Soal Korupsi Langkat, Kami Kembalikan Mobil, Asal Syamsul Ditahan


sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 7 Juli 2010
Stabat- Sejumlah mantan Anggota Dewan Langkat yang pernah menerima pemberian mobil Isuzu Panther, dikenal dengan kasus Panther Gate, memberi beragam respon terkait permintaan KPK untuk mengembalikan mobil tersebut. Banyak yang mau mengembalikan dengan syarat Syamsul Arifin, mantan Bupati Langkat yang kini menjabat Gubernur Sumut, ditahan.

Diantara 45 mantan dewan yang berhasil dihubungi POSMETRO MEDAN adalah Abdullah Abdurrahim, Josen Ginting dan Tanden Bangun. Menurut, Abdullah Abdurahim, akrab disapa Uncu Dolah, mengaku tidak keberatan memulangkan mobil panther pemberian Syamsul. Asalkan sudah jelas penahanan terhadap Syamsul yang telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 senilai Rp102,7 miliar.

“Kalau mobilnya sudah saya jual. Meskipun begitu, saya tidak keberatan mengembalikan dengan bentuk lain kepada KPK, asalkan Syamsul Arifin ditahan,” kata Uncu yang sejak awal telah meributi kasus Panther Gate itu. “Kalau saya hitung-hitung, sekitar Rp30 juta lah yang nantinya akan saya kembalikan jika memang harus dikembalikan. Tapi sekali lagi saya tegaskan, saya akan bayar semua dana pengganti itu, asal Syamsul Arifin ditahan,” tegasnya.

Selama Syamsul belum ditahan, Uncu bersikeras belum mengembalikan dana pengganti itu kepada KPK. Pasalnya, pada 2005-2006 silam, dia bersama beberapa anggota dewan lain, sudah menyerahkan mobil panther mereka ke Poldasu dan KPK, namun saat itu ditolak.

“Bagaimana kita mau mengembalikan, kalau belum jelas siapa tersangka dan siapa saksinya, inikan masih dalam proses hukum. Kalau disuruh kembalikan, kita kembalikan. Orang dari dulu sudah kita serahkan kok, kenapa waktu itu ditolak? Jika dipaksa juga, tuntaskan kasusnya, diperjelas siapa terdakwa dan siapa saksinya,” pinta Uncu.

Hal berbeda dikatakan Tanden Bangun. Dia mengaku mobil itu merupakan milik pribadinya. Sebab, seluruh data kepemilikan sepenuhnya milik dia. “Kok enak kali KPK minta dikembalikan Panther itu? Kan itu jelas-jelas milik pribadi, bukan milik pemerintah,” ujarnya.

Disoal pembelian mobil dilakukan dengan cara membengkakkan anggaran APBD, Tanden langsung protes. Dia mengaku, masalah pengelembungan anggaran, tidak ada sangkut pautnya dengan pengembalian mobil panther. Sebab, kata dia, jika yang diselidiki sumber dana pembelian mobil, tentunya yang bertaggungjawab mantan Bupati saat itu, karena yang merancanakan mark up anggaran adalah pihak ekskutif.

“Kita kan dibelikan, mengenai uang pembeliannya, tentunya yang bertanggungjawab ekskutif, karena mereka yang mengelola anggaran,”sambung Tanden. Meskipun begitu, dia mengaku tidak tertutup kemungkinan juga akan mengembalikan dana pembelian mobil panther tersebut.

“Kalau memang harus dikembalikan, tidak tertutup kemungkinan, kita kembalikan, tapi tidak sesuka hati seperti ini. Tentunya ada putusan dari pengadilan yang menyidangkan kasus APBD Langkat ini, sekaligus, kita mengetahui siapa terdakwa dan siapa saksi dalam kasus ini, tidak mengambang seperti saat ini, tau-tau minta dipulangkan, ya nggak cocok,” ketusnya.

Sementara Josen Ginting mengaku pusing dengan adanya perintah pengembalian mobil panther oleh KPK. Pasalnya, saat ini, dirinya tidak memiliki dana untuk mengembalikan uang pembelian panther yang sudah dijualnya beberapa tahun lalu.

“Aduh, aku pun pening mikirkannya, karena sekarang ini, kondisi ku benar-benar gawat. Kemarau panjang terus ini. Waktu itu mau kita pulangkan, penyidik nggak mau, sekarang diminta lagi. Nggak tau lagi aku mau pake apa mulangkannya, nantilah bagaimana keputusan kawan-kawan yang lain,” keluh Josen dengan logat Karo yang kental.

Sebelumnya, mantan Ketua DPRD Langkat Syafruddin Basyir juga menunjukan kegundahannya untuk mengembalikan uang pembelian panther yang pernah diterimanya dari Syamsul Arifin. “Kalau kawan-kawan yang lain disuruh pulangkan, berarti saya juga demikian. Makanya saya bilang sama rekan-rekan, yang masih ada mobilnya beruntung. Kalau saya, saat itu sudah dijual, karena saya nilai beruntung. Tapi sekarang, malah yang tidak menjual yang beruntung, tapi itulah resiko, harus dihadapi,” katanya.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: