Dikonfirmasi Korupsi, Walikota Binjai Nyaris Pukul Wartawan


sumber : www.gomedan.com

Ahad, 27 Juni 2010 | 18:26:49

Ali Umri, SH, M.Kn

MEDAN-Oknum Walikota Binjai, HM Ali Umri mengamuk dan nyaris memukul wartawan, kemarin. Tindakan premanisme oknum mantan Ketua Golkar Sumut itu dikecam rekan jurnalis dan elemen masyarakat, tadi siang di Binjai dan Medan.

Disebutkan, amarah walikota yang sedang proses perceraian dengan istrinya yang juga anggota DPRD Binjai tersebut, bermula ketika wartawan konfirmasi soal dugaan korupsi proyek PDAM Tirtasari Binjai, dan diduga melibatkan dirinya.

Karenanya, segenap elemen masyarakat seperti Ketua IPK kota Binjai Ali Susanto, Ketua DPRD Kota Binjai H. Ir Haris Harto, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal ( K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, Ketua Aliansi Jurnalis Muda Kota Medan, Hasiholan Siregar, meminta agar aparat menindaklanjuti kasus ini.

“Semua bermula dari kasus korupsi. Kalau penegak hukum di Sumut, khususnya di Binjai tak penakut dan moralnya masalah penanganan kasus korupsi tak bobrok, mungkin tak jadi begini. Polisi, jaksa dan bila perlu KPK, diharapkan menyikai masalah ini. Korupsi di mana-mana, dab bahkan terduga koruptor sudah pula berani mengancam pekerja pers. Adalah tugas jurnalis melakukan konfirmasi guna perimbangan berita. Mengapa mesti diancam dan nyaris dipukul? Tangka itu Ali Umri, kalau petugas jajaran Poldasu punya nyali!,” kata Hasiholan Siregar, Minggu sore tadi di Medan.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara, Togar Lubis, Jumat (26/6) melalui telepon selulernya mengatakan tindakan Ali Umri dengan mengancam wartawan yang bertugas meliput pemberitaan guna menyajikan fakta yang akurat dan berimbang untuk dikonsumsi masyarakat merupakan hal yang bertentangan dengan UU RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta dinilai tak pantas dilakukan seorang pemimpin, terlebih lagi sebagai seorang Walikota Binjai.

“Memburu berita sudah menjadi profesi jurnalis maupun wartawan yang kalau kita nggak khilaf dilindungi oleh Undang – Undang NKRI. Bentuk intimidasi berupa ancaman terhadap wartawan yang keluar dari mulut seorang pemimpin apalagi menjabat sebagai Walikota, kita rasa tidak pantas dan tak etis. Sangat kita sayangkan apabila seorang tokoh politik sekelas Ali Umri bersikap tidak bersahabat dengan mengusir dan mengancam wartawan ketika menjalankan tugasnya,” kata Togar Lubis.

Ditambahkannya, hal itu harus disikapi secara bijaksana sesuai dengan Undang – Undang Pokok Pers No: 40.

“Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap tokoh masyarakat marginal Sumut tersebut.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Independent Binjai (JBI-red), Dedi Susanto mengatakan diminta pada Walikota Binjai H.M Aliumri SH Mkn tidak seharusnya menunjukan power terhadap kalangan wartawan.

Dedi Susanto sekali lagi mengecam sikap arogansi Walikota Binjai, Ali Umri yang mengusir serta mengancam wartawan. Menurutnya, wartawan yang menemui mantan Ketua Golkar Sumut itu, sedang melakukan tugasnya mengkonfirmasi sekaligus mengklarifikasi informasi yang diterimanya terkait disebut – sebutnya nama Ali Umri yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pekerjaan proyek di PDAM Tirtasari saat ketiga terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Binjai.

Sementara Hamdani dari Harian Sumut Pos dan Luqman Tarigan wartawan IMBC/ Harian PortibiDNP juga tergabung dalam wadah struktur keanggotaan Jurnalis Binjai Independen, meminta agar Ali Umri menghargai fungsi tugas seorang jurnalis.

“Sikap mantan Ketua Golkar Sumut itu telah mencederai kita sebagai insan Pers yang akan menindak lanjuti persoalan ini,” kata Hamdan dan Loqman.

Direncanakan, Senin (29/6) puluhan rekan jurnaslis akan melakukan unjuk rasa di Pemko Binjai meminta H.M Aliumri ditindak dan diproses, baik terkait pengancaman pada wartawan begitu juga penyelidikan atas dirinya yang diduga terlibat sejumlah dugaan korupsi APBD Binjai, khususnya APBD untuk PDAM Tirtasari.(Pra)

2 Tanggapan

  1. wah…. kalau berita berimbanglah! ente yang bilangkan…. hargai dong, pendapat orang lain… dari isinya berita anda supaya anda dibela kan.. wartawan kalo nanya jangan pakai akal, pakai hati doong…. korupsi bolehlah diungkap… ali umri memang salah tapi dia orang baik. Mungkin saja dia lebih baik dari anda… secara kekeluargaanlah, bicara baik-baik lalu beritakan… kan bisa ketemu sapa yang salah dan sapa yang benar dari beritanya. kalau ali umri korupsi, anda mau apa? menghakiminya trus dia mati. dan anda senang! saya saja sebagai masyarakat ndak suka anda ngotot gitu. kalau ada krusuhan karna berita anda ini, kami dari 2 ploten masyaraka siap mengamankan.

  2. perilaku pemimpin sebetulnya adalah tuntunan, tp terkadang tdk semua pemimpin di negri ini siap dgn hal itu., karena korban “sistem” dan permasalahn lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: