang begitu berat.

“Kepala ayung (maksudnya Ega) diantuk ayah dengan kepala ayah, dan dipukuli,” ucap Anggi sambil menikmati jajanan yang ada di tanganya. Pengakuan kedua bocah ini dibenarkan oleh para tetangga dan keluarga korban, yang turut serta mengantar korban ke rumah sakit.(darwis)

5 Tanggapan

  1. hukum ayah yang sadis itu seberat mungkin…sudah tidak membahagiakan anaknya malah menyiksa..ya allah kenapa masih ada manusia yg berhati binatang…ega sayang sabar ya nak..ibu berdoa semoga kelak ega menemukan kebahagiaan..meskipun ega tidak mengenal ibu tapi ibu akan tetap mendoakan ega dan adik2 ega..ijinkan ibu menganggap ega seperti anak ibu sendiri…tabahkan hatimu nak,ibu yakin allah akan melimpahkan hidayahnya buat ega amin..dari ibu weny,jember jawa timur

  2. Dasar Ayah anjing. Kok beraninya sama anak sendiri. Pake mukulin segala lagi. Orang diluaran sana pukulin kalo loe stress, jangan anak dijadikan pelampiasan masalah loe. Istri loe aja bekerja di luar negeri sana demi mengenyangkan perut loe yang penganguran itu. Dasar anjing. Bikin malu aja. Pak Polisi penjarakan aja orang kayak gini. Nggak ada gunanya juga dilepaskan. Dia hanya sampah masyarakat yang penuh-penuhi negara ini. Mungkin orang tuanya juga kriminal, karena ada pepatah tak jauh buah jatuh dari pohonnya.

  3. Ya Tuhan…… apa yang terjadi dengan ayah anak ini? Sampai2 dia tega memperlakukan anak kandungnya sperti ini? Kalau memang kamu tidak mau merawat anak itu, mari akan saya rawat, saya sekolahkan dan akan saya anggap anak sendiri. Sangat sedih saya melihat wajah si anak ini…..:( 😦

  4. podaran tah jelema kitu mah

  5. Semoga ada orang Dermawan yang mengetahui berita ini tergerak hatinya serta Ikhlas Mengadopsi dan merawatnya dengan baik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: