Korupsi di Langkat Paling Telanjang


sumber : Harian Sumut Pos

"Korupsi di Langkat itu modus korupsi paling telanjang."begitu kalimat pertama yang meluncur dari mulut aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husudo

MEDAN-”Korupsi di Langkat itu modus korupsi paling telanjang.” begitu kalimat pertama yang meluncur dari mulut aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husudo, saat mendengar KPK menyita mobil Jaguar milik putri pertama Syamsul, Beby Arbiana, Kamis (2/9) lalu.

Telanjang, karena berdasarkan hasil penyidikan KPK, pembelian mobil mulus itu sebagian diambilkan dari uang APBD Langkat. “Langkah penyitaan dilakukan karena sudah cukup dugaan mobil dibeli dengan uang APBD Langkat,” ujar ketua tim penyidik KPK yang menangani kasus Langkat, Hendy F Kurniawan.

Bukan tanpa alasan Adnan Topan Husudo, memberi penilaian khusus pada kasus dugaan korupsi APBD Langkat. Aktivis ICW itu lantas memberi perbandingan dengan menyebut kasus korupsi yang melibatkan tokoh korupsi dan kepala daerah lain.

Perkara gratifikasi Gayus Tambunan yang di rekeningnya tersimpan Rp25 miliar. Ada sejumlah perwira polri yang dicurigai menyimpan uang haram. Belum lama mencuat lagi berita Syaukani gara-gara mendapat grasi. Dulu, pada 2004, begitu hebohnya saat Gubernur Aceh Abdullah Puteh ditahan KPK.

Belakangan ada mantan gubernur Jabar Dany Setiawan, mantan Gubernur Kaltim Suwarna, mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, mantan Gubernur Sulsel Syahrial Oesman, Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, dan masih banyak lagin
Sebenarnya, apa sih yang membuat heboh? Selain pelaku merupakan pejabat publik, sudah tentu karena jumlah uang yang dikorupsi membuat rakyat awam menarik nafas panjang Gemas. Rakyat dikejar-kejar bayar pajak, uangnya dibajak.

Kasus rekening gendut perwira polri, seperti ditulis Tempo, paling tinggi adalah harta milik Irjen Pol Mathius Salempang, Kapolda Kaltim, dengan jumlah kekayaan Rp 8,5 miliar dan dan US$ 59.842. Dari jumlah itu, Rp2 miliar dicurigai dari sumber tak jelas. Sedang harta mantan Kapolda Sumut, Irjen Pol Badrodin Haiti Rp 2, 09 miliar dan US$ 4.000. Badrodin menjadi salah satu yang disorot lantaran diduga membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Harta perwira yang lain yang ditulis Tempo, tak ada yang melampuai Rp10 miliar. Tapi begitu menghebohkan.

Masih bicara angka, dari 4 kasus yang menjerat Syaukani, nilai kerugian negaranya Rp120 miliar. Jadi jika dirata-rata, satu kasus Rp30 miliar. Kasus Abdullah Puteh nilai kerugian negara Rp12,4 miliar, dan kasus Ismeth Abdullah Rp5,4 miliar. Tapi begitu menghebohkan dan memaksa Ismeth dan yang lain itu ngamar di LP Cipinang.
Coba bandingkan dengan kasus dugaan korupsi APBD Langkat, dengan tersangka Syamsul Arifin. Berapa dugaan kerugian negaranya? Rp102,7 miliar! Memang sudah ada yang dikembalikan Syamsul ke kas Pemkab Langkat sebesar Rp62.352.312.923. Mantan Bupati Langkat itu mengembalikan uang secara bertahap dalam 10 kali penyerahan, sejak Februari 2009 hingga Mei 2009. Silakan sandingkan angka ini dengan angka-angka yang menempel di nama Gayus, Mathius, Puteh, Badrodin, Ismeth, dan yang lain.

Memang masih ada yang lebih besar lagi, seperti kasus kehutanan Kabupaten Pelalawan yang mencapai lebih Rp1 triliun, kasus mantan gubernur Kaltim Suwarna yang mencapai Rp400 miliar dalam perkara pembukaan satu juta hektar lahan sawit, atau kasus BLBI. Tapi dalam skala korupsi tingkat kabupaten/kota, perkara korupsi Langkat belum ada tandingannya.

Ambil contoh kasus APBD Medan. Mantan Walikota Medan Abdillah harus mengembalikan kerugian negara Rp12,4 miliar, yang sebagian besar mengalir ke pihak ketiga, sebagai penerima bantuan Pemko. Abdillah sendiri tak kecipratan aliran. Tapi beritanya begitu menghebohkan. Jika Syaukani yang jadi tandingan Langkat, sebenarnya tak layak dijadikan tandingan. Karena Kutai Kartanegara, juga Pelalawan, merupakan kabupaten kaya raya di negeri ini. Langkat? Uang tak seberapa, diembat penguasa, dengan seenaknya.

Praktisi hukum Sumut Julheri Sinaga mengatakan, penyitaan barang bukti lainnya masih mungkin dilakukan. “KPK itu tidak pernah gegabah untuk menyita barang bukti. Itu dilandasi bukti-bukti yang kuat dan berlapis,” tegasnya tadi malam.

Penyitaan mobil Jaguar ditambah pengembalian uang sekitar Rp62 miliar dari dugaan hasil korupsi sebesar Rp102,7 miliar merupakan bukti yang sah bahwa korupsi itu benar-benar terjadi. “Itu tidak bisa dibantah. Kalau tidak korupsi, mana mungkin mengembalikan uang ke KPK. KPK itu bukan lembaga simpan pinjam,” ujarnya.

Pemerhati politik dari Universitas Medan Area (UMA) Dadang Darmawan MSi, yakin dengan kinerja dan itikad baik KPK. “Kalau dibilang telanjang, ya sudah pasti telanjang. Sekarang, Tinggal menunggu KPK saja, untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya atau tidak,” katanya.

Analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik melihat penanganan kasus ini terkesan berlarut-larut, jika dibandingkan dengan kasus-kasus korupsi lainnya. “Coba lihat kasus Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah yang tidak sampai satu bulan penetapan sebagai tersangka langsung ditahan,” ungkapnya.

Cerita nyata Langkat belum berakhir. Sederet saksi sudah dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK. Namun belum terungkap, apa kaitan para saksi, yang sebagian anggota DPRD Sumut, dengan ’korupsi tak beretika’ di Langkat itu. Di persidangan nanti bakal terbeber semua, termasuk gimana ceritanya si Jaguar akhirnya harus dipaksa masuk ke garasi gedung KPK.

Sungguh menarik, tatkala seorang terdakwa tak lagi mampu berkelit, saat di hadapannya terdengar ocehan para saksi yang sudah disumpah. Ada sederat bukti yang tak lagi bisa diingkari. Untuk sekarang, silakan berdusta sepuasnya. Toh Jaguar tak bisa bicara.(sam/ari)

Satu Tanggapan

  1. Itulah yg membuat kita tak habis pikir, apa yang ada di benak para petinggi negeri ini.
    Ataukah karena mereka mencapai jabatan dengan berbagai macam cara dgn modal yang besar, maka begitu dpt jabatan yg di kepala mereka adalah bagaimana bisa mengembalikan modal dgn secepatnya.
    Yaa Allah, sadarkan para petinggi negeri ini agar dapat menegakkan yang benar dan menghancurkan segala macam kebathilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: