Ketua BPD Tanjung Ibus Dituding Suka Berjudi Sabung Ayam, Warga Demo Camat Secanggang


sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 27 Mei 2010

Warga yang berdemo di halaman Kantor Camat Secanggang Langkat, Rabu (26/5)


LANGKAT- Sekitar dua ratusan warga Desa Tanjung Ibus, Kec. Secanggang berdemo di depan kantor Camat Secanggang. Mereka menuntut agar Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Ibus, Dahlan dicopot dari jabatannya, Rabu (26/5) pagi.

Massa yang yang terdiri kaum perempuan, laki-laki dan anak-anak ‘menyerbu’ kantor camat dengan menumpang angkutan seperti roda dua, tiga dan truk, sembari membawa beberapa spanduk berukuran kecil.

Aksi yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Warga Tanjung Ibus (FKWTI) itu mendapat pengawalan puluhan personil Polsek Cinta Raja (Polsek Secanggang-red). Dalam orasinya, kordinator aksi, Aliandi menyebutkan kalau keberadaan Dahlan telah merusak kedamaian di desa mereka.

Kini, di tengah masyarakat saling mencurigai. Ini akibat provokasi yang kerap dilakukan Dahlan. Karenanya, massa mendesak Camat Secanggang, Nilawati segera merekomendasi pencopotan jabatan Dahlan kepada Bupati Langkat.

Selain dituding suka melakukan provokasi, Dahlan juga disebut suka main judi sabung ayam. Kebiasaan buruk itu dinilai hanya memperburuk citra di desa yang pernah menjadi salah satu desa percontohan di tingkat nasional tersebut. Setelah berorasi sekitar 30 menit, lima perwakilan warga akhirnya diterima oleh Nilawati didampingi Kapolsek Cinta Raja, AKP B Siahaan, Dan Ramil Secanggang, serta Perwakilan Bagian Pemdes Kab. Langkat.

Pada pertemuan itu, perwakilan massa yang didampingi oleh Kordinator K-SEMAR Sumut, Togar Lubis sebagai juru bicara menyampaikan permohonan agar rekomendasi pencopotan Dahlan segera dilakukan.

Togar menyebutkan, masyarakat meminta segera dilakukan reorganisasi di tubuh BPD Tanjung Ibus. Masalah ini telah berulangkali disampaikan secara tertulis kepada Pemkab Langkat, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

Menanggapi tuntutan itu, Nilawati berjanji akan secepatnya menyampaikan persolan tersebut kepada bupati. Pernyataan itu langsung meredam emosi massa, yang kemudian memutuskan membubarkan diri secara tertib. Namun sebelum pergi, mereka berjanji akan membawa massa lebih banyak bila tuntutan tidak dikabulkan. (darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: