3 Bocah Pencuri Cabai Ditebus Rp150 Ribu


sumber : Pos Metro Medan

Senin, 9 Agustus 2010

Tiga orang anak disetrap berdiri hingga 9 jam.


BINJAI-Tiga bocah yang tertangkap karena mencuri cabai kemudian mendapat tindakan pemukulan plus dijemurnya ketiga bocah

selama 5 jam di bawah terik matahari, akhirnya dibolehkan pulang setelah menulis surat pernyataan yang ditanda tangani orang tua korban, Minggu (8/8).

Tiga bocah itu; Zulham (12), Rezeki Akbar (12) keduanya siswa kelas II SMP dan Ija Vini (10) murid kelas VI SD. Ketiga warga Jalan Andalan XII Perumnas Berngam, Binjai Kota, mengaku nekad mencuri karena disuruh Windra (17) pemuda putus sekolah sekampungnya.

Namun Lina (45) ibu Ija Vini mengaku jengkel dengan perlakukan oknum polisi yang memukuli anaknya. “Bagaimana tak kita katakan berlebihan. Polisi seharusnya lebih tahu hukum. Jadi kalau pun bersalah bukan dengan caranya main hakim sendiri. Bayangkan saja, dari jam satu siang mereka dijemur sampai pukul 6 sore, tak makan dan minum,” kata ibu beranak 5 ini.

Lina memang mengaku telah lalai mendidik anaknya. “Tapi tentu kekesaran tidak boleh mereka terima,” sambungnya.

Lina sendiri membantah bahwa anak ketiganya itu tertangkap tangan mencuri di ladang milik mantan Dandim 0203/Langkat yang dikelola oleh oknum polisi berpangkat Aipda yang bertugas di bagian Logistik Polres Binjai.

“Anakku dijemput warga guna memberikan keterangan atas terjadinya pencurian cabai itu. Salah tetap salah, tetapi dari enam orang anak–anak yang katanya mencuri itu, harusnya polisi menangkap orang yang menyuruh mereka,” terang Sarjana Pertanian Unsiyah Banda Aceh itu.

Sementara ketiga bocah itu mengaku menjual 1 kg cabai dengan harga Rp25 ribu. Namun mereka hanya memperoleh Rp10 ribu sedangkan Rp15 ribu disetor kepada Windra, pemuda yang menyuruh mereka. Uang itu, kata para bocah, dihabiskan untuk jajan dan main playstation.

Seperti yang dikatakan ketiga bocah itu, mereka harus menyeberangi sungai karena ladang cabai berada di seberang sungai.

“Sudah dua kali aku dan Akbar mencuri. Kalau si Ija tadi nggak ikut ngambil cabai. Dia baru datang saat kami ditangkap. Dia pun ditangkaplah. Kami disuruh berdiri dekat tiang listrik ini, kami juga dipukul dengan bapak itu, leher aku dipukul, muka aku ditampar terus kaki aku ditendang,” kata Zulham diamini Akbar dengan raut wajah kelelahan berdiri hampir lima jam dan baru mendapatkan minum setelah orang tua kedua anak tersebut tiba setelah diminta datang oleh Aipda T.

Sementara oknum polisi Aipda T, pemilik ladang cabai yang bertugas di Bagian Logistik Polres Binjai ketika ditemui langsung mengaku hanya ingin memberikan pelajaran.

“Itukan hanya memukul biasa, pelan saja hanya sekedar memberikan pelajaran. Anakku saja kalau salah ya kita pukul,” katanya.

Amatan POSMETRO MEDAN di lokasi tempat ketiga bocah dijemur selama lima jam hingga waktu menunjukkan pukul 18.15. Tampak orang tua ketiga bocah memohon kepada Aipda T memberi keringanan, agar dapat membawa anak-anaknya pulang.

Tak ingin adanya pemberitaan media yang meliput perlakuan tak wajar terhadap anak-anak itu, Aipda T meminta orang tua ketiga bocah untuk menemui wartawan agar tak mempublikasikan peristiwa yang terjadi di Jalan Kedondong, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat itu.

“Tolong ya pak, kami mau persoalan ini diselesaikan dengan kekeluargaan. Karena bapak yang punya ladang cabai itu sudah maunya membantu, tapi dia (Aipda T) nggak mau gara-gara namanya masuk koran dia jadi dipanggil pimpinan. Kami minta tolong kalilah agar jangan diberitakan,” pinta orang tua para bocah.

Sementara itu, salah seorang oknum polisi bertugas di Polres Binjai, mengatakan, uang ganti rugi tsebesar Rp150 ribu telah diberikan kepada Aipda T. Sebelumnya—- kata polisi yang minta tak dicatut namanya— uang ganti rudi diminta Rp1 juta.

Windra (17) warga Jalan Andalan VIII Perumahan Berngam, Binjai Kota, yang disebut telah memerintahkan ketiga bocah mencuri cabai tak menghilang dari kediamannya.

“Semenjak kabar tertangkapnya tiga anak–anak yang mencuri cabai itu, Windra tak nampak lagi batang hidungnya,” kata warga. (aswin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: