Tangis Nuraida Ngogesa Sitepu Buat Si Bocah Buntung


sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 28 Juli 2010

Ny Ngogesa Sitepu menangis sambil menyeka wajah Marisa si buntung.

Marisa saat membaca puisi pada peringatan HAN 2010 di depan Bupati Langkat (Photo : P2TP2A Langkat)

Proses kelahiran putri ketiga ini, berjalan normal. Ia dilahirkan di rumah dibantu bidan desa setempat. Bobot Marisa ketika lahir 3,1 kg. Hanya bidan yang mengetahui kondisi fisik Marisa ketika itu, sedangkan Rusmini harus pula dibawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan setelah uri-uri Marisa tertingal di dalam rahim.

Selama dua minggu Rusmini dirawat di RS, selama itu pula ia tidak dipertemukan dengan anaknya. Keluarga khawatir Rusmini tidak bisa menerima kondisi anaknya yang mengalami cacat permanen. Setelah kondisinya membaik, bidan yang merawatnya lantas memberitahukan perihal kekurangan anak yang baru dilahirkannya.

“Yang memberitahukan kalau Marisa cacat adalah bidan. Waktu itu saya sempat nggak mau terima ketika Marisa diletakkan di sebelah saya. Rasanya saya tidak percaya anak saya seperti itu. Saya sempat mengurung diri di dalam kamar karena stress melihatnya tanpa kaki sebelah. Tapi lama-lama saya berpikir kalau dia juga tidak ingin lahir cacat seperti itu,” tukas Rusiani berlinang air mata mengingat kejadian waktu itu lalu memeluk Marisa yang berada disampingnya.

“Ya mudah-mudahan sampai sekarang kami sehat-sehat saja, malah saya merasa bangga dengan Marisa. Meski cacat, tapi dia tidak mau berjalan mengunakan tongkat, Ia melangkah kemana saja dengan sebelah kaki kanannya itu meski meloncat-loncat. Pernah saya suruh pakai tongkat tapi Marisa mengatakan tidak mau. Biarlah ia berjalan dengan sebelah kakinya,” tukas Rusmini.

Yang membangakan Rusmini lagi, saat acara hari anak nasional (HAN) yang digelar tanggal 22 Juli kemarin, Marisa dipilih membacakan puisi dihadapan Bupati Langkat serta sejumlah pejabat langkat lainya. Puisi yang dibacakan Marisa di hadapan ribuan pelajar tadi berjudul “Aku anak Langkat, Anak Indonesia”.

Dengan meloncat-loncat, Marisa terlihat berjalan menuju podium sambil memegang selembar kertas di tangan. Gadis kecil ini tampak tenang saat tangannya terbuka memegangi selembar kertas bertulisan puisi. Bait demi bait puisi ia kumandangkan hingga berakhir dengan gemuruh tepuk tangan dari pengunjung HAN.

Bupati Langkat Ngogesa Sitepu yang duduk paling depan spontan tergerak untuk membantu meringankan penderitaan Marisa. Melalui Ketua TP PKK Ny Nuraida Ngogesa niat tersebut langsung dilaksanakan. Selanjutnya, Senin (26/7) Bupati Langkat yang diwakili Ny Nuraida Ngogesa didampingi Kabag Kesos Sujarno, Kakan Sosial TM. Auzai, Kabag Humas Syahrizal dan Kordinator P2TP2A Togar Lubis mendatangi kediaman Marisa guna memberikan bantuan uang kontan sebesar Rp5 juta.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Ny Nuraida Ngogesa, diterima keluarga Marisa. ”Terima kasih buk…Risa akan terus bersekolah,” ujar pelajar kelas IV SDLB itu. Mendengar ucapan tulus iklas dari Marisa, Ny. Nuraida Ngogesa tampak tak kuasa membendung air matanya.

”Saya sudah lama berniat, kalau punya uang mau belikan Marisa kaki palsu, tapi sekarang ini memang belum ada uang. Mungkin bantuan dari bapak Bupati langkat ini akan kami manfaatkan nantinya untuk membeli kaki palsu buat Marisa,” ujar Sukiran.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: