K-Semar: Kasus Ega karena Faktor Kemiskinan


sumber : Harian Analisa

Stabat, (Analisa)

Terkait kasus penganiayaan terhadap anak kandung di Kabupaten Langkat, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Togar Lubis, hal itu bukan hanya persoalan hukum semata tapi harus dilihat dari sisi ekonomi. Karena banyak kasus serupa terjadi karena faktor kemiskinan.

” Terus terang, kita tidak bisa melihat kasus yang dialami Ega (8) hanya dari aspek hukum, sebab faktor kemiskinan kerap menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya tragedi seperti yang dialami oleh Ega Priliya” ungkap Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Togar Lubis, kepada Analisa, Minggu (9/5) melalui telepon seluler. Dia diminta tanggapan terkait persoalan Ega yang disiksa ayah kandungnya sendiri.

Di sisi lain, katanya, pemerintah juga dinilai kurang tanggap terhadap persoalan masyarakat. Terbukti kasus penganiayaan Ega yang berlangsung selama empat tahun.

“Ini menunjukkan, aparatur pemerintah di Kecamatan Tanjung Pura dari mulai tingkat Kepala Lingkungan sampai di Kecamatan masih belum memperhatikan warganya dengan baik,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, kasus yang dialami Ega bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak khususnya pemerintah. Ke depan Pemkab Langkat harus mencari formula baru yang lebih memokuskan peningkatan ekonomi masyarakat miskin agar kasus-kasus seperti itu tidak terulang kembali.

“Lebih baik anggaran berbagai kegiatan seremonial yang dialokasikan di APBD dipangkas dan dimanfaatkan untuk membina dan membantu modal usaha peningkatan ekonomi masyarakat miskin,” ujar Togar.

Dari aspek hukum, aktivis yang juga merupakan Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat ini juga menyesalkan “kakunya” Penyidik Polsek Tanjung Pura melihat kasus yang dialami Ega.

“Seharusnya ketika Polsek Tanjung Pura telah menerima laporan pengaduan atau mengetahui terjadinya penganiayaan tersebut, mereka wajib segera melakukan penyelidikan termasuk mengamankan pelaku untuk selanjutnya dilakukan penyidikan” ungkap Togar

Seperti di ketahui, Ega Priliya S (8) kerap mendapatkan penyiksaan dari ayah kandungnya sendiri ES (45) di kediaman mereka di Jalan Masjid Gang Pesantren, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Bahkan kedua adiknya, Anggi (6) dan M Tezza (2) juga sering mendapat perlakuan yang serupa.

Terakhir sekali baru-baru ini, korban mengalami wajah korban lebam, lengan kirinya luka sobek dan sekujur tubuh terdapat memar akibat pukulan bertubi-tubi sang ayah. Berdasarkan keterangan Ega, luka lebam di matanya akibat tinjuan sang ayah dan luka di lengan akibat dipukul dengan bambu.

Akibat kejadian tersebut Ega bersama dengan kedua adiknya untuk sementara di ungsikan di rumah nenek dan kakeknya di Dusun IV Teluk Brohol Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Ibu korban saat ini sedang bekerja di Malaysia.

(hpg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: