Giliran Adik Syamsul Diperiksa KPK


sumber : Harian Sumut Pos

JAKARTA-Pemeriksaan terhadap anggota keluarga inti Syamsul Arifin terus dilakukan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan korupsi APBD Langkat. Setelah pada Kamis (2/9) lalu putri pertama Syamsul, yakni Beby Arbiana, kemarin (6/9) giliran adik kandung mantan bupati Langkat itu, bernama Khairuddin alias Kecik.

Tidak ada keterangan resmi dari KPK terkait materi pemeriksaan Kecik, termasuk hubungannya dengan kasus dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007. Bagian Humas KPK hanya merilis bahwa Kecik dimintai keterangan sebagai saksi.

Sementara, dua pimpinan KPK, Moh Jasin dan Haryono Umar.
, kepada koran ini mengakui, bahwa memang saksi yang dimintai keterangan untuk kasus Langkat jumlahnya cukup banyak. Jumlah saksi yang cukup banyak, ditambah faktor kehati-hatian penyidik, hal itu yang membuat proses pengusutan perkara Langkat ini memerlukan waktu. “Saksinya banyak, itu makanya jadi lama,” ujar Moh Jasin di gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Ditanya mengenai keterkaitan saksi-saksi dari kalangan politisi dengan kasus Langkat ini, Jasin tidak mau komentar banyak. Apakah sejumlah anggota DPRD Sumut diperiksa lantaran ikut menikmati aliran dana APBD Langkat? Jasin tidak menjawab tegas. Dia hanya mengatakan, proses penyidikan masih berlangsung. “Sabar saja, masih jalan terus. Semua sedang diteliti,” ucapnya.

Haryono juga membenarkan, banyaknya saksi yang harus dimintai keterangan membuat kasus Langkat agak lambat. Namun ditegaskan, semua pasti akan berujung pada pelimpahan perkara ke pengadilan. “Tidak akan pernah dihentikan dan pada saatnya akan sampai ke pengadilan,” terang Haryono.

Pada kesempatan yang sama, Haryono mengatakan, selama ini, semua perkara korupsi yang ditangani KPK dan dilimpahkan ke pengadilan, bisa dibuktikan adanya tindak pidana korupsi. “Conviction rate mencapai 100 persen,” ujar Haryono. Disebutkan, dunia internasional juga mengakui hal itu dan dicatat sebagai prestasi pemberantasan korupsi bangsa ini.

Sebelumnya, selang sehari setelah memeriksa Beby Arbiana, tim penyidik KPK menyita sebuah mobil Jaguar tahun 2003 bernomor polisi B 8659 BS milik putri pertama Syamsul itu. Menurut keterangan Plt Juru Bicara KPK Priharsa Nugraha, mobil berwarna biru muda metallic itu disita lantaran sebagian uang pembeliannya menggunakan dana APBD Kabupaten Langkat Tahun 2004, yang saat itu bupatinya masih dijabat Syamsul. Tim penyidik menduga, mobil itu milik Syamsul yang diatasnamakan Beby.

“Saat ini sudah cukup dugaan mobil tersebut dibayar ke leasing yang bersumber dari APBD Langkat. Jadi, ada aliran dana dari APBD ke leasing,” terang Priharsa Kamis lalu (2/9). Dijelaskan, pembayaran dilakukan pada 2004. Harga mobil mewah itu Rp600 juta. Mobil diantar sendiri oleh Beby ke gedung KPK Kamis (2/9) pukul 06.30 WIB, dan selang setengah jam berikutnya, tim penyidik KPK membuatkan berita acara penyitaan.

Kepada koran ini, ketua tim penyidik KPK untuk kasus Langkat, Hendy Febrianto Kurniawan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa mobil itu dibeli dengan cara diangsur. Uang cicilannya sebagian dari dana APBD. Dia pun menjelaskan, untuk sampai melakukan tindakan penyitaan, penyidik tidak sembarangan. “Untuk melakukan penyitaan, dugaan harus cukup kuat bahwa itu (mobil) bagian dari korupsi,” ujar penyidik yang masih cukup muda itu.


Pantas Dimiskinkan

Dugaan keterlibatan anggota keluarga Syamsul Arifin dalam menikmati uang APBD Langkat semasa dirinya menjabat Bupati 1999-2004 manuai keprihatinan warga.

“Kalau Pak Syamsul baik orangnya, dia sering memberi sedekah kepada orang miskin, dia juga sangat sayang kepada orang tuanya. Kami nggak menyangka jika dia mendapat musibah seperti ini,” ujar Minan (37) warga Stabat yang prihatin dengan nasib Syamsul Arifin.
Minan meminta KPK tidak melakukan penahanan terhadap Syamsul menjelang lebaran ini. “Kan habis lebaran bisa dilakukan penahanannya,” cetusnya polos.
Mengenai ketrlibatan anggota keluarganya dalam kasus dugaan korupsi langkat, Minan mengaku tidak tahu menahu soal kasus tersebut. Dia hanya mengenal Syamsul yang selalu memberi uang pada setiap kegiatan di Langkat. “Kami kenalnya sama Pak Syamsul saja, itupun karena dia sering bagi-bagi uang kalau ada acara-acara besar,” ketusnya.

Terpisah, Koordinator Kelompok Studi Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis mendukung uoaya KPK mengungkap dugaan ’gurita’ korupsi Syamsul Arifin.
“Kalau bisa tersangkanya sudah dikenakan undang-undang baru tentang pemiskinan koruptor, agar memberikan efek jera bagi para pelaku dan yang ingin melakukan korupsi sekaligus peringatan bagi pengguna anggaran,” sebutnya. (sam/ndi)

Satu Tanggapan

  1. saya kurang mengikuti kasus itu dgn baik, tp hanya bisa mendoakan semoga malaikat keadilan tak kunjung pergi dr tanah air indonesia. amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: