P2TP2A Langkat Temukan Tujuh PSK di Bawah Umur


sumber : Harian Analisa

Stabat, (Analisa)

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Langkat menemukan 7 gadis di bawah umur menajdi korban trafficking. Mereka menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah kafe remang-remang di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.

“Tujuh gadis yang masih di bawah umur dan bekerja sebagai PSK ditemukan di sejumlah kafe remang-remang di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat,”ungkap Divisi Pelayanan dan Pemulihan P2TP2A Langkat Yeni Rosdiani kepada wartawan, Senin (10/5).

Menurut Yeni, ke tujuh gadis di bawah umur ini diketahui sebagai korban trafficking berasal dari luar daerah Langkat, seperti Pulau Jawa, Kalimantan dan Kota Medan. Bahkan, seorang dari mereka sudah dipulangkan ke tanah kelahirannya di Suka Bumi, Jawa Barat.

DijelaskanYeni, pihaknya bekerjasama dengan LSM PAKAR, menemukan sejumlah PSK di bawah umur, masih bekerja di kafe remang-remang di kawasan Besitang besama puluhan PSK lainnya. Mereka ditempatkan seorang mucikari di kawasan itu, dengan membayar sewa sebesar Rp25 ribu untuk satu kali show.

Bahkan, setiap malam sambung Yeni, anak di bawah umur ini, mendapat pelanggan dua hingga empat pria hidung belang. Karena tidak mengetahui jalan pulang, mereka tetap melakoni pekerjaan maksiat itu.

“Menurut penuturan mereka, setiap kali show, mereka wajib setor Rp25 ribu kepada mujikari, setiap malam, mereka mendapat pasien 2 hingga 4 pria hidung belang,” ujar Yeni.

Salah seorang PSK yang sudah dipulangkan yaitu, Irma (17) warga Suka Bumi, Jawa Barat. Irma merupakan salah seorang PSK korban trafficking sanak saudaranya, yang menjanjikan lapangan pekerjaan di Pekan Baru, Riau.

Menurut Irma, kata Yeni, dia diajak saudaranya dari Suka Bumi ke Pekan Baru, Riau untuk bekeja di rumah makan. Tapi begitu sampai di Pekan Baru, ia ditempatkan di kafe sekaligus melayani pria hidung belang.

Dua bulan di Pekan Baru, akhirnya Irma diajak seseorang untuk bekerja di Besitang. Begitu sampai di Besitang, Irma ditinggal pergi di kafe di Bukit Harapan. Di Besitang, Irma kembali harus melayani nafsu bejad pria hidung belang selama kurun waktu dua bulan, sebelum ditemukan P2TP2A Langkat. Setelah bertemu P2TP2A, Irma pun dibawa ke rumah aman Stabat, untuk dibekali keahlian dan dikembalikan ke kampung halamannya.

“Seusai dibujuk, akhirnya dia bersedia pulang dan kita tempatkan sementara di rumah aman. Kemarin, sudah dipulangkan ke kampung halamannya dengan menggunakan pesawat terbang dari Bandara Polonia, Medan. Sementara sisanya saat ini masih dalam pengawalan P2TP2A,” urainya. (hpg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: