Rakyat Menderita, DPR Tertawa


sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 7 Juli 2010
STABAT-Ribuan warga Teluk Aru yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas kaum tani Teluk Aru (AKATISTA) berunjuk rasa di Gedung DPRD Langkat, Selasa (6/7). Sebelum menyerbu kantor wakil rakyat itu, massa lebih dulu berorasi di depan Kantor Bupati Langkat.

Kedatangan warga yang mayoritas petani itu dengan menumpang truk dan pick up. Sementara, sejumlah petugas kepolisian memasang pagar betis menyambut kedatangan pendemo. Massa juga membawa kayu bakar dan bahan makanan seperti ubi dan pisang. ‘’Kami ini petani, inilah yang kami makan setiap hari,” teriak petani.

Beberapa spanduk yang diusung pendemo diantaranya bertuliskan, “ Tangkap BPN, tangkap PNS yang melindungi PT. JBP yang tak dapat menunjukkan HGU perkebunannya.” Tangkap okum Dinas perpajakan dan BPN yang bersekongkol dengan PT.JBP. “Pemerintah tertidur, DPRD tertawa diatas penderitaan rakyat. “Rakyat menderita, ironisnya DPR tertawa.”

“Kalau rakyat punya tanah yang luasnya hanya 2 rante tidak membayar pajak, akan dikejar, tapi PT JBP yang selama 24 tahun tak memiliki HGU dan tak bayar pajak malah dibiarin. Jelas ini ada apa-apanya,” kata warga.

Dalam pernyataan sikapnya, kaum petani menyoal tentang UUPA (undang-undang pokok agraria-red) No.5 tahun 1960. Dalam undang-undang tersebut jelas disebutkan UUPA mengharamkan tanah dijadikan alat penindas, sebagaimana yang dipraktekkan pada zaman penjajahan Belanda. Setelah berorasi, 20 perwakilan petani diterima DPRD Langkat untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka.

Perwakilan itu diterima Ketua DPRD Langkat, H Rudi Hartono Bangun SE didampingi anggota DPRD lainnya. Sesi dialog yang digelar di ruangan sidang DPRD Langkat itu sempat memanas ketika Ketua DPRD H Rudi Hartono Bangun SE menangapi keinginan warga dengan bahasa yang kurang enak didengar.

“Sebelum kesini (gedung dewan-red), saudara-saudara makan apa sehingga terlalu bersemangat begitu,” kata Rudi.

Sontak ucapan calon bupati yang kalah di putaran pertama Pilkada Langkat itu dinilai warga seperti ledekan. “Bapak wakil rakyat yang terhormat, Anda sadar tidak mengeluarkan kata-kata seperti itu atau memang benar keluar dari hati nurani? Kami datang menyerahkan nasib kami, kenapa demikian sikap Anda. Sebagai orang yang sama-sama memiliki pendidikan, tidak semestinya Anda berbicara demikian,” kata Sunarto, perwakilan warga kecewa mendengar ucapan Rudi.

Dengan ringan Rudi mengaku ucapan tadi hanya intermeso (bercanda) saja. Namun ketika kembali menerima interupsi dari warga tentang kata-kata yang dianggap tak simpati itu, Ketua DPRD tersebut malah dengan lantang mengeluarkan suara keras dan memukul meja. “Diam, ini gedung DPR jangan coba-coba buat suasana gaduh. Tolong hargai!” bentaknya emosi menyerang balik protes warga.

Akhirnya tanpa ada kata kesepakatan, Rudi Bangun pergi melengos begitu saja meninggalkan arena tanpa statemen jelas tanpa menyalami perwakilan massa itu.

Sebelumnya, ketika menerima isyarat dari warga yang mengaku tak bakalan pergi meninggalkan gedung dewan sebelum ada kepastian terbentuknya tim pansus, dengan senang hati Rudi mempersilahkan warga menginap di gedung DPRD karena menurut dia gedung dimaksud juga milik masyarakat Langkat. “Jika nantinya saudara-saudara mau berdiam (menginap) disini, ya silahkan saja sambil melihat-lihat seputar keadaan (area kompleks perkantoran) sini,”katanya enteng.

Untuk diketahui, kelompok tani wilayah Teluk Aru yang datang sebelumnya sudah beberapa kali mengadukan nasibnya baik ke DPRD maupun Pemkab Langkat terkait Hak Guna Usaha (HGU) PT Jaya Baru Pratama (JBP) yang berlokasi di seputaran wilayah Pangkalan Susu, namun tak menerima kepastian. Padahal PT JBP telah mengambil tanah mereka dan selama 24 tahun tak pernah bayar pajak. (darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: